Breaking News:

Diminta Belikan Bra oleh Istri, Soekarno Lupa Ukurannya, Sang Proklamator Gunakan Trik ‘Cerdik’ ini

Selain dikenal sebagai Presiden pertama Indonesia, Soekarno juga menyimpan kisah-kisah unik sebagai seorang suami.

Kolase TribunNewsmaker.com/ Arsip Negara
Romantika cinta mendiang Soekarno dengan 9 istrinya, termasuk Fatmawati, Hartini, Inggit Garnasih dan Ratna Sari Dewi atau Dewi Soekarno. 

Ketika lahir, ia diberi nama Kusno oleh kedua orangtuanya.

Akan tetapi, Kusno kecil sering sakit.

Akhirnya saat berusia 11 tahun namanya diganti menjadi Soekarno.

Nama tersebut pun diganti sendiri oleh sang ayah.

3. Pendidikan Soekarno

Ir. Soekarno
Ir. Soekarno (google)

Presiden Soekarno mengemban pendidikan pertama kali di Tulung Agung.

Akan tetapi ia pindah ke Mojokerto, mengikuti orangtuanya yang ditugaskan di kota tersebut.

Di Mojokerto, Soekarno bersekolah di Eerste Inlandse School.

Kemudian pada Juni 1911, Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS).

Kepindahannya ke sekolah tersebut untuk memudahkan Soekarno diterima di Hogere Burger School (HBS).

Pada tahun 1915, Soekarno menyelesaikan pendidikannya di ELS dan berhasil melanjutkan ke HBS di Surabaya, Jawa Timur.

Presiden pertama Indonesia itu kemudian menyelesaikan sekolahnya tersebut pada Juli 1921.

Kemudian, Soekarno melanjutkan ke Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) di Bandung.

Di sana ia mengambil jurusan teknik sipil pada tahun 1921.

Namun setelah dua bulan ia meninggalkan kuliah, tetapi pada tahun 1922 mendaftar kembali dan tamat pada 1926.

Soekarno dinyatakan lulus ujian insinyur pada 25 Mei 1926.

Soekarno dinyatakan lulus ujian insinyur pada tanggal 25 Mei 1926 dan pada Dies Natalis ke-6 TH Bandung tanggal 3 Juli 1926 dia diwisuda bersama delapan belas insinyur lainnya.

4. Kipranya di dunia politik

Soekarno dan Mohammad Hatta
Soekarno dan Mohammad Hatta (Arsip Museum Belanda)

Soekarno untuk pertama kalinya menjadi terkenal ketika dia menjadi anggota Jong Java cabang Surabaya pada tahun 1915.

Dalam organisasi tersebut, Soekarno merasa tertantang karena Jong Java mengusung Jawa-sentris yang mana hanya memikirkan kebudayaan saja.

Dalam rapat pleno tahunan yang diadakan Jong Java cabang Surabaya Soekarno menggemparkan sidang dengan berpidato menggunakan bahasa Jawa ngoko (kasar), sebagaimana dikutip dari wikipedia.

Sebulan kemudian dia mencetuskan perdebatan sengit dengan menganjurkan agar surat kabar Jong Java diterbitkan dalam bahasa Melayu saja, dan bukan dalam bahasa Belanda.

Kemudian pada 1926, ia mendirikan Algemeene Studie Club (ASC) di Bandung.

Organisasi ini merupakan cikal bakal Partai Nasional Indonesia (PNI).

Akhirnya PNI pun berdiri pada tahun 1927.

Namun, Soekarno ditangkap oleh Belanda pada 29 Desember 1929 di Yogyakarta karena aktivitasnya di PNI.

Kemudian ia dibebaskan pada 31 Desember 1931.

Kiprahnya di dunia politik pun pernah membuat Ir. Soekarno diasingkan.

Ia ditangkap kemudian diasingkan ke Flores pada Agustus 1933.

Tak hanya itu, pada 1938-1942 ia diasingkan ke Bengkulu.

Presiden pertama Indonesia ini kembali dari perasingan pada awal masa penjajahan Jepang.

Lantas, ia kemudian langsung aktif dalam memperjuangkan dan persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Soekarno pun aktif di beberapa organisasi seperti BPUPKI, PPKI, Jawa Hokokai, dan Pusat Tenaga Rakyat.

Ia juga merumuskan Pancasila dan menetapkan sebagai dasar negara.

Soekarno juga mencetuskan UUD 1945 serta naskah proklamasi Kemerdekaan.

5. Pengangkatan sebagai presiden

Ir. Soekarno
Ir. Soekarno (net)

Mendekati tanggal Kemerdekaan Indonesia tepatnya pada 16 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta dibujuk para pemuda di Rengasdengklok untuk memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia.

Akhirnya pada 17 Agustus 1945, Ir. Soekarno memproklamasikan Kemerdekan Indonesia.

Kemudian sehari setelahnya, 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Lantas pada 29 Agustus 1945, jabatan keduanya dikukuhkan oleh KNIP.

6. Kahidupan Soekarno

Presiden Soekarno saat ikut sholat berjamaah
Presiden Soekarno saat ikut sholat berjamaah (Arsip Negara)

Soekarno semasa hidupnya dikenal memiliki beberapa istri.

Dilansir dari wikipedia, ia telah menikahi beberapa wanita yakni Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Kartini Manoppo, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, dan Heldy Djafar.

Dari pernikahannya itu, ia dikaruniai 11 orang anak.

Beberapa di antaranya mengikuti jejak sang ayah yakni terjun di dunia politik.

Seperti Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, dan Sukmawati Soekarnoputri.

Namun anak pertama Soekarno dan Fatmawati, Guntur Soekarnoputra tak mengikuti jejak sang ayah.

Soekarno pernah mengalami percobaan pembunuhan.

Kala itu pada 14 Mei 1962 saat Sholat Idul Adha di Masjid Baiturahim.

Bachrum yang kala itu berhasil mendapatkan posisi di saf depan dalam barisan jamaah.

Ia pun membawa pistol kemudian moncongnya diarahkan ke Soekarno.

Akan tetapi peluru meleset dan malah menyerempet Ketua DPR GR KH Zainul Arifin.

Haji Bachrum kemudian divonis hukuman mati, namun kemudian ia mendapatkan grasi, sebagaimana dilansir dari wikipedia.

7. Kutipan kata-kata Bung Karno

Soekarno
Soekarno (LIFE)

1. "Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia."

2. "Ikrarkanlah ikrar sumpah pemuda dengan hati dan anggota badan yang akan menjadi bukti dan raihlah kemerdekaan Indonesia yang sejati."

3. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya."

4. "Tuhan hanya akan mengubah nasib sebuah bangsa jika bangsa itu hendak merubah nasib bangsanya sendiri. Bersatulah para pemuda dan pemudi Indonesia dan rubahlah nasib bangsa kita supaya lebih baik dari sebelumnya. "

5. "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."

6. "Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan."

7. "Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang."

8. "Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka."

9. "Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali."

10. "Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali." (*)

#Soekarno #BungKarno #istriSokearno

Ikuti kami di
Editor: Galuh Palupi
Sumber: Intisari
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved