Breaking News:

KECAM Video Syur Gisel dengan MYD, Komnas PA Sebut Bisa Hancurkan Masa Depan Keluarga: Jangan Ditiru

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Aris Merdeka Sirait mengecam perbuatan Gisel dan MYD terkait kasus video syur.

Facebook Michael Yukinobu de Fretes, Instagram @gisel_la
Kolase foto Michael Yukinobu de Fretes dan Gisel 

TRIBUNSTYLE.COM - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Aris Merdeka Sirait turut menanggapi kasus video syur  yang menyeret penyanyi Gisella Anastasia.

Aris terang-terangan mengecam perbuatan Gisel dalam video syur tersebut.

Menurutnya, hal itu berpotensi menghancurkan masa depan keluarganya.

Oleh sebab itu, Aris berharap kelakuan tersebut tak patut ditiru oleh ibu-ibu lainnya.

Hal ini dibeberkan oleh Aris dalam tayangan di kanal YouTube KH INFOTAINMENT, Jumat (1/1/2021).

Baca juga: POPULER Beredar Percakapan Gisel dan MYD di Tahun 2017, Eks Gading Marten Beri Panggilan Khusus

Baca juga: INI Tawaran yang Diberikan Gisel Hingga Membuat MYD Rela Jauh-jauh dari Jepang ke Medan 2017 Lalu

Gisella Anastasia
Gisella Anastasia (Instagram @gisel_la)

Diketahui, video asusila berdurasi 19 detik sempat beredar di media sosial.

Video tersebut menggegerkan masyarakat lantaran menampilkan wanita mirip Gisel sebagai pemeran dalam video.

Kasus ini dibawa ke ranah hukum dan menetapkan Gisel yang mengakui keterlibatannya sebagai tersangka.

Terkait kejadian tersebut, pihak Komnas PA tak tinggal diam.

Sebagai ketua, Aris awalnya mengimbau agar mantan suami Gisel, aktor Gading Marten menuntut hak asuh anaknya.

Pihaknya merekomendasikan agar anak Gisel diserahkan pada Gading sementara waktu.

Menurut Aris, hal ini dilakukan demi tumbuh kembang sang anak setelah sang ibu menjadi tersangka.

"Baik Gading dan Gisel ini adalah pelajaran yang berharga, demi kepentingan terbaik anak," kata Aris.

Ia mengaku tak habis pikir dengan kelakuan Gisel yang merekam video tersebut pada tahun 2017.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved