Baru 2 Hari Menikah, Sepasang Pengantin Baru Tewas Seketika di Perjalanan Bulan Madu, Ditabrak Pikap
Pasangan baru menikah ini alami kejadian nahas, meninggal dalam perjalanan hendak berbulan madu, kendaraan tabrak mobil pikap
Penulis: Nafis Abdulhakim
Editor: Agung Budi Santoso
TRIBUNSTYLE.COM - Kejadian nahas, sepasang pengantin baru ini mengalami kecelakaan dan tewas saat perjalanan hendak berbulan madu.
Suami istri asal Amerika Serikat ini diketahui bernama William "Rowdy" Harrell (30) dan Blakley (23).
Awalnya, mereka berdua akan ke Florida Keys, Amerika Serikat, untuk berbulan maru, seperti dilansir dari New York Post, Sabtu (28/11/2020).
Baca juga: KISAH Pengantin Baru Kecelakaan, Dibawa ke RS Berbeda, Istri Histeris Suami Meninggal: Udah Dikafani
Baca juga: 27 Tahun Hilang, Keluarga Baru Tahu Jika Kerabatnya Telah Tewas Akibat Kecelakaan
Namun saat diperjalanan tepatnya di Lower Matecumbe Key, mobil mereka menabrak pikap Ford F-250 pada Selasa (24/11/2020) malam waktu setempat.
Dari laporan Miami Herald, kedua pasangan pengantin baru tersebut tewas di tempat.

Sementara itu, sopir Ford F-250 menderita luka ringan.
Terdapat penumpang lain di pikap tersebut yakni dua orang wanita masing-masing berusia 58 tahun dan 62 tahun.
Kedua wanita tersebut diketahui mengalami luka cukup parah sehingga mereka dilarikan ke rumah sakit.
Miami Herald melaporkan, dalam kecelakaan tersebut, semua korban mengenakan sabuk pengaman.
Dari kecelakaan tersebut, pihak berwenang pun tengah menyelidiki penyebabnya.
Mereka akan mencari tahu apakah ada pihak yang mengonsumsi alkohol sebelum kecelakaan terjadi.
Rowdy, pengantin baru yang meninggal tersebut ternyata kru tim balap Hendrick Motorsports yang mengikuti ajang NASCAR.

Pihak klub balap tersebut pun mengonfirmasi kematian Rowdy dan Blakely melalui sebuah pernyataan.
Henderick Motorsport itu mengatakan, kedua pasutri baru tersebut hendak berbulan madu di Florida Keys setelah menikah pada 22 November 2020 lalu.
Itu artinya, keduanya meninggal dua hari setelah pernikahan mereka.
"Seluruh tim kami benar-benar hancur karena kehilangan Rowdy dan Blakley," kata kepala kru Hendrick Motorsports Greg Ives.
Ia menambahkan, Rowdy dan Blakley merupakan pasangan yang serasi dan selalu memancarkan aura positif.
“Rowdy berbagi cintanya dengan orang-orang di sekitarnya dan sebagai balasannya dicintai. Meski akan sangat dirindukan, tetapi ingatannya akan terus menginspirasi kami selalu,” kata Ives.
Sebelum berkarier di Hendrick Motorsports, Rowdy rupanya pernah memenangi tiga kejuaraan untuk tim sepak bola Universitas Alabama, NBC Sports melaporkan.
Selain itu, ia juga pernah bermain sepak bola di Hale County High School di Moundville, Alabama.
Kecelakaan maut lainnya.
Sebuah kecelakaan maut terjadi antara bus dan truk, puluhan korban meninggal dunia di tempat.
Niat hati hendak berangkat kerja, puluhan karyawan pabrik justru tewas dalam kecelakaan maut di Sao Paulo, Brazil.
Kecelakaan maut yang melibatkan bus karyawan dan truk ini terjadi pada Kamis (26/11/2020) pagi hari di jalan raya luar kota Taguai.
Dari penjelasan polisi, puluhan jasad korban kecelakaan tersebar di badan jalan.
Kondisi mereka begitu memilukan.
Total ada 41 orang tewas dalam kecelakaan itu.

Dilansir dari mercopress.com, ada 41 orang tewas dan 10 lainnya luka-luka akibat insiden kecelakaan pada Rabu kemarin.
Tabrakan bus dan truk di tenggara Brazil.
Penjelasan pihak kepolisian setempat, bus itu membawa karyawan dalam perjalanan ke tempat kerja di sebuah pabrik tekstil,
namun sialnya bertabrakan dengan truk pada pukul 07.00 pagi di jalan raya kota Taguai, Sao Paulo.
"Ada mayat di mana-mana" ketika tim penyelamat tiba di tempat kejadian, kata sumber polisi.
"Tidak mungkin untuk mengetahui siapa yang berada di dalam truk dan siapa yang berada di dalam bus,” tambahnya.
"Kami tahu ada lebih banyak korban di reruntuhan kendaraan, tapi kami tidak tahu berapa banyak," katanya.
Polisi mengatakan 37 orang tewas di tempat kejadian.
Empat lainnya meninggal karena luka-luka mereka di rumah sakit.
Sembilan orang lainnya dalam kondisi serius, kata mereka.
Dalam situasi seperti ini, transfusi darah sangat penting, dan yang terburuk adalah stok turun karena pandemi virus corona,
”kata sekretaris kesehatan negara bagian Jean Gorinchteyn kepada jaringan televisi Globo News.
Gambar dari tempat kejadian menunjukkan kendaraan hancur berkeping-keping,
puing-puing berserakan di seberang jalan.
Bagian depan bus benar-benar robek.
Puluhan penyelamat masih sibuk di lokasi kejadian.
Taguai terletak sekitar 340 km di barat Sao Paulo,

kota terbesar dan ibu kota ekonomi Brasil.
“Saya ingin menyampaikan belasungkawa saya kepada keluarga dan teman-teman para korban kecelakaan
yang sangat mengerikan ini,” kata Gubernur Sao Paulo Joao Doria.
Laporan media lokal menyebutkan ada 53 orang di dalam bus tersebut. Sopir truk itu dilaporkan selamat.
Kecelakaan itu adalah salah satu yang terburuk dalam ingatan terakhir di Brasi.
Di mana 5.332 orang tewas dalam kecelakaan di jalan raya tahun lalu.
Dilansir dari independent.co.uk, tim penyelamat membantu yang terluka dan penumpang
yang terperangkap di reruntuhan kendaraan di kotamadya Taguaí,
sekitar 350 kilometer (217 mil) dari kota Sao Paulo.
Gambar televisi menunjukkan pecahan kaca,

jok bus hancur dan potongan tubuh kendaraan berserakan di jalan raya
“Tidak ada indikasi yang jelas tentang apa yang menyebabkan kecelakaan itu,
dan itu sedang diselidiki,” kata Gubernur Sao Paulo João Doria dalam konferensi pers.
Dia mengatakan semua sumber daya pemerintahnya akan digunakan untuk membantu para korban dan keluarga mereka.
Seorang juru bicara polisi mengatakan kepada TV Globo bahwa sejauh ini jumlah korban tewas mencapai 37
dan petugas pemadam kebakaran Sao Paulo kemudian mengatakan di akun Twitter resmi mereka bahwa 40 orang telah tewas.
(TribunStyle.com/Nafis)
Sebagian artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul Kecelakaan Maut Pkl 07.00, 41 Orang Tewas, Bus dan Truk Bertabrakan, Polisi: Ada Mayat di Mana-mana
Baca juga: VIRAL Ayah Kecelakaan, Gadis Cantik Gantikan jadi Sopir Truk Sawit, Ternyata Sudah Mahir Sejak 3 SMP
Baca juga: Setelah Koma 15 Tahun Akibat Kecelakaan, Pangeran Arab Saudi Kini Berhasil Gerakkan Jari Tangannya