Breaking News:

KISAH Pria Menikahi Istrinya 4 Kali, Lalu Cerai 3 Kali dalam 37 Hari, Ternyata Punya Tujuan Ini

Seorang pria menikahi istrinya 4 kali lalu menceraikannya 3 kali dalam 37 hari, ternyata ini alasannya.

Sabtastic - DeviantArt
Ilustrasi 

TRIBUNSTYLE.COM - Cerita seorang pria di Taiwan menikahi istri yang sama selama empat kali baru-baru ini jadi sorotan di jagat dunia maya.

Diketahui, pria tersebut punya tujuan khusus melakukan hal tersebut.

Rupanya pria itu menikahi istrinya selama 4 kali demi mendapat jumlah cuti menikah maksimal dari kantornya.

Sebagaimana dikutip TribunStyle.com dari Kompas.com Pria Ini Nikahi Istrinya 4 Kali dalam 37 Hari, demi Cuti Maksimal dari Kantor, pria tersebut melakukannya hanya dalam 37 hari dengan menceraikan istrinya tiga kali.

Menurut Times Now News yang dilansir Newsweek pada Kamis (15/4/2021), pria Taiwan itu bekerja di bank yang memberikan jatah cuti menikah delapan hari.

Setelah pernikahan pertamanya pada April 2020, ia dan istrinya mengajukan cerai pada akhir cuti.

Keesokan harinya mereka menikah lagi, dan pengantin pria meminta cuti lagi dari kantornya.

Dia dan istrinya mengulangi proses itu sampai mereka menikah empat kali dan cerai tiga kali.

Dengan begitu, si pria bisa mengajukan total 32 hari cuti menikah.

Baca juga: Pria Ini Viral Dikira Menikahi Anak Kecil, Faktanya Identitas Sang Istri Buat Kaget

Baca juga: VIRAL Cerita MUA Dandani Pengantin Sedang Hamil Besar saat Resepsi: Hamil Duluan Sudah 8 Bulan

Ilustrasi menikah
Ilustrasi menikah (chaseoaks.org)

Namun perusahaannya menyadari gelagat tersebut, dan bank menolak memberi cuti selain delapan hari dari pernikahahan pertama.

Pengantin pria tidak menyerah. Setelah pernikahan keempat dia menggugat bank secara hukum, dengan tuntutan tidak memenuhi hak cutinya.

Menurut Pasal 2 Aturan Cuti Tenaga Kerja di Taiwan, seorang karyawan berhak cuti berbayar selama delapan hari untuk menjalani pernikahan.

Pria itu merasa dengan menikah empat kali artinya dia bisa mendapat cuti 32 hari.

Biro Tenaga Kerja Taipei kemudian menyelidiki kasus ini, setelah menerima pengaduan dan memenangkan gugatan pengantin pria pada Oktober 2020.

Bank lalu mengajukan banding, mengklaim bahwa penyalahgunaan cuti pernikahan bukan alasan sah cuti berdasarkan Peraturan Cuti Pekerja, menurut New Talk Taiwan.

Kemudian pada 10 April 2021 banding bank ditolak, dan putusan awal didukung oleh Biro Tenaga Kerja Beishi.

Meski begitu, kedua lembaga hukum tersebut menyadari si pria menemukan celah dalam UU Ketenagakerjaan Taiwan.

Bank kemudian didenda 20.000 dollar Taiwan (Rp 10,3 juta) karena melanggar hak cuti karyawannya, menurut laporan Times Now News.

Sudah Menikah 2 Tahun, Pasangan Ini Tidur hingga Bulan Madu Terpisah

Pasangan suami istri (pasutri) di Jepang baru-baru ini menjadi pembicaraan banyak orang karena keputusan mereka dalam mengarungi rumah tangga.

Melansir Oddity Central, 22 Maret, sang suami bernama Kazuki (49) sedangkan sang istri bernama Aiko (39).

Keduanya sebenarnya sudah menikah selama dua tahun.

Namun, mereka memutuskan untuk “terpisah” mulai dari pengeluaran hingga pekerjaan rumah.

Kazuki dan Aiko awalnya bertemu di sebuah perusahaan produksi video gim.

Setelah berkencan beberapa kali, mereka segera menyadari bahwa mereka memiliki banyak sekali perbedaan.

Alih-alih menghentikan hubungan, keduanya justru memutuskan menikah namun tetap berkomitmen untuk tetap mandiri sebisa mungkin.

Sejak menikah dua tahun lalu, mereka terus “terpisah” dalam segala hal dan telah melakukannya sampai hari ini.

Keputusan mereka yang tidak biasa tersebut baru-baru ini menarik perhatian acara televisi di Jepang.

Ketika didatangi tim dari program televisi di Jepang tersebut, Aiko dan Kazuki rupanya hanya berbagi dalam sedikit hal.

Mereka hanya makan bersama pada hari libur, itu pun jika mereka tidak memilih untuk makan sendiri-sendiri dan pada waktu yang berbeda.

Keduanya juga memiliki selera makanan yang sangat berbeda, jadi mereka memasak makanan mereka sendiri-sendiri.

Mereka tidur di kamar yang sama, tetapi masing-masing di antara mereka memiliki kasur sendiri-sendiri.

Aiko dan Kazuki juga membayar biaya hidup mereka sendiri mulai dari tagihan listrik, biaya sewa, dan pengeluaran harian lainnya.

Kendati demikian, pasutri tersebut menyukai keputusan dan cara mereka menjalani bahtera rumah tangga.

Keduanya selalu menyukai kemandirian mereka.

Bahkan, cincin kawin mereka pun tidak sama. Mereka membeli cincin kawin sendiri-sendiri sesuai desain yang mereka sukai.

Sebagaimana dikutip dari Kompas.com Sudah Menikah 2 Tahun, Pasangan Ini Bayar Sampai Tidur pun Terpisah, mereka juga tidak sepakat dalam hal destinasi bulan madu. Jadi mereka memutuskan untuk melakukan bulan madu secara terpisah.

Kazuki menghabiskan lebih banyak waktu di tempat kerja, dan Aiko bertanggung jawab sebagian besar atas kebersihan rumah.

Namun, Aiko tidak melakukannya secara gratis.

Mereka menyetujui biaya per jam di mana Kazuki "menggaji" Aiko 1.500 yen (Rp 190.000) per jam.

Mereka juga sepakat membagi nonton televisi setiap hari serta memiliki produk kebersihan pribadi mereka sendiri mulai dari tisu toilet, sabun mandi, dan lain-lain.

(Kompas.com/Aditya Jaya Iswara/Danur Lambang Pristiandaru)

#pernikahan #Taiwan

Ikuti kami di
Editor: Apriantiara Rahmawati Susma
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved