Breaking News:

NASIB TRAGIS Napoleon Bonaparte Meninggal karena Kanker, Kemaluan Dipotong & Dilelang Seharga Ini

Tak banyak yang tahu akhir hidup seorang Napoleon Bonaparte ternyata begitu tragis. Meninggal di penjara akibat kanker, kemaluan dipotong dan dilelang

Editor: Monalisa
Intisari
Napoleon Bonaparte semasa hidup 

TRIBUNSTYLE.COM - Tak banyak yang tahu akhir hidup seorang Napoleon Bonaparte ternyata berujung tragis.

Bagaimana tidak, pemimpin militer dan kaisar terkenal Napoleon Bonaparte ternyata meninggal di dalam sebuah penjara.

Napoleon Bonaparte diketahui meninggal dunia setelah menderita kanker perut.

Tak hanya itu, lebih parahnya kemaluan Napoleon Bonaparte ternyata sempat dipotong kecil-kecil dan diperjualbelikan.

Melansir dari majalah Time, kemaluan yang dipotong-potong itu berukuran panjang satu setengah inci saat dibeli.

Tak tanggung-tanggung seorang investor akhirnya membayar kemaluan itu dengan harga $ 3.000 atau sekitar 42 juta rupiah.

Baca juga: POPULER Kisah Pria Putus Cinta Lantaran Ditentang Keluarga, Tetap Sayang Akhirnya Nekat Lamar Mantan

Baca juga: POPULER Diam-diam Menginap di Rumah Warga, Kisah Presiden Soeharto Menyamar Bikin Jantungan Pejabat

Napoleon Bonaparte saat berjaya
Napoleon Bonaparte saat berjaya (Kolase/Intisari)

Harga tersebut didasarkan pada “penilaian” yang tidak konvensional, di mana setiap inci dianggap bernilai $ 1.000.

Mungkin satu-satunya hal yang lebih aneh daripada pembelian $ 3.000, adalah perjalanan organ yang dipotong-potong selama 50 tahun di seluruh Dunia Barat.

“Kemaluan telah mengambil status yang cukup mistis,” kata Tony Perrottet, penulis Napoleon's Privates: 2.500 Years of History Unzipped.

“Itu ada di dalam kotak presentasi kulit kecil, dan telah digoreng di udara."

"Itu belum dimasukkan ke dalam formaldehida, jadi itu lebih buruk untuk dipakai, seperti dendeng. ”

Menurut Perrottet, dokter Napoleon mengambil kemaluan tersebut selama otopsi Napoleon, setelah Napoleon meninggal di pulau St. Helena pada tahun 1821.

Napoleon telah diasingkan di sana dan kemungkinan besar meninggal karena kanker perut.

Baca juga: KISAH Suami Temani Istri 21 Tahun Berjuang Punya Anak, Kini Lahir Aisyah, Dokter: Mereka Luar Biasa

Dokter memberikan kemaluan itu kepada seorang pendeta, yang menyelundupkannya ke Corsica, tidak lama sebelum dia dibunuh.

Halaman
123
Sumber: Intisari
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved