Breaking News:

Asesmen Nasional Gantikan UN di Tahun 2021, Simak Penjelasan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan

Ujian Nasional ditiadakan dan diganti Asesmen Nasional di 2021, berikut penjelasan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

TRIBUN TIMUR/ SANOVRA JR
Ilustrasi siswa mengerjakan ujian 

TRIBUNSTYLE.COM - Ujian Nasional tak ada lagi di 2021, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim resmi menggantinya menjadi Asesmen Nasional.

Sebelumnya, Ujian Nasional menjadi tes terakhir siswa mulai SD, SMP, hingga SMA untuk menentukan kelulusan.

Namun, kini Mendikbud menggantinya dengan Asesmen Nasional. Asesmen ini akan diterapkan pada tahun 2021 mendatang.

Mendikbud, Nadiem Makarim
Mendikbud, Nadiem Makarim (YouTube Kemendikbud RI)

Baca juga: Isi Pidato Mendikbud Nadiem Makarim Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Kesempatan Merefleksi Diri

Baca juga: Subsidi Kuota Internet Belajar Disalurkan, Kemendikbud: Kami Menerima Masukan & Saran Masyarakat

Kemendikbud menyebut, Asesmen Nasional ini sebagai penanda perubahan paradigma evaluasi pendidikan.

Serta, menjadi bagian dari kebijakan Merdeka Belajar yang juga didukung penuh oleh Presiden Joko Widodo, sebagaimana dilansir dari Kompas.com.

Penggantian tersebut bertujuan mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.

Untuk itu, Kemendikbud mengundang para pemangku kepentingan untuk memberikan masukan terhadap rencana penerapan Asesmen Nasional pada 2021.

Anggota Badan Standar Nasional Pendididikan (BSNP) Doni Koesoema mengatakan, Asesmen Nasional ini menjadi salah satu alternatif transformasi pendidikan di tingkat sekolah.

Ilustrasi Ujian
Ilustrasi Ujian (wtfprofessor.com)

Hal ini dilakukan demi meningkatkan kualitas pembelajaran, pengajaran, dan lingkungan belajar di satuan pendidikan.

"Melalui asesmen yang lebih berfokus, diharapkan perbaikan kualitas, layanan pendidikan bisa semakin efektif," ujar Doni seperti dilansir laman Kemendikbud, Rabu (7/10/2020),

"Dengan demikian, kepala dinas harus memastikan pelaksanaan Asesmen Nasional di daerah dengan memperhatikan kesiapan sarana prasarana dan keselamatan peserta didik bila pandemi Covid-19 di daerahnya belum teratasi dengan baik," lanjutnya.

Nadiem mengatakan, Asesmen Nasional ini dilakukan sebagai pemetaan dasar dari kualitas pendidikan yang nyata di lapangan.

Sehingga, tidak ada konsekuensi bagi sekolah dan murid.

Ilustrasi siswa mengikuti Ujian Nasional
Ilustrasi siswa mengikuti Ujian Nasional (Tribun Medan)

Baca juga: Demi Anak Didik, Penerima Subsidi Kuota Internet Kemendikbud Masih Akan Bertambah, Ini Penjelasannya

Baca juga: 5 Video Conference, 19 Aplikasi & 401 Website Ini Bisa Diakses dengan Kuota Belajar Kemendikbud

“Hasil Asesmen Nasional tidak ada konsekuensinya buat sekolah, hanya pemetaan agar tahu kondisi sebenarnya,” kata Mendikbud.

Halaman
123
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved