Breaking News:

VIRAL Repotnya Guru di Pelosok Panjat-panjat Pohon & Genting Cari Sinyal Demi Mengajar Online

Seorang guru menjadi viral gara-gara harus naik ke atap rumah demi mendapatkan sinyal internet saat pembelajaran daring.

TribunSumsel/Ist
Viral guru naik ke atap rumah demi dapatkan sinyal saat pembelajaran daring 

TRIBUNSTYLE.COM - Seorang guru menjadi viral gara-gara harus naik ke atap rumah demi mendapatkan sinyal internet saat pembelajaran daring.

Sejak pembelajaran daring dilakukan, berbagai kisah unik dari pelosok negeri mewarnai jagat maya karena masih banyak yang tak punya akses memadai untuk menikmati jaringan internet.

Kesulitan untuk menggunakan jaringan internet karena susah sinyal juga dialami oleh seorang guru.

Bahkan guru itu berjuang mencari jaringan internet sampai harus naik ke atap rumah miliknya dan menjadi viral.

Viral guru naik ke atap rumah demi dapatkan sinyal saat pembelajaran daring
Viral guru naik ke atap rumah demi dapatkan sinyal saat pembelajaran daring (TribunSumsel/Ist)

Baca juga: VIRAL Kisah Nyata Cinta Sehidup Semati, Nenek Zainun Meninggal Pagi, Suami Menyusul 15 Jam Kemudian

Baca juga: Kisah Mahasiswa Ajak Keluarga Jalan Kaki ke Atas Bukit Cari Sinyal agar Bisa Ikut Wisuda Online

Ternyata guru ini berada di Desa Pulau Geronggang, Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel).

Dalam menggali informasi, Wartawan Tribunsumsel.com menghubungi Soncik guru SD Negeri 1 Maribaya yang merasakan kesulitan sinyal selama mengajar dalam jaringan (daring).

"Memang di Desa Pulau Geronggang ini sangat sulit mencari sinyal internet, ditambah lagi sejak adanya surat edaran pemerintah pada bulan maret 2020 mengenai pembelajaran daring,"

"Saya setiap hari harus naik ke atap rumah itu pun mengalami kesulitan karena sinyalnya rendah (sering ilang-ilangan)," keluhnya ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (10/11/2020).

Dikatakan lebih lanjut, bahkan beberapa siswa maupun siswi harus berkunjung ke desa tetangga demi memperoleh jaringan internet.

"Kecamatan kita inikan ada 7 Desa, disinilah satu-satunya Desa yang belum memiliki tower jaringan internet. Maka kebanyakan siswa harus pergi ke Desa tetangga agar dapat mengikuti pembelajaran online," terang Soncik.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: vega dhini lestari
Sumber: Tribun Sumsel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved