Breaking News:

PUKUL Kepala Anak Kades Hingga Tewas, Penyamaran Pelaku Pura-pura Ikut Cari Dibongkar Anak Sendiri

Pelaku diketahui sempat berniat mencabuli anak kades dengan iming-iming uang Rp 1000. Naik pitam ditolak, pelaku pukul kepala korban hingga tewas.

Instagram @ndorobeii, TribunMedan/HO
Bunuh anak kepala desa, pelaku sempat nyamar pura-pura ikut mencari 

Dan dibenarkan ibu saksi mata," tukas Arke.

Dendam Pilkades

Menurut AKBP Arke Furman Ambat pelaku sendiri merupakan tetangga orangtua korban.

Malahan pelaku masih satu marga dengan keluarga korban.

Kepada polisi, pelaku mengaku dendam pada orangtua korban, Masarudin Laia (38).

Dendam tersebut merupakan buntut dari Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dimenangkan Masarudin.

Menurut Arke, pelaku juga sempat berpura-pura mencari keberadaan korban saat masih hilang.

Bahkan, pelaku juga berada di lokasi saat jasad korban ditemukan.

TERKUAK Sudah Teka-teki Wanita Tewas Tertancap Bambu, Sang Ibu di Arab Histeris Tahu Penyebabnya

Teka-teki kematian wanita muda di Garut dalam kondisi tertancap bambu akhirnya mulai terungkap.

Sang ibunda di Arab diketahui histeris mengetahui kondisi tragis putri semata wayangnya.

Kini penyebab kematian korban pun mulai terungkap satu per satu.

Ya, wanita muda tersebut ternyata berinisial WN (21) yang merupakan korban pembunuhan.

Sebelumnya korban ditemukan di bantaran Sungai Cimalaka Desa Tegalpanjang Kecamatan Sucinaraja pada Jumat (5/2/2021) pagi.

Setelah sempat diotopsi di RS Sartika Asih Bandung pada Sabtu (6/2/2021) pagi, jenazah korban dimakamkan hari itu juga di tempat pemakaman umum dekat rumahnya.

Baca juga: SIBUK Karaoke dengan Volume Keras, Ibu Histeris Lihat Anaknya Sudah Tewas Tenggelam di Septic Tank

Baca juga: VIRAL Foto Bocah Termenung di Balik Jeruji Besi Sebelum Tewas di Bak Mandi, Terungkap Penderitaannya

Jenazah WN wanita yang tewas tertancam bambu dimakamkan
Jenazah WN wanita yang tewas tertancam bambu dimakamkan (TribunJabar.id/Sidqi Al Ghifari)

Kepala Desa Sindangratu Kecamatan Wanaraja Yuyu Sunia yang ditemui Sabtu (6/2/2021) di sela pemakaman korban mengungkapkan, WN diketahui keluar rumah pada Selasa (2/2/2021) pagi sekitar pukul 09.00.

Kontak terakhir pihak keluarga dengan korban dilakukan pada pukul 13.00 siang.

Setelah itu, keluarga korban kehilangan kontak.

Pihak keluarga pun menurut Yuyu esoknya mulai melakukan pencarian, hingga dirinya mendapat laporan dari Desa Tegalpanjang Kecamatan Sucinaraja yang menemukan mayat wanita muda dengan KTP atas nama WN (21) warga Kampung Ciloa Tengah Desa Sindangratu Kecamatan Wanaraja.

"Saya dapat laporan karena KTP nya warga Sindangratu, ternyata benar, korban warga Sindangratu," jelas Yuyu di sela pemakaman korban, Sabtu (6/2/2021).

Sementara itu kabar korban tewas dibunuh itu dibenarkan Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono yang dihubungi Minggu (7/02/2021).

Kapolres pun mengatakan bahwa pelaku sudah ditangkap.

"Iya, pelaku sudah diamankan," jelas Benny singkar lewat aplikasi pesan.

Benny mengakui, sebelum mayat wanita tersebut ditemukan, pelaku sudah diamankan oleh aparat kepolisian Polsek Tarogong Kidul.

Namun, kasus yang menjeratnya adalah pencurian.

"Iya kasus pencurian," katanya.

Dari informasi yang dihimpun Kompas.com, pelaku masih memiliki hubungan dekat dengan korban yaitu pacar korban.

Aparat kepolisian sendiri, rencananya akan menggelar ekspose kasus tersebut, Senin (8/2/2021) kepada media.

"Besok rencananya ekspose," jelas Benny.

Isak tangis ibu

WN, gadis yang ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan ternyata hidup jauh dari orang tua.

Menurut keterangan salah seorang keluarga, Ai Kusmiati (40), WN sudah tidak hidup dengan orang tua sejak umur 1 tahun.

Orang tuanya bercerai lalu ayahnya meninggal dunia.

"Sejak ibunya bercerai, ia sudah ditinggal sejak umur satu tahun, ibunya berangkat ke Arab Saudi sebagai TKW," katanya, Sabtu (6/2/2021).

Sejak saat itu WN diurus oleh bibi dan neneknya.

Ilustrasi
Ilustrasi (Food NDTV)

"Kadang, ya di rumah neneknya, kadang juga di sini di rumah bibi dan uwa nya, ya bisa dikatakan dia hidup tanpa perhatian langsung orang tua kandung," ucapnya.

Menurutnya, WN tumbuh menjadi orang yang pendiam.

"Kalo mamahnya pulangnya dia (Weni) mah biasa-biasa saja, cuek.

Diajak main juga tidak pernah mau, malahan kalo sakit juga diam saja, dipaksa diajak ke dokter juga," ucapnya.

Ai dan keluarga tidak menyangka nasib keponakannya itu berakhir dengan cara yang tidak wajar.

"Kami syok waktu dengar kabar itu, ya mau gimana lagi, yang sudah pergi tak akan kembali, mamahnya di Arab apalagi histeris, gak kebayang mau gimana-gimana tapi tidak bisa pulang," ucapnya.

Ia berharap pihak kepolisian cepat mengusut tuntas apa yang sebenarnya terjadi pada keponakannya.

Sementara itu Ibunda WN yang berada di Arab Saudi tak henti-hentinya menangis atas kepergian anaknya.

Nurjanah (42) ibunda Weni meminta pihak kepolisian segera mengungkap penyebab kematian anaknya.

"Semoga pihak kepolisian segera mengungkap, pelaku harus dihukum dengan hukuman yang setimpal," kata Nurjanah saat dihubungi via telpon melalui Kades Desa Sindangratu, Yuyu Sunia.

Sebelumnya Kapolsek Wanaraja, Kompol Oon Suhendar yang dihubungi Sabtu (6/2/2021) mengungkapkan, pihaknya sudah memeriksa sedikitnya enam orang saksi dari keluarga dan teman korban.

Namun, belum ada keterangan yang bisa mengungkap dengan siapa korban terakhir pergi keluar dari rumah.

"Enggak ada yang tahu, karena terakhir keluar rumah ditanya korban tidak menjawab apa-apa," jelas Oon.

Pihaknya pun mencoba mencari informasi lewat jejak digital korban lewat akun media sosialnya.

"Lagi lacak apakah punya Facebook, kita coba lacak jejak digitalnya," katanya.

Sebagian artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Tampang Pelaku Saat Pura-pura Ikut Cari Jasad Putri Pak Kades, Penyamaran Dibongkar Anak SendiriFakta Baru Wanita Tewas Tertancap Bambu, Penyebab Kematian Korban Terjawab, Ibu Histeris

 
Ikuti kami di
Editor: Monalisa
Sumber: Tribun Bogor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved