Viral Hari Ini
VIRAL Sudah Sukses dan Bisa Keliling Dunia, Pasangan Ini Justru Pilih Prewed di Gang Sempit
Viral di TikTok pasangan yang pilih melakukan foto prewedding di sebuah gang sempit.
Editor: Galuh Palupi
TRIBUNSTYLE.COM - Viral di TikTok pasangan yang pilih melakukan foto prewedding di sebuah gang sempit.
Padahal dalam kehidupan sehari-hari, pasangan ini bukanlah sosok yang kekurangan finansial, bahkan bisa keliling dunia dengan mudah.
Ternyata ada alasan sendiri mengapa foto prewed dilakukan di gang sempit.
Video tersebut awalnya diunggah oleh sang wanita melalui akun TikTok @dotzybink beberapa waktu lalu.
Melalui unggahan tersebut, sang wanita menjelaskan bahwa dirinya lahir dan besar di gang sempit itu.
Meskipun telah berhasil keliling dunia namun wanita tersebut justru memutuskan memilih gang sempit itu sebagai lokasi foto prewedding-nya.
"Gue lahir dan besar di gang kecil ini! Setelah gue gede sukses bahkan pernah keliling dunia, akhirnya gue malah memutuskan utk foto prewed di gang ini."
"Gue gak malu sama masa lalu gue, bahkan gue dengan bangga mau nunjukin dari sudut kecil ini kalian bisa tetap jadi luar biasa," ungkapnya dalam video.
Video yang ia unggah itu pun sontak mengundang perhatian warganet dan menjadi viral.
Hingga Sabtu (19/9/2020) sore, video tersebut telah ditayangkan lebih dari 447 ribu kali dan disukai 77 ribu orang.
Saat dikonfirmasi Tribunnews.com, pengunggah bernama Sarah Mulyani (29) membenarkan dirinya belum lama ini melakukan sesi foto prewedding di gang sempit di Jakarta pada akhir Agustus lalu.
Wanita yang akrab disapa Dotz itu mengatakan, ada begitu banyak kenangan masa-masa berjuang bersama sang kekasih di gang sempit tersebut.
Hal itulah yang kemudian membuatnya memutuskan menjadikan gang sempit sebagai latar foto preweddingnya.
Sementara itu, Dotz menceritakan, di balik unggahan foto prewedding-nya yang viral tersebut, ada pesan yang ingin ia sampaikan.
Dotz mengatakan, awalnya ia hanya sekadar ingin berbagi cerita dan berharap orang-orang dapat lebih utuh menjadi dirinya sendiri.
Ia pun berpesan supaya setiap orang senantiasa mensyukuri dari mana dirinya berasal.
"Jadi aku kan merasa momen prewedding biasanya orang ke luar negeri, misal ke Paris, ya itu bukan hal yang buruk, aku pribadi juga mau kok."
"Cuman momennya kan sekarang juga pandemi, jadi nggak bisa pergi juga, ya manfaatin aja apa yang ada," tutur Dotz saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (15/9/2020).
"Indonesia juga bagus, Jakarta juga bagus, dan dari mana kita berasal juga penting, Jadi tetap utuh aja, bersyukur dari mana kita berasal," sambungnya.
Kisah di Baliknya
Dotz menceritakan, sebelumnya, ia dan sang kekasih yang akrab disapa Bink (30) sempat berjualan baju hingga tahu bulat.
Menurut Dotz, gang sempit di rumahnya telah menjadi bagian yang mengiringi perjalanan cintanya bersama sang kekasih.
Sekalipun Dotz telah mengunjungi berbagai negara, ia mengaku gang sempit tersebut adalah tempat yang paling bersejarah.
"Kita jualan bareng di Blok M, jualan baju, pernah juga jualan tahu bulat, dan momennya memang kebanyakan kayak gitu, jalan kaki ke rumah."
"Walaupun aku udah kemana pun tapi aku dari situ gitu loh. Jadinya aku pengin recreate semua momen perjuangan kita bareng," bebernya.
"Buat aku pribadi, gang rumah aku itu bersejarah, saksi bisu perjuangan kita dari dulu. Jadi aku merasa, dari semua tempat, buatku gang itu bersejarah," sambungnya.
Dotz mengatakan, Bink pun mendukung idenya melakukan foto prewedding di gang tersebut.
"Karena memang kita sama-sama dari bawah bareng, berjuang bareng," lanjutnya.
Berjuang Bersama
Menurut Dotz, ia dan Bink telah bersama selama 10 tahun lamanya.
Keduanya pertama kali bertemu di wihara.
"Ketemunya di wihara karena sama-sama ikut kayak acara dance gitu," kata Dotz.
Setelah berkenalan, Dotz dan Bink menjadi semakin akrab.
Dotz menceritakan, sejak awal, ia mengenal Bink sebagai sosok yang selalu bertekad untuk membuka usaha sendiri.
"Cowokku dari dulu emang tipenya yang kayak udah jelas hidupnya mau kayak apa, dia mau usaha sendiri, sekecil apapun, dia pengin jualan, atau apapun yang penting menghasilkan," jelasnya.
Dotz mengaku, hal itu kemudian menumbuhkan semangat bagi dirinya untuk mengikuti langkah Bink.
"Karena waktu itu aku juga dari keluarga susah, maksudnya mamaku untuk bayarin aku kuliah harus jualin mobil kayak gitu-gitu, ya aku juga pengin punya penghasilan lah, pengin survive, akhirnya aku ngikutin dia," kata Dotz.
Ia dan Bink kemudian memulai usaha dengan berjualan baju secara door to door.
Mereka mengunjungi satu per satu rumah dan toko.
Setelah satu tahun bersama, keduanya kemudian memutuskan untuk berpacaran.
Dotz dan Bink pun semakin tak terpisahkan dalam menjalankan usaha bersama.
Hingga akhirnya, mereka berdua menyewa sebuah toko di Blok M menggunakan uang hasil menjual iPod.
"Waktu itu menang hadiah lempar bunga gitu deh, dapat hadiahnya iPod."
"Di masa 10 tahun lalu iPod kan berharga banget, kita jual terus kita punya modal, kita sewa toko di Blok M, toko di basement, di pinggir got gitu," kenangnya.
Sayangnya, usahanya tersebut sempat sedikit bangkrut karena penghasilan yang didapat tak sebanding dengan harga sewa toko.
Akhirnya, dengan sisa modal yang dimiliki, Dotz dan Bink memulai usaha berjualan tahu bulat di pinggir jalan.
Namun, usahanya itu pun tak sepenuhnya berjalan mulus.
"Sempat hancur banget karena tokonya digusur, akhirnya nggak punya tempat jualan, gerobaknya kita jual-jualin gitu," ungkapnya.
Ia dan Bink kemudian menyumbangkan penghasilan mereka pada orang lain.
Selanjutnya, keduanya memutuskan memulai usaha dari nol lagi.
Bink memilih menjadi dropshipper krim wajah hingga casing HP, sementara Bink mulai belajar internet marketing melalui sekolah daring.
Seiring berjalannya waktu, usaha keduanya membuahkan hasil dan membawa mereka ke Negeri Gajah Putih.
"Dianya kuliah, akunya lanjut jualan jadi dropshipper casing, krim muka, baju macam-macam."
"Pokoknya berjuang gitu 10 tahun sampai akhirnya punya modal lumayan untuk pergi ke Thailand," cerita Dotz.
"Kita buka jastip baju bangkok gitu, sampai akhirnya sekarang kita jualan cat rambut," sambungnya.
Dotz menambahkan, saat ini ia fokus berbisnis di bidang perawatan rambut.
"Sekarang aku jualan sampo, sisir, lebih ke perawatan rambut," ujarnya.
Dari perjuangan panjang yang pernah dilewati, Dotz pun berpesan pada siapapun yang tengah berjuang supaya tidak mudah putus asa.
"Jangan putus asa, karena emang banyak hal yang kesannya nggak mungkin."
"Aku juga dulu merasa nggak mungkin gini, nggak mungkin gitu, tapi kalau kita terus berusaha, terus berdoa, nggak ada yang nggak mungkin."
"Pasti someday akan ada momen titik balik itu dan tetap percaya aja, tetap bermimpi, dan tetap usaha yang pasti," tuturnya. (*)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Foto Prewedding di Gang Sempit untuk Kenang Perjuangan, sang Wanita: Bersyukur dari Mana Berasal