Breaking News:

ByteDance, Induk Perusahaan TikTok di China Kembangkan Media Sosial Berbasis Audio Mirip Clubhouse

Ketenaran aplikasi voice chat Clubhouse membuat developer lain juga ikut mengembangkan aplikasi serupa.

DW News
Aplikasi Clubhouse 

Reporter : Anggie Irfansyah

TRIBUNSTYLE.COM - Ketenaran aplikasi voice chat Clubhouse membuat developer lain juga ikut mengembangkan aplikasi serupa.

Aplikasi Clubhouse sempat naik daun beberapa waktu belakangan.

Banyak orang yang menggunakan Clubhouse untuk melakukan voice chat.

Aplikasi rintisan perusahaan Valley Springs asal Amerika itu juga turut digunakan beberapa pesohor dunia, seperti Elon Musk, Vladimir Putin, Mark Zuckerberg, dan masih banyak lagi.

Popularitas Clubhouse tersebut membuat developer aplikasi lain ikut mengembangkan aplikasi serupa.

Baca juga: GothamChess Gembok Media Sosial setelah Heboh Kalah Catur yang Berujung Diblokirnya Dewa Kipas

Baca juga: Twitter Persiapkan Spaces, Fitur Sosial Media Berbasis Audio Serupa Clubhouse, Seperti Apa?

Ilustrasi aplikasi tiktok
Ilustrasi aplikasi tiktok (Freepik)

Salah satunya adalah ByteDance, perusahaan induk TikTok asal Cina ini juga ikut mengembangkan aplikasi berbasis audio mirip Clubhouse.

ByteDancer ingin aplikasi yang sedang digarap ini menjadi suksesor setelah TikTok sukses di pasar global, yang sempat menjadi aplikasi terpopuler selain Instagram dan Twitter.

Dilansir dari laman Reuters, kesuksesan Clubhouse yang berasal dari Amerika ini ternyata turut memanaskan tensi politik di Beijing.

Clubhouse dituding menjadi ruang diskusi ilegal karena seringkali membahas isu sensitif di China.

Akhirnya, sejak Februari lalu pemerintah China akhirnya memblokir Clubhouse.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Anggie Irfansyah
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved