Breaking News:

Cerita di Balik Hari Musik Nasional, Diperingati Tiap 9 Maret, Kenang Kelahiran WR Soepratman

Inilah sejarah Hari Musik Nasional, diperingati setiap 9 Maret untuk kenang jasa WR Soepratman. Sempat jadi polemik soal tanggal kelahirannya.

Pixabay
Ilustrasi bermain alat musik gitar. 

Pemerintah Indonesia memberi WR Soepratman gelar Pahlawan Nasional dan Bintang Maha Putera Utama kelas III pada tahun 1971.

Melansir laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), karier WR Soepratman dalam bermusik tidak terlepas dari peran kakak iparnya, Willem van Eldik.

Ia dihadiahi biola ketika ulang tahunnya yang ke-17.

Bersama dengan Van Eldik, Ia tergabung dalam kelompok musik Black And White Jazz.

Ketika tinggal di Jakarta, Soepratman merasa tertantang setelah membaca sebuah karangan dalam majalah Timbul yang berisikan tantangan terhadap ahli-ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan.

Pada tahun 1924, pria kelahiran Meester Cornelis (sekarang Jatinegara) tersebut berhasil menyelesaikan lagu kebangsaan 'Indonesia Raya' ketika tengah berada di Bandung, pada usianya yang baru menginjak 21 tahun.

Sampai akhirnya, WR Soepratman memperdengarkan lagu kebangsaan 'Indonesia Raya' untuk pertama kalinya di depan khalayak umum pada malam penutupan Kongres Pemuda II yang dilangsungkan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1928, secara instrumental.

Sayangnya, anak dari Abdoelmoein dan Siti Senen tersebut tak pernah mendengar lagu ciptaanya dikumandangkan di hari kemerdekaan karena sudah terlebih dahulu meninggal pada 17 Agustus 1983 karena sakit.

Konferensi Musik Indonesia Pertama

Lima tahun setelah Indonesia memiliki Hari Musik Nasional, sejumlah musikus menggelar Konferensi Musik Indonesia di Kota Ambon, Maluku, pada 7 hingga 9 Maret 2018.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Ika Putri Bramasti
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved