Norovirus Bisa Menular Lewat Makanan, Simak Beberapa Cara untuk Mencegah Penyebarannya
Norovirus menular lewat makanan atau food borne, simak beberapa cara untuk mencegah penyebarannya.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Ika Putri Bramasti
TRIBUNSTYLE.COM - Norovirus menular lewat makanan atau food borne, simak beberapa cara untuk mencegah penyebarannya.
Belum selesai dunia dipusingkan oleh pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda, kini muncul norovirus yang ramai diperbincangkan.
Ini adalah wabah diare yang menyerang puluhan mahasiswa di China baru-baru ini.
Meski begitu, rupanya norovirus bukanlah virus baru, melainkan sudah ada beberapa tahun silam.
Melansir WebMD, norovirus dianggap sebagai penyebab paling umum dari gastroenteritis akut (penyakit diare dan muntah) di seluruh dunia.
Ini menyebar dengan mudah melalui makanan dan minuman dan dapat berdampak besar pada kesehatan masyarakat.
Baca juga: Norovirus Sudah Muncul di Indonesia, Kenali Penyebab, Gejala, dan Langkah Pencegahannya
Baca juga: Fakta-fakta Norovirus, Dari Gejala hingga Pencegahan, Kabarnya Pernah Ditemukan di Indonesia
Guru besar pada Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Cipto Mangunkusumo, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD(K) MMB FINASIM FACP menjelaskan terkait penyebaran norovirus.
Menurutnya, penularan norovirus ini berbeda dengan virus corona.
Norovirus ditularkan melalui makanan atau istilah yang digunakan adalah food borne.
"Kejadian luar biasa bisa terjadi, jika adanya makanan yang tercemar oleh virus ini," jelas Ari, dikutip dari Kompas.com.
Kendati bukan virus baru dan bisa ditemui di banyak negara, Ari menegaskan tetap perlu mewaspadai kemungkinan kasus keracunan makanan akibat kontaminasi norovirus.
"Sehingga, jika terjadi KLB, sisa makanan yang dicurigai atau muntahan dan feses pasien yang menerima keracunan makanan tersebut harus dicek apakah norovirus sebagai penyebabnya," tegasnya.
Cara Mencegah Penyebaran Norovirus
Infeksi norovirus bisa terjadi karena menular, dan siapa saja dapat terinfeksi lebih dari sekali.
Dilansir dari Mayo Clinic, berikut ini beberapa upaya yang dapat membantu mencegah penyebarannya.
- Cuci tangan secara menyeluruh dengan sabun dan air, terutama setelah menggunakan toilet atau mengganti popok.
- Hindari makanan dan air yang terkontaminasi, termasuk makanan yang mungkin telah disiapkan oleh orang yang sedang sakit.
- Cuci buah dan sayuran sebelum makan. Masak seafood sampai bersih.
- Buang muntahan dan feses dengan hati-hati untuk menghindari penyebaran norovirus melalui udara.
- Rendam bahan dengan handuk sekali pakai, sesedikit mungkin ganggu, dan masukkan ke dalam kantong plastik sekali pakai.
- Disinfeksi permukaan yang mungkin telah terkontaminasi. Gunakan larutan pemutih klorin dan kenakan sarung tangan.
- Tetap di rumah dari pekerjaan, terutama jika pekerjaan Anda melibatkan penanganan makanan.
- Hindari bepergian sampai tanda dan gejala Anda hilang.
Gejala yang Timbul Akibat Norovirus
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menjelaskan bahwa norovirus menyebabkan radang lambung atau usus.
Seseorang cenderung mengalami gejala antara 12 hingga 48 jam setelah terpapar virus.
Gejala khasnya termasuk mual, muntah (lebih sering pada anak-anak), diare berair (lebih sering pada orang dewasa), dan kram perut.
Gejala norovirus lainnya termasuk:
- Demam ringan
- Panas dingin
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Kelelahan
Sebagian besar gejala ini tidak serius, tetapi diare dan muntah dapat menghabiskan cairan yang dibutuhkan tubuh sehingga menyebabkan dehidrasi.
Berapa Lama Norovirus Menular?
Virus dapat ditularkan hingga 8 minggu, artinya ada kemungkinan Anda bisa membuat orang lain sakit.
Biasanya, infeksi ini semakin berkurang seiring waktu.
Dalam kebanyakan kasus, Anda dapat kembali bekerja atau sekolah setelah bebas dari gejala selama 48 jam.
Pekerja layanan makanan umumnya didorong untuk menunggu 72 jam sebelum menangani makanan.
Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Hubungi kantor dokter jika Anda masih mengalami gejala setelah 3 hari.
Selain itu, perhatikan gejala dehidrasi, yang mungkin juga memerlukan perhatian dokter.
Dalam kasus yang jarang terjadi, muntah bisa berarti sesuatu yang lebih serius daripada norovirus.
Jika muntahan Anda berwarna hijau atau kuning, itu bisa menjadi tanda adanya gangguan usus. Segera temui dokter.
(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)
Baca juga: Apa Itu Norovirus? Wabah Diare Penyebab Puluhan Mahasiswa di China Muntah-Muntah, Berikut Gejalanya
Baca juga: GEJALA Baru Virus Corona yang Patut Diwaspadai: Muncul Ruam hingga Gejala Neurologis Kesulitan Fokus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi-pria-sakit-perut-dan-semangkuk-pangsit.jpg)