Breaking News:

Berita Terpopuler

POPULER Apakah Dapat Pahala Muslim Sakit dan Tak Biasa Puasa Saat Ramadhan? Ini Penjelasan Ustaz

Tidak bisa berpuasa karena sakit, bagaimanakah mereka yang tidak bisa berpuasa karena sakit, apakah tetap mendapatkan pahala di bulan suci Ramadhan?

huffingtonpost.com
Ilustrasi sakit 

Bagi siapa yang berpuasa dengan rasa iman, meyakini perintah puasa Ramadan adalah kewajiban bagi setiap orang beriman dan mengharapkan pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya.

Tak hanya dosa-dosa di bulan Ramadan yang diampuni oleh Allah, melainkan satu tahun sebelum dan sesudah Ramadan jika dia berpuasa dengan dasar imanan wa ihtisaban. Imanan itu meyakini puasanya atas perintah Allah SWT dan ihtisaban, yaitu mengharapkan pahala dari Allah SWT.

Insya Allah orang beriman yang berpuasa, mengagungkan, dan menghormati bulan Ramadan akan mendapat keistimewaan bulan Ramadan. Dalam kitab Ar-Risalah Al-Jami'ah menerangkan, 1 kebaikan bisa mencapai 700 kebaikan. Tapi di bulan Ramadan 1 kebaikan bisa melebihi, bahkan tidak bisa diukur.

Untuk puasa Ramadan tidak ada ukuran pahalannya, dan hanya Allah yang tahu. Itu dari segi puasa. Untuk menambah pahala saat puasa Ramadan, yaitu dengan memperbanyak membaca Al-Quran dan ibadah-ibadah lainnya.

Bahasa ibadah itu sendiri apapun kebaikannya, ketika diniatkan untuk ibadah maka akan dilipatgandakan. Misalnya, seorang pelajar yang menuntut ilmu di hari biasa pahalannya 1, tapi di bulan Ramadan bisa berlipat-lipat.

Tanda Puasa Kita Diterima oleh Allah SWT

Sesuai dengan yang sering dibacakan oleh guru-guru kita, dalam surat Al- Baqarah ayat 183 yang ujungnya itu menjadi orang yang bertakwa.

Cirinya puasa diterima itu, artinya ketika setelah puasa dia ada perubahan dalam hidupnya. Asalnya tidak baik, setelah puasa jadi orang lebih baik. Baik itu tingkat ibadahnya kepada Allah, atau tingkat sosialisasinya kepada manusia. Itu salah satu cirinya. Jadi ada perubahan dalam dirinya.

Kalau tidak ada perubahan, ya mungkin puasanya itu hanya sekedar menahan lapar dan haus. Puasa sendiri ada 3 tingkatan. Pertama puasa orang umum, yaitu menjaga makan, minum, dan menjaga hubungan suami istri.

Kedua, puasa khusus, yaitu puasa menjaga 7 anggota badan. Ada penjelasan sebuah hadist, bagi siapa yang berpuasa kemudian ghibah, berbohong, menjelekkan orang lain atau menghina orang lain, maka batal puasanya. Batal di sini bukan batal puasanya secara fikih, melainkan batal pahala puasanya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved