Breaking News:

'Aku Sudah Gak Kuat, Mas' Ashanty Sesak Nafas Tergolek Lemah karena Covid-19, Anang Hermansyah Panik

Anang Hermansyah beberkan kondisi terkini dari sang istri, Ashanty, yang sedang berjuang untuk sembuh dari Covid-19.

Kolase TribunStyle.com/Instagram
Ashanty istri Anang Hermansyah sedang berjuang keras melawan Covid-19 

Reporter: Febriana Nur Insani

TRIBUNSTYLE.COM - 'Aku sudah nggak kuat, Mas Anang ..." keluh Ashanty yang sesak nafas banget karena Covid-19 dan tergolek lemah di ranjang, Anang Hermansyah panik, berusaha terus menghibur bunda Aurel Hermansyah, Azriel, Arsy dan Arsya itu.

Begitulah, Anang Hermansyah beberkan kondisi terkini dari sang istri, Ashanty, yang sedang berjuang untuk sembuh dari Covid-19. Anang Hermansyah menyebut Ashanty sempat mengeluh sudah tidak kuat.

Keluarga Anang Hermansyah saat ini tengah dilanda musibah.

Empat anggota keluarga kini tengah berjuang untuk sembuh dari Covid-19.

Mereka adalah Ashanty, Aurel Hermansyah, Azriel Hermansyah, dan Arsy Hermansyah.

Baru-baru Anang pun membeberkan kondisi sang istri.

Ia juga menceritakan momen saat Ashanty mengeluh sudah tidak kuat.

Hal itu terekam dalam video di YouTube The Hermansyah A6 yang diunggah pada Selasa, (23/2/2021).

Baca juga: Kondisi Ashanty Belum Stabil, Manajer Ungkap Istri Anang sedang Dirawat Intensif di Rumah Sakit

Baca juga: Ashanty Covid-19 dan Derita Autoimun, Dokter Tirta Minta Dipantau Terus: Saya Sudah Wanti-wanti

Keluarga Anang Hermansyah dan Ashanty
Keluarga Anang Hermansyah dan Ashanty (Instagram)

Anang mengaku saat ini Ashanty tengah di rawat di rumah sakit.

Pasalnya, Ashanty juga memiliki penyakit penyerta yakni autoimun.

"Bunda ini memang tanda tanya lumayan rumit adalah autoimunnya.

Ini yang menjadi kompleks, permasalahannya tidak Covid aja.

Akhirnya ditaruh di rumah sakit ditemenin sama kakak Jiel," ungkap Anang.

Anang mengakui istrinya sempat mengeluh sudah tidak kuat.

Ashanty disebut mengalami sesak napas hingga tidak bisa tidur.

Hal itu pun membuat semua orang panik.

Kondisi Ashanty belum stabil, dirawat intens di rumah sakit.
Ashanty dirawat di rumah sakit. (Kolase TribunStyle (Instagram @azriel_hermansyah, @ashanty_ash))

"Sebenarnya yang pertama di rumah sakit itu ngecek paru-paru, apakah paru-parunya masalah banget apa enggak.

Kalau ada orang yang kena Covid itu kabutnya banyak, putih-putih di paru-parunya.

Nah bunda itu tipis, sangat tipis. Jadi dokter bilang 'Enggak apa-apa, ini isolasi mandiri aja dulu'.

Akhirnya kita pulang, selang dua hari dari rumah sakit, bunda drop memang.

Sampai dia bilang 'Aku enggak kuat nih, aku enggak kuat nih, ini gimana aku sesak banget, aku enggak bisa tidur'.

Wah itu di rumah panik semua. Aku juga panik banget melihat bunda ngomong 'Aku enggak kuat, aku enggak kuat'.

Hari itu juga langsung dilarikan (ke rumah sakit)," lanjutnya.

Selain sesak napas, ada faktor lain yang membuat Ashanty dilarikan ke rumah sakit.

Anang Hermansyah beberkan kondisi Ashanty
Anang Hermansyah beberkan kondisi Ashanty (YouTube The Hermansyah A6)

Baca juga: Pernikahan dengan Aurel Diminta Jangan Diundur, Atta Halilintar Kesal: Masa Orang Sakit Dipaksa Akad

Baca juga: Tak Ingin Tergesa-gesa, Krisdayanti Minta Aurel Fokus pada Penyembuhan Covid, Bukan Pernikahan

Anang bahkan menyebut istrinya sempat berada di masa kritis.

"Trigger dari dipaksa ke rumah sakit itu pun gara-gara D-dimer bunda itu tinggi.

Jadi D-dimer itu tinggi, kekentalan darahnya menjadi sangat kental.

Nah kalau ini menutupi saluran-saluran di pernapasan, ini yang tidak bisa dikendalikan.

Jadi kemarin ada masa kritisnya memang, sempat masa kritis.

Bunda itu sangat membingungkan kita semua karena D-dimer nya tinggi.

Ini yang memicu bisa tidak tertangani kalau sampai tidak segera dibereskan dulu masalah pengentalan darahnya," terang Anang.

Setelah menjalani perawatan selama beberapa hari, Ashanty disebut mulai membaik.

"Semenjak ini sudah mulai membaik. Sekarang udah enam hari (dirawat)," imbuhnya.

Kabar Ashanty dan ketiga anaknya positif Covid-19 diumumkan pertama kali oleh sang asisten, Vyndika.

Melalui akun Instagram @ashanty_ash, Vyndika menerangkan kronologi Ashanty dinyatakan positif Covid-19.

"Setiap minggu bunda pasti PCR karena ada sakit bawaan.

Terakhir swab tanggal 8 Februari negatif.

Sabtu kemarin antigen negatif.

Dan semalam tiba-tiba meriang, flu, batuk, panas tinggi, sesak napas.

Tadi malam juga di PCR dan subuh tadi hasilnya positif Covid-19.

Akhirnya semua di rumah cek juga, dan yang positif juga kaka Loly, Arsy, dan Jiel.

Tolong doanya ya teman-teman semua," tulis Vyndika pada Senin (15/2/2021).

Positif Covid-19 dan Punya Riwayat Autoimun seperti Ashanty, Benarkah Efeknya Lebih Parah?

Muncul pertanyaan, benarkah efek penyakit autoimun yang diderita Ashanty memperberat kondisi istri Anang Hermansyah di saat berjuang lawan Covid-19 seperti dideritanya sekarang ini? 

Dijelaskan dr. Hendra Gunawan, dr., Sp.PD, penyakit autoimun ini merupakan penyakit kronis eksaserbatif, artinya ada suatu saat pasien dalam fase remisi (aktivitas penyakit rendah) dan sebaliknya ada suatu saat pasien dalam fase flare up (aktivitas penyakit tinggi).

Ashanty yang sedang terbaring sakit autoimun, juga berjuang lawan Covid-19
Ashanty yang sedang terbaring sakit autoimun, juga berjuang lawan Covid-19 (TribunStyle.com/kolase (instagram @aurelie.hermansyah @ashanty_ash ))

Istilah autoimun saat ini umumnya mengacu pada penyakit tertentu, seperti Lupus eritematosus sistemik dan artritis reumatoid. Namun sebenarnya, batasan penyakit autoimun tidak hanya dua penyakit tersebut.

Lalu, benarkah pengidap autoimun lebih berisiko terinfeksi Covid-19?

Hingga saat ini, studi terdahulu menyatakan bahwa pasien autoimun dengan aktivitas penyakit yang tinggi, lebih berisiko mengalami infeksi apapun, termasuk infeksi virus.

“Namun, sampai sekarang memang masih belum ada bukti yang menunjukkan adanya peningkatan risiko infeksi Covid-19 pada pasien dengan autoimun,” ujar dokter yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital saat dihubungi Kompas.com, Rabu (17/2/2021).

Senada dengan hal itu, panduan dari IRA (Indonesian Rheumatology Association) juga menyebutkan, pasien autoimun memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit infeksi.

Hal ini karena umumnya pasien autoimun memiliki kekebalan tubuh yang lebih rendah, yang disebabkan oleh obat-obatan yang bersifat immunosuppresant atau menurunkan kekebalan tubuh.

Obat-obatan tersebut digunakan untuk mengontrol penyakit autoimun.

Selain itu, menurut dr. Hendra, bila kondisi imunitas tubuh berada dalam pengaruh obat immunosuppresant, maka respons tubuh terhadap infeksi Covid-19 juga menurun, sehingga risiko terjadinya Covid-19 gejala berat lebih besar.

Namun, seberapa besar peningkatan risiko keparahan infeksi Covid-19 pada pasien dengan penyakit autoimun pada berbagai tingkat aktivitas penyakit, menurutnya masih belum diketahui hingga kini.

Dr. Hendra menekankan pentingnya pasien dengan autoimun menginformasikan pada dokter yang merawat, terkait riwayat pengobatan yang dijalani.

“Dengan begitu, dokter dapat menilai aktivitas penyakit autoimun yang diderita pasien,” katanya.

Selain itu, pasien harus selalu diingatkan untuk menjaga diri dengan melakukan protokol 5M, yaitu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman minimal 1,5-2 M, memakai masker, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Begitu juga pada pasien yang melakukan isolasi mandiri, tetap lakukan protokol kesehatan 5M, jaga kesehatan dengan minum cukup, makan makanan bergizi, olah raga teratur, dan mengonsumsi obat autoimun sesuai dengan anjuran dokter yang merawat. (TribunStyle.com/Febriana)

Ikuti kami di
Penulis: Febriana Nur Insani
Editor: Agung Budi Santoso
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved