Breaking News:

Kecelakaan Sriwijaya Air

TEMUKAN Perhiasan Korban Sriwijaya Air, Esa Miris: Jerih Payah Dikumpulin Malah Berakhir Seperti Ini

Tim Basarnas mengaku pilu tatkala memilah perhiasan dari potongan tubuh korban Sriwijaya. Mengaku sempat bayangkan ibunya yang menjadi korban.

Editor: Monalisa
YouTube Kompas TV
Kolase foto tim SAR penyelam menemukan uang tunai dan pakaian yang diduga milik korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Selasa (12/1/2021). 

TRIBUNSTYLE.COM - Bak tersayat hatinya, Esa Asep Saefudin anggota Basarnas mengaku pilu saat temukan perhiasan korban Sriwijaya Air.

Anggota Basarnas yang bertugas sebagai pemilah temuan itu pun tetap tegar kala memindahkan anggota tubuh manusia dan serpihan pesawat ke kantong masing-masing.

Namun, ada satu momen yang cukup melekat di benak Esa Asep Saefudin kala memilah-milah temuan.

Pemuda asal Purwakarta tersebut pun terenyuh kala mengenang kembali cerita itu.

Ia melihat sejumlah perhiasan yang berhasil diangkut oleh tim penyelam.

Di antaranya, cincin, gelang dan kalung.

Baca juga: KATA Pamitan Terakhir Yumma Bocah Berjaket Minnie Mouse Korban Sriwijaya Air, Sempat Terekam Kamera

Baca juga: Ayah & Ibu Korban Sriwijaya Air, Tania Aprilia & 2 Adik jadi Yatim Piatu: Tuhan Tak Tinggalkan Kami

Kolase foto tim SAR penyelam menemukan uang tunai dan pakaian yang diduga milik korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Selasa (12/1/2021).
Kolase foto tim SAR penyelam menemukan uang tunai dan pakaian yang diduga milik korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Selasa (12/1/2021). (YouTube Kompas TV)

Saat melihat temuan itu, pikirannya seketika membayangkan korban adalah seorang ibu.

"Dalam batin saya, mungkin ibu itu mengumpulkan perhiasannya dengan jerih payah.

Tapi malah berakhir seperti ini.

Di situ saya menjadi sangat emosional," ceritanya kepada TribunJakarta.com di Kantor Basarnas Jakarta, Kota Tangerang pada Senin (25/1/2021).

Ia juga sempat terbayang bila itu menimpa ibunya sendiri.

Sembari bertugas, Esa menahan kesedihan dan imajinasinya sesaatnya.

"Dengan kondisi seperti itu saya membayangkan, bagaimana kalau terjadi dengan ibu saya.

Saya sebagai anak benar-benar goyah walaupun sudah terbiasa melakukan tugas ini," ucapnya.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved