Breaking News:

Virus Corona

SERING Disepelekan, Ini Gejala Ringan Positif Covid-19, Termasuk Tidak Sesak Nafas tapi Mudah Lelah

Tanpa disadari, keluhan ini termasuk gejala ringan Covid-19. Tidak sesak nafas tapi menjadi mudah lelah.

Penulis: Octavia Monalisa
Editor: Suli Hanna
unsplash.com/engin akyurt
Ilustrasi gejala ringan Covid-19 

TRIBUNSTYLE.COM - Masa pandemi Covid-19 masih berlangsung, mari perhatikan gejala ringan yang sering disepelekan banyak orang.

Tak melulu batuk dan sesak nafas, ternyata ada gejala lain yang bisa mengindikasi seseorang telah terinfeksi Covid-19.

Sayangnya gejala Covid-19 ini sering kali disepelekan banyak orang.

Pasalnya gejala-gejala ini memang termasuk keluhan ringan seseorang yang tanpa sadar telah positif terkena Covid-19.

Perlu diketahui gejala umum infeksi Covid-19 adalah seperti batuk, demam tinggi, hingga sesak nafas.

Sementara itu masa inkubasi rata-rata 5 hingga 6 hari.

Baca juga: Sempat Positif Covid-19, Irfan Hakim Akui Tubuhnya Terasa Aneh: Kapok, Tersiksa Banget

Baca juga: Profil Aliff Alli, Pesinetron Adik Miller Khan yang Dikabarkan Kritis karena Terpapar Covid-19

Demam jadi salah satu gejala virus corona
Demam jadi salah satu gejala virus corona (Kolase Tribunstyle.com)

Sedangkan masa inkubasi yang terpanjang adalah 14 hari.

Saat menjalani masa inkubasi, setiap orang akan mengalami gejala yang berbeda satu sama lain.

Untuk itu perlu diketahui, setidaknya ada tiga klasifikasi gejala Covid-19 yakni mulai dari yang ringan, sedang, hingga berat.

Di antara ketiga gejala itu, gejala ringan Covid-19-lah yang seringkali tidak disadari dan disepelekan.

Lantas apa saja gejala ringan Covid-19 yang sering tak disadari banyak orang?

Mengutip Tanya Jawab Seputar Virus Corona yang disusun oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, USAID, dan Germas, Mei 2020, gejala ringan di antaranya:

- Demam kurang lebih 38 derajat celsius

- Batuk Nyeri tenggorokan

- Hidung tersumbat

- Malaise (kelelahan)

Pasien dengan gejala ringan juga seringkali menderita gejala flu dan merasa mudah lelah serta sakit kepala.

Ciri khas dari gejala infeksi ringan adalah tidak adanya sesak napas atau gangguan pernapasan berat.

Gejala-gejala ini pun biasanya mereda dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari.

Sedangkan untuk langkah penanganaan gejala Covid-19 ringan tidaklah begitu ribet.

Baca juga: Gejala Lain Belum Terlihat, Vicky Prasetyo Positif Covid-19, Tunangan Kalina: Gue Lemes Banget Bro

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, untuk pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan menunjukkan gejala ringan, berikut adalah langkah penanganannya:

- Dilakukan isolasi sesuai dengan kriteria

- Pada kasus gejala ringan, tidak perlu dilakukan follow up pemeriksaan RT-PCR

- Pemantauan dilakukan berkala selama belum dinyatakan selesai isolasi

- Petugas kesehatan memberikan komunikasi risiko pada kasus termasuk kontak eratnya berupa informasi mengenai Covid-19, pencegahan penularan, tata laksana lanjut jika terjadi perburukan, dan lainnya

- Penyelidikan epidemiologi pada kasus konfirmasi juga termasuk dalam mengidentifikasi kontak erat

- Pasien gejala ringan dinyatakan selesai isolasi harus dihitung 10 hari sejak tanggal onset dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.

Jangan Dilakukan Lagi, Ternyata Ini Bahaya Kebiasaan Menurunkan Masker ke Dagu di Tengah Covid-19

Sementara itu salah satu kesalahan yang sering dilakukan di tengah pandemi adalah menurunkan masker ke dagu.

Tanpa disadari, kebiasaan menurunkan masker di dagu atau leher ternyata memiliki risiko yang fatal.

Alih-alih ingin tetap aman dengan memakai masker, namun lantaran kebiasaan buruk ini risiko anda terkena Covid-19 justru semakin besar.

Sebelumnya Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pernah mengingatkan melalui sebuah video agar kita tidak menyentuh masker dengan tangan ketika sedang mengenakannya.

Di dalam video tersebut, CDC turut menyingung aturan lainnya yang masih sulit dipatuhi sebagian masyarakat, yakni: "jangan letakkan masker wajah di leher atau dahi".

Bahaya menurunkan masker ke dagu di tengah pandemi virus corona.
Bahaya menurunkan masker ke dagu di tengah pandemi virus corona. (https://totabuan.news/TribunManado.com)

Menurut pakar penyakit menular dan peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security, Amesh A. Adalja, MD, ada beberapa alasan mengapa kebiasaan tersebut harus dihindari.

Pasalnya menurut Adalja, jika masker tidak digunakan secara tepat, maka seseorang bisa rentan menghirup partikel yang ada di luar.

Lebih bahaya lagi jika seseorang itu berada di dekat mereka yang sedang sakit dan rentan menularkan virus tersebut dengan mudah.

"Memakainya dengan cara yang tidak tepat pada dan tidak menutupi mulut dan hidung tidak akan memberikan manfaat apapun," kata Dr. Adalja.

Kebiasaan menurunkan masker ke dagu atau leher sama saja kita sedang terus menerus mengotori masker itu.

"Untuk memindahkannya ke dagu kita tentu harus menyentuhnya dan itu dapat mengotori (masker)," kata Adalja.

Baca juga: Sempat Jadi Pasar Mati Akibat Covid, Ini Foto Baru Pasar Wuhan, Warga Berjubel Tak Semua Bermasker

Selain itu East Midlands Ambulance Service dari National Health Service (NHS) juga pernah mengingatkan hal serupa melalui sebuah grafik.

"Grafik ini membantu menjelaskan pentingnya untuk tidak memakai masker di dagu atau leher," demikian tertulis dalam grafik.

Tetesan yang mengandung virus tidak terlihat oleh mata telanjang, sehingga kita tidak akan tahu apakah ada partikel mengandung virus yang menempel di sekitar area dagu dan leher kita.

Jika area dagu dan leher terkena tetesan mengandung virus dan kita menurunkan masker ke area tersebut bisa membuat masker terkontaminasi.

Masker pencegah penularan virus corona
Masker pencegah penularan virus corona (CC0 Public Domain)

Artinya, ketika masker tersebut digunakan kembali untuk menutup hidung dan mulut, maka bakteri, kuman dan virus itu akan langsung masuk dalam tubuh kita.

Kita yang awalnya sehat bisa jadi menjadi sakit.

Daya tahan tubuh yang menurun ditambah bakteri masuk akan membuat kita cepat terinfeksi Covid-19.

Memang kebiasaan ini terkesan sepele, namun nyatanya akibatnya fatal bukan?

Lantas bagaimana jika kita ingin makan atau minum tanpa harus menurunkan masker ke dagu atau leher?

Menurut Adalja, alangkah lebih baik jika sedang makan atau minum untuk melepas masker ketimbang menurunkannya di dagu atau leher.

Sebelum melepas masker, Adalja menyarankan untuk mencuci tangan dengan air dan sabun terlebih dahulu atau menggunakan hand sanitizer.

Kemudian, lepas masker pada bagian ear loop, pastikan tidak menyentuh bagian yang menutupi wajah.

Ketika ingin memakai masker kembali, ada baiknya anda mencuci tangan lebih dulu.

Pastikan anda mengenakannya dengan tepat dengan menutup hidup dan mulut.

Nah, sudah tahu kan sekarang bahaya kebiasaan buruk itu?

Yuk tinggalkan kebiasaan menurunkan masker ke dagu dan leher.

Jangan lupa pakai masker dengan tepat, mencuci tangan dan menjaga jarak.

(TribunStyle.com/Octavia Monalisa)

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Covid-19batukdemam
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved