Breaking News:

SYOK Pedagang Ketiban Potongan Kaki Manusia dari Apartemen, CCTV Terkuak, Polisi: Bukan Dimutilasi

Geger potongan tubuh manusia jatuh dari apartemen menimpa lapak pedagang kaki lima. Polisi sebut bukan korban mutilasi. Terkuak isi CCTV.

Kompas.com/TribunJakarta
Pedagang syok lapaknya ketiban potongan kaki manusia dari apartemen 

Saya langsung kabur, suaranya kayak ledakan," ujar Yuliani saat ditemui Kompas.com, Senin siang.

"Taunya kiranya bom. Itu kaki darah dan dagingnya berceceran," tambahnya.

Hal tak jauh berbeda disampaikan saksi lainnya, Rizal Firdaus (29).

Di lokasi berbeda, tepatnya di basement apartemen, Rizal menemukan potongan tubuh lainnya yaitu kepala dan badan korban.

Lokasi penemuan potongan tubuh manusia
Lokasi penemuan potongan tubuh manusia (TribunJakarta/Annas Furqon Hakim)

"Tubuhnya dekat jalur basement apartemen. Jadi memang terpisah dua bagian," ujar pedagang nasi uduk itu.

Lebih lanjut Rizal mengatakan, potongan kaki tersebut menimpa terpal pedagang nasi goreng dan batagor di sebelahnya.

Suara jatuhnya potongan kaki dan diduga potongan tubuh terdengar bersamaan.

"Pas bunyi jedar (potongan kaki) itu kepotong di atas atau gimana, saya enggak tahu," kata Rizal.

Awalnya, potongan kaki itu tertutup terpal. Ketika dibuka, warga menemukan potongan kaki.

Polisi ungkap identitas dari pemilik potongan kaki, bukan korban mutilasi

Polisi menjelaskan bahwa potongan tubuh yang jatuh dari apartemen tersebut bukanlah korban mutilasi, melinkan bunuh diri.

"Bukan (korban mutilasi)," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Jimmy Christian Samma kepada wartawan, Senin (22/3/2021)

Jimmy menambahkan, korban diduga bunuh diri dengan melompat dari apartemen.

"Jatuh dari ketinggian," ujarnya.

Polisi menduga lelaki tersebut mengakhiri hidup dengan cara melompat dari apartemen karena persoalan keuangan.

Namun, pihak kepolisian masih mendalami lebih lanjut.

Baca juga: INGAT TNI yang Tega Mutilasi Istrinya Sendiri Dibantu Selingkuhan? Begini Kabar Terbarunya

"Korban diduga, ini masih kami dalami, karena masalah keuangan," ujar Kapolsek Metro Setiabudi AKBP Yogen Heroes Baruno saat ditemui di lokasi kejadian, Senin sore.

Berdasarkan keterangan keluarga, lanjut Yogen, korban sebelumnya terlihat sering diam.

Diduga korban memiliki persoalan keuangan karena bermain saham.

"Kami masih dalami motif bunuh dirinya," kata Yogen.

Terekam CCTV

A diketahui melompat dari lantai 23 dengan cara memanjat balkon tempat penyimpanan AC.

"Jadi ini apartemen milik tantenya memang sering kosong.

Korban bisa masuk ke dalam.

Jadi pada saat itu memang tidak ada orang," kata Yogen.

Detik-detik ia melompat ke balkon sempat terekam kamera CCTV.

Korban terbentur bagian besi pembatas apartemen di lantai enam.

Kemudian, paha korban terpental ke luar dan menimpa terpal penjual nasi goreng.

"Bagian utuhnya jatuh jalan parkiran di dalam area apartemen," ujar Yogen.

Polisi tidak menemukan benda-benda mencurigakan di kamar apartemen korban.

Korban saat ini dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk keperluan otopsi.

Kontak bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.

Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling

#bunuhdiri #mutilasi #apartemen #JakartaSelatan

Ikuti kami di
Editor: Monalisa
Sumber: Tribun Bogor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved