Breaking News:

KISAH Cinta Sehidup Semati, Istri Meninggal 2,5 Jam Kemudian Disusul Suami, Dimakamkan 1 Liang Lahat

Kisah cinta sehidup semati, pasangan suami istri di Bojonegoro meninggal hampir bersamaan hanya selisih 2,5 jam, kini dimakamkan satu liang lahat.

Instagram @berita_bojonegoro2
Pasutri di Bojonegoro meninggal hampir bersamaan, hanya selisih 2,5 jam. 

TRIBUNSTYLE.COM - Kisah cinta sehidup semati pasangan suami istri meninggal nyaris bersamaan, hanya selisih 2,5 jam.

Pasangan tersebut merupakan warga di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro.

Seolah mengesankan tak ingin berpisah, pasangan bernama H. Fathkan Sibyan dan Hj. Ummi Munawaroh meninggal dunia, pada Jumat (5/2/2021), dini hari. 

Sang istri lebih dulu menghembuskan nafas terakhir pada pukul 01.30 WIB. Sedangkan suami Fathkan meninggal sekitar pukul 04.00 WIB. 

Sebelum meninggal dunia, Ummi Munawaroh diketahui menderita sakit katisen atau kedinginan serta sesak nafas. Sebagaimana penyakit pada orang tua. Sedangkan Fathkan terlihat sehat seperti hari-hari biasa. 

Cucu dari kakak kandung H Fathkan, Rafi Afiyudin mengatakan, begitu mengetahui nenek Ummi meninggal ia langsung datang ke rumahnya.

Haji Fathkan terlihat sedih sembari memandangi istrinya yang sudah membujur kaku.

Baca juga: VIRAL Nenek Sebatang Kara Sempat Diarak Karena Mencopet, Begitu Mengaji Suara Merdunya Buat Kagum

Baca juga: VIRAL Kisah Nyata Cinta Sehidup Semati, Nenek Zainun Meninggal Pagi, Suami Menyusul 15 Jam Kemudian

s
Pasangan suami istri di Bojonegoro meninggal selisih 2 jam setengah. (Intsagram @berita_bojonegoro2)

Ia pun berusaha menenangkan sang kakek yang saat itu kehilangan belahan jiwanya.

"Kakek sangat kehilangan saat itu, saya berusaha menenangkannya," ujar Rafi, Sabtu (6/2/2021). 

Dia menjelaskan, setelah istri lebih dulu meninggal, kakek juga bilang kalau teman seperjuangan hidupnya meninggal dunia

Setelah itu tak berlangsung lama Mbah Fathkan mengucapkan yang kurang jelas, tak lama ia meninggal dunia. 

Keduanya lantas dimakamkan dalam satu tempat. 

Semasa hidupnya, pasutri yang mempunyai usaha di bidang konveksi itu selalu bersama-sama, baik saat menunaikan ibadah salat di masjid maupun pergi ke tempat usahanya Jalan Gajah Mada.

"Selalu naik motor Vespa, terlihat selalu romantis. Keduanya dimakamkan di satu liang lahat," ungkapnya.

Masih kata Rafi, mbah Fathkan dan Ummi memang tidak mempunyai keturunan. Namun keduanya diberikan banyak rezeki dan usahanya juga terbilang sukses.

Saking suksesnya, keduanya juga membangun sebuah pondok dan masjid.

Bahkan, menurut ulama setempat, Mbah Fathkan berdoa ingin meninggal dunia bersama istrinya. 

"Mbah Fathkan membangun masjid dan pondok, semoga amal ibadah keduanya diterima Allah SWT dan keduanya ditempatkan di surga," pungkasnya.(nok) 

Kisah Cinta Sehidup Semati Pasangan asal Malaysia

Kisah cinta sehidup semati juga dialami pasangan suami istri asal Malaysia.

Ungkapan cinta sehidup semati layak disematkan kepada pasangan suami istri ini.

Setelah sang istri meninggal dunia, 15 jam kemudian suami menyusul istri diantarkan ke tempat peristirahatan terakhir.

Melansir dari Kosmo Online, Kamis (5/11/2020) sang istri meninggal dunia karena mengidap kanker usus.

Seorang istri bernama Wan Zainun Wan Chik (84) meninggal pada pukul 6:48 pagi.

Sedangkan suaminya bernama Wan Yahya Wan Husein (87) menghembuskan napas terakhirnya 15 jam kemudian tepatnya pukul 21:40 karena infeksi paru-paru.

Wan Zainun meninggal dunia di RS Sultanah Nur Zahirah, Kuala Terengganu.

Sedangkan suaminya meninggal di rumahnya di Taman Dato 'Abdul Rahman, Kuala Berang, Terengganu, Malaysia.

Putri tertua dari pasangan suami istri ini bernama Wan Rahimah (63) mengatakan kesehatan kedua orang tuanya mulai menurun bulan lalu.

Terangnya sang ayah menderita masalah paru-paru pada 15 Oktober, sebelum ibunya dirawat di rumah sakit setelah didiagnosis menderita kanker usus, lima hari kemudian.

"Ayah sangat sedih dan terlihat telah kehilangan separuh hidupnya setelah ibu dirawat di rumah sakit.

Hubungan mereka sangat erat bagai kepiting," sebut anak pasangan suami istri.

Sebelum istrinya meninggal, anak mereka sempat membawa Wan Yahya ke rumah sakit menjenguk sang istri.

"Sebelum ibu meninggal dunia, kami membawa ayah menemui ibu.

Dalam pertemuan terakhir hampir satu jam, ayah saya mengenggam erat tangannya dan memandangi wajah ibu dalam-dalam sambil menangis," terang anak.

Ia turut menambah, air mata ayahnya kembali menetes setelah ibunya dinyatakan meninggal dunia.

Menurut anak pasangan suami istri ini, Wan Rahimah, meski dalam keadaan sakit, ayahnya yang menderita gangguan saraf menguatkan semangatnya untuk menghadiri pemakaman istrinya di Pemakaman Islam Jalan Pusara, Kuala Berang pukul 15:00 waktu Malaysia.

"Kami tidak menyangka, ayah turut meninggal dunia setelah ibu meninggal.

"Jenazah ayah dikuburkan di area pemakaman yang sama, meski kaget dengan kepergian dua orang tua sekaligus, kami menerima dengan baik karena ini telah di atur Allah," ujarnya.

Kata Wan Rahimah, orang tuanya adalah pasangan yang romantis dan tidak pernah bertengkar hebat.

"Mereka selalu membuat keputusan bersama selama 64 tahun usia pernikahan," ujarnya.

Wan Rahimah mengatakan orang tuanya membesarkan lima anaknya.

Selain itu pasangan suami istri ini pemilik toko ritel dan rempah-rempah sejak tahun 1970-an sampai diwariskan bisnis tersebut pada anak-anaknya tahun 2008.

Setiap pasangan suami istri menginginkan hidup bersama hingga usia tua.

Mereka yang saling mencintai selalu mengedapkan keharmonisan daripada meninggikan ego masing-masing.

Rela berlapang dada dengan berbagai perilaku pasangan yang tidak disukai. 

Sebagaimana pasangan suami istri satu ini, sebutan cinta sehidup semati telah mereka buktikan. 

Seperti yang diungkapkan oleh sang anak, orang tua mereka selalu mendiskusikan apapun berdua, serta tidak pernah mengalami pertengkaran hebat. (Tribun Jatim/M Sudarsono, Serambinews.com/Syamsul Azman)

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Viral Pasutri di Bojonegoro Meninggal Secara Bersamaan, Dimakamkan Satu Liang Lahat

dan di Serambinews.com dengan judul Cinta Sehidup Semati, 15 Jam Setelah Istri Meninggal, Suami Menyusul, Mereka Disebut Bagai Kepiting

Ikuti kami di
Editor: Apriantiara Rahmawati Susma
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved