Breaking News:

Norovirus Sudah Muncul di Indonesia, Kenali Penyebab, Gejala, dan Langkah Pencegahannya

Norovirus sudah muncul di Indonesia, kenali penyebab, gejala, dan langkah pencegahannya.

Tayang:
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Amirul Muttaqin
istockphoto
Ilustrasi norovirus. 

TRIBUNSTYLE.COM - Norovirus sudah muncul di Indonesia, kenali penyebab, gejala, dan langkah pencegahannya.

Belakangan ini, otoritas kesehatan China menyampaikan telah terjadi kejadian luar biasa baru yang disebabkan oleh norovirus.

Padahal, dunia sedang dipusingkan oleh pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda.

Meski begitu, rupanya norovirus bukanlah virus baru, melainkan sudah ada beberapa tahun silam.

Melansir WebMD, norovirus dianggap sebagai penyebab paling umum dari gastroenteritis akut (penyakit diare dan muntah) di seluruh dunia.

Ini menyebar dengan mudah melalui makanan dan minuman dan dapat berdampak besar pada kesehatan masyarakat.

Baca juga: Fakta-fakta Norovirus, Dari Gejala hingga Pencegahan, Kabarnya Pernah Ditemukan di Indonesia

Baca juga: Apa Itu Norovirus? Wabah Diare Penyebab Puluhan Mahasiswa di China Muntah-Muntah, Berikut Gejalanya

Norovirus / flu perut.
Norovirus / flu perut. (ABC News/Science Photo Library)

Norovirus awalnya disebut virus Norwalk, di mana wabah pertama yang dikonfirmasi terjadi pada tahun 1972 di kota Norwalk, Ohio, Amerika Serikat.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), norovirus menyebabkan 19 juta hingga 21 juta kasus gastroenteritis akut di AS per tahun dan mengirim lebih dari 450.000 orang ke ruang gawat darurat.

Meskipun norovirus dapat menyerang sepanjang tahun, ini lebih sering terjadi pada musim dingin.

Orang-orang terkadang menyebutnya sebagai 'muntah musim dingin'.

Sudah Muncul di Indonesia

Lantas bagaimana di Indonesia, apakah virus ini sudah pernah muncul?

Melansir Kompas.com, ada satu jurnal yakni PubMed, yang ditulis oleh sejumlah peneliti yang beberapa di antaranya dari Indonesia, menyebutkan bahwa salah satu jenis norovirus menjadi penyebab diare akut terbanyak.

Studi dilakukan pada sejumlah anak berusia kurang dari 5 tahun yang dirawat akibat diare akut di rumah sakit di Surabaya, Indonesia.

Dalam jurnal yang diterbitkan 2019 lalu menunjukkan infeksi Genogroup Norovirus (GI dan II) teridentifikasi pada feses (tinja) 31 pasien anak berusia 1-60 bulan yang dirawat di rumah sakit dengan diare akut dari April 2012 hingga Maret 2013.

Infeksi tersebut terdeteksi dengan menggunakan reverse transcription polymerase chain reaction (RT- PCR).

Berdasarkan penelitian tersebut, Norovirus GII ditemukan pada 30 sampel, yang artinya virus tersebut menyebabkan diare berat pada anak.

Ilustrasi diare.
Ilustrasi diare. (Today)

Sementara itu, dilansir dari Tribunnews.com, Spesialis penyakit dalam konsultan Gastroenterologi Hepatologi serta Guru besar pada Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Prof Dr. dr Ari Fahrial Syam, SpPD(K) MMB, FINASIM, FACP, memberikan keterangan terkait norovirus, Senin (18/10/2020).

Ia mengatakan, virus ini juga ada di Indonesia seperti yang dilaporkan oleh peneliti Indonesia di jurnal internasional salah satunya yang baru saja di publikasi di Jurnal of Medical Virology bulan Mei 2020 yang dilaporkan oleh Dr.Juniastuti, dkk dari Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga.

Dalam jurnal tersebut dilaporkan bahwa dari 91 sampel feses yang diperiksa ternyata 14 sampel atau 15,4 persen mengandung Norovirus.

Sampel penelitian yang dilakukan di awal tahun 2019 ini diambil dari beberapa RS di kota Jambi.

Kasus yang sama juga pernah dilaporkan dari beberapa kota di Indonesia.

"Berbeda dengan virus SARS-Cov-2, Norovirus ini ditularkan melalui makanan atau istilah yang digunakan food borne," ungkap Ari.

Gejala yang Timbul Akibat Norovirus

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menjelaskan bahwa norovirus menyebabkan radang lambung atau usus.

Seseorang cenderung mengalami gejala antara 12 hingga 48 jam setelah terpapar virus.

Gejala khasnya termasuk mual, muntah (lebih sering pada anak-anak), diare berair (lebih sering pada orang dewasa), dan kram perut.

Gejala norovirus lainnya termasuk:

  • Demam ringan
  • Panas dingin
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Kelelahan

Sebagian besar gejala ini tidak serius, tetapi diare dan muntah dapat menghabiskan cairan yang dibutuhkan tubuh sehingga menyebabkan dehidrasi.

Ilustrasi sakit perut.
Ilustrasi sakit perut. (Times of India)

Langkah Pencegahan

Infeksi norovirus bisa terjadi karena menular, dan siapa saja dapat terinfeksi lebih dari sekali.

Dilansir dari Mayo Clinic, berikut ini beberapa upaya yang dapat membantu mencegah penyebarannya.

- Cuci tangan secara menyeluruh dengan sabun dan air, terutama setelah menggunakan toilet atau mengganti popok.

- Hindari makanan dan air yang terkontaminasi, termasuk makanan yang mungkin telah disiapkan oleh orang yang sedang sakit.

- Cuci buah dan sayuran sebelum makan. Masak seafood sampai bersih.

- Buang muntahan dan feses dengan hati-hati untuk menghindari penyebaran norovirus melalui udara.

- Rendam bahan dengan handuk sekali pakai, sesedikit mungkin ganggu, dan masukkan ke dalam kantong plastik sekali pakai.

- Disinfeksi permukaan yang mungkin telah terkontaminasi. Gunakan larutan pemutih klorin dan kenakan sarung tangan.

- Tetap di rumah dari pekerjaan, terutama jika pekerjaan Anda melibatkan penanganan makanan.

- Hindari bepergian sampai tanda dan gejala Anda hilang.

(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)

Baca juga: Kenali Gejala Norovirus, Wabah Diare yang Serang Mahasiswa di China, dari Muntah hingga Nyeri Otot

Baca juga: Belum Selesai Atasi Corona, China Hadapi Norovirus, Puluhan Pasien Ditemukan Alami Diare & Muntah

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
norovirusChinaCovid-19diaremuntah
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved