Breaking News:

ANAK Pemulung di Boyolali Sukses Jadi Lulusan Terbaik, Lihat Rumah Sederhananya Masih Lantai Tanah

Cerita inspiratif ini datang dari gadis 21 tahun bernama Nurpitasari, asal Dukuh Banjarsari RT 18 RW 09 Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Boyolali

Editor: Galuh Palupi
TribunSolo.com/Ilham Oktafian
Sosok Nurpitasari (21) menggunakan toga dan selendang lulusan terbaik Universitas Ngudi Waluyo Ungaran. Foto Nurpitasari membantu bapaknya Juman (55) merapikan barang bekas sebelum dijual di rumahnya di Dukuh Banjarsari RT 18 RW 09 Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jumat (18/9/2020). 

TRIBUNSTYLE.COM - Cerita inspiratif ini datang dari gadis 21 tahun bernama Nurpitasari, asal Dukuh Banjarsari RT 18 RW 09 Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali.

Dengan segala keterbatasan ekonomi keluarganya, Nurpitasari bisa meraih prestasi dengan menjadi lulusan terbaik di kampusnya, Universitas Ngudi Waluyo, Ungaran.

Nur lulus dari jurusan D3 Keperawatan dengan IPK 3,7.

Sosok Nurpitasari (21) menggunakan toga dan selendang lulusan terbaik Universitas Ngudi Waluyo Ungaran. Foto Nurpitasari membantu bapaknya Juman (55) merapikan barang bekas sebelum dijual di rumahnya di Dukuh Banjarsari RT 18 RW 09 Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jumat (18/9/2020).
Sosok Nurpitasari (21) menggunakan toga dan selendang lulusan terbaik Universitas Ngudi Waluyo Ungaran. Foto Nurpitasari membantu bapaknya Juman (55) merapikan barang bekas sebelum dijual di rumahnya di Dukuh Banjarsari RT 18 RW 09 Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jumat (18/9/2020). (TribunSolo.com/Ilham Oktafian)

Orangtua Nur, Juman (55) tak putus asa membiayai anaknya kuliah meski bekerja sebagai pemulung.

Sementara sang ibu, Tumiah (45), adalah buruh momong dan pembantu rumah tangga.

Nenek Usia 60 Ini Viral, Ganti-ganti Suami Usia Berondong, Sehari Butuh 28 Kali Berhubungan Badan

Dikutip dari TribunSolo, kesederhanaan kondisi keluarga Nur terlihat jelas kala berkunjung ke rumahnya.

Rumah Nur tampak sederhana, masih berlantai tanah.

Selain itu, tiang penyangga rumah yang terbuat dari bambu terlihat hampir roboh.

Tampak ruang tamu dan tempat tidur pun bercampur menjadi satu, sehingga celah cahaya pun terlihat menyelinap dari genteng.

Kepala desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Boyolali Muhammid menuturkan, jika kediaman Nurpitasari sempat diusulkan untuk direnovasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved