Peringatan Dini BMKG Minggu 18 April 2021: Waspadai Cuaca Ekstrem di 22 Wilayah Ini
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem untuk sejumlah wilayah di Indonesia pada Minggu (18/4/2021)
Penulis: Anggie Irfansyah
Editor: Ika Putri Bramasti
Reporter: Anggie Irfansyah
TRIBUNSTYLE.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem untuk sejumlah wilayah di Indonesia pada Minggu (18/4/2021).
Seperti dilansir dari laman resminya, BMKG menjelaskan bahwa Typhoon Surigae terpantau berada di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina.
Kamudian Typhoon Surigae ini bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan angin maksimum mencapai 65 kt dan tekanan minimum 975 hPa.
Sistem ini secara tidak langsung akan membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) yang memanjang di Laut Sulawesi dan membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara, di utara Kalimantan Utara, dari Sulawesi Utara hingga Maluku Utara.
Baca juga: Peringatan Dini BMKG Jumat 17 April 2021: Waspadai Cuaca Ekstrem di 25 Wilayah Ini
Baca juga: SEGERA DOWNLOAD Gunakan 4 Aplikasi Ini untuk Mengetahui Peringatan Dini Banjir saat Musim Hujan
BMKG juga menyebutkan, Typhoon Surigae dapat menyebabkan pembentukan Low Level Jet (LLJ) yang memanjang di perairan utara Papua Barat dan Samudera Pasifik sebelah timur Filipina.
Kondisi ini menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di sekitar sistem siklon tropis dan di sepanjang daerah konfluensi dan konvergensi, serta peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di sekitar sistem siklon tropis dan di sepanjang LLJ tersebut.
Wilayah berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang:
1. Aceh
Subulussalam, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, dan sekitarnya.
2. Bangka Belitung
Kab. Bangka Barat.
3. Bengkulu
Kab. Mukomuko, Lebong, Bengkulu Utara, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Seluma dan Bengkulu Selatan.
4. DKI Jakarta
Jaksel, Jaktim.
5. Gorontalo
Sumalata, Kwandang, Tibawa, Limboto, dan sekitarnya.
6. Jambi
Kab. Tanjung Jabung Barat, Kab. Tanjung Jabung Timur, Kab. Tebo, Kab. Batanghari dan Kab. Sarolangun.
7. Jawa Barat
Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Bekasi, Kota Bekasi, Sukabumi, Kota Sukabumi, Cianjur, Purwakarta, Subang, Bandung Barat, Bandung, Kota Cimahi, Kota Bandung, Karawang, Indramayu, Cirebon, Kota Cirebon, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Majalengka, Kuningan, Ciamis, Pangandaran dan Kota Banjar.
8. Jawa Timur
Kota Mojokerto, Kab. Mojokerto, Lamongan, Jombang, Kab. Madiun, Kab. Kediri, Kab. Malang, Kota Malang, Kab. Pasuruan, Kab. Probolinggo, Jember, Bondowoso, Situbondo, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo.
9. Kalimantan Tengah
Kab. Kotawaringin Barat, Lamandau, Kotawaringin Timur, Murung Raya, Gunung Mas, Katingan bagian Utara dan Barito Utara.
10. Kalimantan Timur
Laham, Sendawar, Sebulu dan Sandaran.
11. Lampung
Lamsel, Lamtim, Lampura, Lambar, Way Kanan, Mesuji, Tuba.
12. Nusa Tenggara Barat
Mataram, Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Bima, dan Dompu.
13. Riau
Kab. Rokan Hulu, Bengkalis, Indragiri Hulu, Kampar, dan Kota Pekanbaru.
14. Sulawesi Barat
Kab. Mamasa (Nosu, Pana), Kab. Mamuju Utara (Pasangkayu, Bambaira, Bambalamotu, Sarjo).
15. Sulawesi Selatan
Sulsel bagian utara.
16. Sulawesi Tengah
Palu, Donggala, Sigi, Parimo, Poso, Touna, Tolitoli, Buol, Morowali, Morowali Utara, Banggai, Banggai Laut, dan Banggai Kepulauan.
17. Sulawesi Tenggara
Konawe, Konawe Utara, dan Kolaka Timur.
18. Sumatra Barat
Limapuluh Kota, Solok Selatan, Dharmasraya.
Wilayah berpotensi hujan lebat disertai kilat/guntur/petir:
1. Papua Barat
Kab Sorong, Sorong Selatan, Maybrat, Tambrauw, Manokwari Selatan, Peg Arfak, Teluk Bintuni, Fakfak, Kaimana, Misol, dan Teluk Wondama.
Wilayah berpotensi hujan sedang-lebat:
1. Kalimantan Barat
Sekadau, Sintang.
2. Maluku
Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.
Wilayah berpotensi angin kencang:
1. Maluku Utara
Morotai, Halmahera Barat, Halmahera Utara, Kota Ternate, Tidore dan Halmahera Timur.
Baca juga: BMKG Prediksi Curah Hujan di Jabodetabek Meningkat, Puncak Musim Hujan hingga Maret 2021
Baca juga: BMKG Ingatkan Cuaca, Potensi Banjir, dan Musim Hujan Indonesia Meningkat di Tahun 2021
#BMKG
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi-hujan.jpg)