Heboh Ghosting, Kenapa Orang Tega Melakukannya? Ini Cara Mengatasi Emosi Akibat Ter-ghosting
Heboh Ghosting, kenapa orang tega melakukannya? Ini cara mengatasi emosi akibat ter-ghosting.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
Reporter: Gigih Panggayuh
TRIBUNSTYLE.COM - Heboh Ghosting, kenapa orang tega melakukannya? Ini cara mengatasi emosi akibat ter-ghosting.
Istilah ghosting tengah ramai diperbincangkan publik di jagat media sosial.
Berdasarkan penelusuran TribunStyle.com, rupanya kata ghosting heboh menyusul kisruh hubungan Kaesang Pangarep dan Felicia Tissue.
Beredar isu bahwa hubungan keduanya kandas lantaran Kaesang melakukan ghosting, atau menghilang begitu saja tanpa kabar.
Alhasil, banyak warganet yang mempertanyakan apa itu ghosting, hingga menyampaikan definisi menurut pendapat mereka masing-masing.
Terlepas dari kisah asmara Kaesang dan Felicia, apa sebenarnya ghosting itu?
Baca juga: Trending di Twitter, Apa Itu Ghosting? Kekasih Tetiba Hilang Tanpa Kabar, Cara Putus yang Wajarkah?
Baca juga: Arti dan 8 Ciri Ghosting, Viral Setelah Kaesang & Felicia Tissue Putus, Selalu Berakhir Menyakiti
Melansir Psychology Today, ghosting adalah ketika seseorang yang disayangi atau kekasih menghilang begitu saja tanpa kabar.
Kekasih itu pergi tanpa penjelasan sama sekali, tak ada pesan, telepon, atau biasa disebut hilang kontak.
Ghosting bukanlah hal baru, orang-orang telah lama terlibat dalam tindakan ini.
Dalam budaya kencan saat ini, ghosting adalah fenomena yang dialami oleh sekitar 50 persen pria dan wanita.
Jumlah yang hampir sama juga terjadi pada orang yang telah melakukan ghosting.
Alasan Orang Melakukan Ghosting
Orang-orang yang ghosting berfokus untuk menghindari ketidaknyamanan emosional mereka sendiri.
Mereka tidak peduli dan memikirkan begaimana perasaan orang lain yang ditinggalkan tanpa penjelasan.
Ghosting mungkin dimulai dengan pesan (chat) atau panggilan yang tidak dijawab, dan terjadi dalam jangka waktu lama.
Dirangkum dari PsychCentral, inilah sederet alasan orang melakukan ghosting.
1. Takut
Orang yang tidak menangani konflik dengan baik takut akan konfrontasi.
Mereka mungkin ingin menghindari percakapan putus, tapi pergi tanpa sepatah kata, kejam dan menyakitkan.
2. Malu
Orang dengan harga diri rendah ingin menghindari kritik dan rasa malu yang mereka antisipasi.
3. Tertekan dan Kewalahan
Beberapa orang bisa menyembunyikan depresi untuk sementara waktu.
Mereka yang ghosting mungkin terlalu tertekan untuk melanjutkan dan tidak ingin mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi dalam hidupnya.
4. Cari Aman
Adakalanya, seseorang menjadi hantu alias ghosting karena pernah mengamuk di masa lalu dan melakukan kekerasan verbal, atau sebaliknya.
Maka, mereka cari aman agar hal itu tak terjadi lagi.
5. Pemain Ulung
Bagi beberapa pecinta, terutama narsisis, hubungan hanya sarana memuaskan ego.
Mereka tidak tertarik dengan komitmen atau peduli dengan perasaan pasangannya.
Orang tipe ini tak terlibat secara emosional dan dapat bertindak tanpa perasaan setelah tidak lagi tertarik.
Cara Mengatasi Emosi ketika Jadi Korban Ghosting
Hal penting untuk diingat adalah bahwa ketika kena ghosting, itu tidak ada kaitannya dengan kelayakanmu untuk dicintai.
Segala sesuatu adalah tentang orang yang melakukan ghosting itu.
Ini menunjukkan bahwa dia tidak memiliki keberanian untuk mengatasi ketidaknyamanan emosi ketika menjalin sebuah hubungan.
Mereka juga tidak memahami dampak dari perilaku mereka atau lebih buruk lagi, tidak peduli.
Bagaimanapun, mereka telah mengirimi pesan yang sangat keras: 'Saya tidak perlu untuk memiliki hubungan yang sehat dan dewasa'.
Hindari Menyalahkan Diri Sendiri
Tangani ghosting dengan cara yang sehat tanpa menyalahkan diri sendiri.
Penolakan bisa menyakitkan, tetapi jangan bertumpuk pada penderitaan yang tidak perlu.
Kamu tentu tidak bisa membuat atau memaksakan orang lain mencintaimu, bukan?
Jadilah orang yang lebih baik, pertahankan martabat, dan biarkan dia yang ghosting itu pergi dengan damai.
Jangan biarkan perilaku buruk orang lain merampok masa depan yang lebih baik.
Jaga agar energi kamu tetap fokus untuk melakukan apa yang membuatmu bahagia.
Ketahuilah bahwa dengan memperlakukan orang lain penuh rasa hormat dan integritas, maka tidak akan ada ghosting di frekuensimu.
Biarkan dia pergi, seseorang yang lebih baik akan menghampiri selama kamu membuka hati dan fokus ke depan.
(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)
Baca juga: BERKACA Pada Felicia Tissue, Inilah Cara Agar Terhindar dari Ghosting, Ampuh Cegah Sakit Hati
Baca juga: Jangan Menyerah Dulu, Ini 7 Cara Mempertahankan Hubungan Saat Muncul Rasa Bosan dengan Pasangan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/zodiak-suka-menyendiri-ilustrasi.jpg)