Hari Ulang Tahun ke-89 Jakob Oetama, Ini Perjalanan Hidup dan Jejak Karier Pendiri Kompas Gramedia
Mengenang hari ulang tahun ke-89 Jakob Oetama, ini perjalanan hidup dan jejak karier mendiang pendiri Kompas Gramedia.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Suli Hanna
TRIBUNSTYLE.COM - Mengenang hari ulang tahun ke-89 Jakob Oetama, ini perjalanan hidup dan jejak karier mendiang pendiri Kompas Gramedia.
Tanggal 27 September merupakan hari bersejarah bagi Jakob Oetama lantaran itu adalah hari di mana ia dilahirkan.
Untuk diketahui, salah satu pendiri Harian Kompas ini lahir di Magelang pada 27 September 1931.
Hari ini, seandainya Pak JO (sapaan akrabnya) masih ada di dunia ini, ia genap berumur 89 tahun.
Namun, takdir berkata lain, Jakob Oetama mengembuskan napas terakhirnya pada 9 September 2020.
Pemakaman dilangsungkan pada tanggal 10 September 2020 di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.
• Mengenang Hari Kelahiran Jakob Oetama, Ini Sederet Kata-kata Kutipan Bijak Mendiang Pendiri Kompas
• SEJARAH Nama Kompas dari Presiden Soekarno dan Curhat Pilu Jakob Oetama Ditinggal Wafat PK Ojong
Jakob Oetama dikenal sebagai orang yang bersahaja dan lekat dengan kemanusiaan.
Mengenang sosok mendiang pendiri Kompas Gramedia, inilah perjalanan hidup dan jejak kariernya semasa hidup.
Profil Jakob Oetama
Jakob Oetama lahir di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada 27 September 1931.
Ia meningal dunia di Jakarta, 9 September 2020 pada umur 88 tahun.
Jakob merupakan sulung dari 13 bersaudara yang berasal dari keluarga sederhana.
Ia merupakan putra dari pasangan Raymundus Josef Sandiyo Brotosoesiswo, seorang guru SD dan Margaretha Kartonah.
Perjalanan Karier
Jakob Oetama memulai kariernya sebagai seorang guru, mengajar selama setahun (1952-1953).
Saat itu, ia diminta ke Jakarta dan menemui rekan ayahnya bernama Yohanes Yosep Supatmo yang baru saja mendirikan yayasan pendidikan budaya.
Jakob kemudian mendapat pekerjaan pertamanya sebagai seorang guru, bukan dari Yohanes, namun di SMP Mardiyuwana, Cipanas, Jawa Barat.
Sambil mengajar, ia meneruskan pendidikannya ke Perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada hingga 1961.
Karier jurnalistik Jakob dimulai ketika menjadi redaktur Mingguan Penabur tahun 1956.
Ia kemudian membuat terobosan dengan mendirikan majalah Intisari tahun 1963 bersama Petrus Kanisius Ojong (PK Ojong) yang kala itu memimpin harian Keng Po dan mingguan Star Weekly.
Dua tahun kemudian, 28 Juni 1965, bersama PK Ojong, Jakob mendirikan harian Kompas.
Dalam pembagian kerjanya, Jakob mengurusi redaksi Intisari dan Kompas, sedang Ojong mengurusi bagian bisnisnya.
Pada 1980, setelah 15 tahun bersama mengembangkan Kompas, Ojong meninggal dalam tidurnya.
Dengan sifat penuh kerendahan hati, akhirnya Jakob berhasil mengembangkan Kompas Gramedia dalam berbagai sektor bisnis.
Jakob juga ikut mendirikan The Jakarta Post, harian nasional Indonesia berbahasa Inggris bersama dengan Jusuf Wanandi, Muhammad Chudori, Eric Samola, Fikri Jufri, Goenawan Mohamad, H. G. Rorimpandey dan Harmoko.
Sederet Penghargaan yang Pernah Diraih Jakob Oetama
Semasa hidup, mendiang pernah menyabet banyak penghargaan atas dedikasinya di bidang jurnalistik.
Inilah sederet penghargaan yang pernah didapatkan serta karya tulis Jakob Oetama semasa hidupnya.
- Bintang Mahaputera Utama dari Pemerintah RI (1973)
- Wira Karya Kencana dari Kantor Menteri Negara Kependudukan/Kepala BKKBN, karena dianggap telah Berjasa dalam Gerakan KB Nasional (1994)
- Anugerah Doktor Honoris Causa dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (2003)
- Chief Executive Officer (CEO) Terbaik Tahun 2003 dari Majalah SWA, Synovate Research Reinvented, dan Dunamis (2004)
- Entrepreneur of The Year dari Ernst & Young Penghargaan dari Tiga Pilar Kemitraan berkaitan dengan Hari Antikorupsi Alumnus Teladan dari Universitas Gadjah Mada dalam Rangka Dies Natalis ke-56, Yogyakarta (2005)
- World Entrepreneur of the Year Academy 2006 dari Ernst & Young, Monaco (2006)
- Lifetime Achievement Award dari Bank BRI (2007)
- Lifetime Achievement Award dari PWI (2008)
- Bintang jasa “The Order of The Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon dari Pemerintah Jepang (2009)
- Number One Press Card dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) (9 Februari 2010)
- Bintang Jasa The Order of The Rising Sun dan Gold Rays with Neck Ribbon dari pemerintah Jepan (24 Maret 2010)
- Soegeng Sarjadi Award on Lifetime Achievement (18 Agustus 2010)
- Medali Emas Spirit Jurnalisme dari Komunitas Hari Pers Nasional 2011 (19 April 2011)
- Tokoh berpengaruh penting dalam menyebarkan semangat dan kecakapan kewirausahaan bidang sosial dalam Ciputra Award (16 Oktober 2011)
- Penghargaan Pengabdian 30 Tahun Tokoh Pers di Industri Media Cetak dari Serikat Perusahaan Pers (SPS) (13 Juli 2012)
- Jakob Oetama dinilai berkontribusi besar terhadap perkembangan media di Tanah Air, sekaligus mematangkan media massa untuk memperkuat demokrasi di Indonesia sehingga mendapat award di ajang Paramadina Award dari Universitas Paramadina (10 Januari 2013)
- Asia Communication Award dari Asian Media Information and Communication Centre (AMIC) (4 Juli 2013)
- Lifetime Award dari Asian Publishing Convention (12 Juli 2013)
- Gelar doktor kehormatan (”honoris causa”) dari Universitas Sebelas Maret UNS), Surakarta (5 September 2014)
- Life Time Achievement Award dari Tahir Foundation (8 Desember 2015)
- Penghargaan Lifetime Achievement Awards dari SPS (3 Februari 2017)
- Lifetime Achievement Award dari Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (13 Mei 2017)
(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh/Amir)
BACA JUGA:
• 5 Fakta Meninggalnya Jakob Oetama, Derita Gangguan Multiorgan hingga Sempat Alami Koma
• Profil Jakob Oetama, Sepak Terjangnya dari Guru SMP hingga Pendiri Kompas Gramedia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/pendiri-kompas-gramedia-jakob-oetama.jpg)