NAIK Mulai Hari Ini 1 Januari 2020, Simak Rincian Iuran Tarif BPJS Kesehatan Kelas III
Iuran BPJS Kesehatan untuk kelas III mulai hari ini mengalami kenaikan, simak rinciannya, serta besaran iuran bagi pegawai pemerintah.
Penulis: Nafis Abdulhakim
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
TRIBUNSTYLE.COM - Mulai hari ini, Jumat (1/1/2021), iuran tarif BPJS Kesehatan untuk kelas III naik.
Tarif iuran tersebut diatur dalam Pilpres Nomor 64 Tahun 2020.
Adanya perubahan nominal iuran ini, tarif yang dibayarkan peserta kini naik menjadi Rp 35.000 dari yang sebelumnya Rp 25.500.
Keputusan ini pun juga dijelaskan oleh Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma'ruf beberapa waktu lali.
Ia mengatakan, sebetulnya tidak ada kenaikan dalam iuran BPJS Kesehatan kelas II, yakni sebesar Rp 42.000.
Yang membedakan, lanjut Iqbal, besaran subsidi dari pemerintah.
Pada 2020, peserta hanya membayar Rp 25.500, sebagaimana dikutip dari Kompas.com.
Sisanya sebesar Rp 16.500 dibayarkan oleh pemerintah.
Namun, untuk 2021 ini, peserta harus membayar sebesar Rp 35.000.
Sedangkan sisanya, Rp 7.000 dibayar oleh pemerintah.
Artinya, pada 2021 ini ada kenaikan tambahan Rp 9.500 setiap bulannya.
Adapun peserta JKN/KIS tidak dipungut biaya apapun.
Sementara itu, iuran untuk peserta BPJS Kesehatan kelas I dan II tidak naik.
Masing masing sebesar Rp 150.000 dan Rp 100.000.
Untuk Pekerja Penerima Upah (PPU) di lembaga pemerintahan, seperti PNS, Anggota TNI/Polri, iurannya sebesar 5 persen dari gaji.
Rinciannya, 4 persen dibayar oleh pemberi kerja, sedangkan 1 persennya dibayar oleh peserta.
Hal itu juga berlaku untuk PPU di BUMN, BUMD, dan swasta.
Lalu bagi veteran, perintis kemerdekaan, janda/duda, dan anak yatim piatu, iuran ditetapkan sebesar 5 persen dari 45 persen gaji pokok PNS golongan ruang III/a dengan masa kerja 14 tahun.
Seperti yang diketahui, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau BPJS Kesehatan adalah lembaga yang menyelenggarakan jaminan sosial kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dulunya, BPJS Kesehatan adalah PT Askes. Dengan mendaftar BPJS Kesehatan, peserta akan mendapatkan berbagai manfaat fasilitas kesehatan sesuai tingkatannya.
Namun, untuk mendapatkan berbagai manfaat tersebut, peserta harus rutin membayar iuran BPJS Kesehatan setiap bulan.
Berikut daftar iuran yang harus peserta bayar:
- Kelas 1: Rp 150.000
- Kelas 2: Rp 100.000
- Kelas 3: Rp 35.000
Pada 2021, iuran kelas 3 sebenarnya adalah Rp 42.000. Tapi, peserta hanya membayar Rp 35.000 karena ada subsidi dari pemerintah sebesar Rp 7.000.
Lantas, bagaimana jika peserta terlambat membayar iuran BPJS Kesehatan?
Peserta terlambat membayar iuran BPJS Kesehatan
Dirangkum dari Panduan Layanan Bagi Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), ini konsekuensi jika peserta telat membayar iuran BPJS Kesehatan:
- Status peserta menjadi non-aktif sejak tanggal 1 bulan berikutnya, sehingga penjaminan pelayanan kesehatan diberhentikan sementara.
- Kepesertaannya dapat menjadi aktif kembali dan penghentian sementara penjaminan pelayanan kesehatan berakhir bila peserta membayar iuran bulan tertunggak paling banyak 24 bulan serta membayar iuran bulan berjalan. Besaran denda mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan.
- Bila dalam kurun waktu 45 hari sejak status kepesertaan aktif kembali, peserta membutuhkan pelayanan rawat inap, maka dikenakan denda pelayanan.
Besaran denda pelayanan BPJS Kesehatan
Denda pelayanan adalah sanksi yang diterima peserta BPJS Kesehatan karena keterlambatan pembayaran iuran dan menjalani rawat inap dalam kurun waktu 45 hari sejak status kepesertaan aktif kembali.
Besaran denda pelayanan sebesar 2,5% dari biaya diagnosa awal pelayanan kesehatan rawat inap dikalikan dengan jumlah bulan tertunggak dengan ketentuan:
- Jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 bulan.
- Besaran denda paling tinggi Rp 30 juta.
- Bagi peserta PPU pembayaran denda pelayanan ditanggung oleh pemberi kerja.
(TribunStyle.com/Nafis)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kontan.id dengan judul Telat bayar iuran BPJS Kesehatan? Ini dendanya
Baca juga: BLT Subsidi Gaji Rp 600 Ribu Belum Masuk ke Rekening? Jangan Ragu Segera Lapor ke BPJS
Baca juga: Direncanakan Segera Disalurkan, 5 Rekening Ini Sulit Terima Subsidi Gaji BPJS Ketenagakerjaan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/kartu-bpjs-kesehatan_20160914_221811.jpg)