Breaking News:

Panitia Ospek Unesa Disebut Alami Tekanan, Pihak Kampus Beri Terapi Psikologis Secara Online

Pihak kampus Unesa beri terapi psikologis online kepada para panitia ospek online yang disebut alami tekanan.

Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Dhimas Yanuar
Kolase Tribunnews/Twitter
Panitia ospek online Unesa, alami tekanan setelah videonya viral. 

TRIBUNSTYLE.COM - Pihak kampus Unesa beri terapi psikologis online kepada para panitia ospek online yang disebut alami tekanan.

Selama pandemi Covid-19, sejumlah kegiatan mahasiswa banyak dilakukan secara daring atau online.

Namun, baru-baru ini warganet justru diramaikan oleh potongan video kegiatan ospek daring mahasiswa Unesa.

Pada video tersebut, para senior membentak-bentak mahasiswa baru saat kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus untuk Mahasiswa Baru (PKKMB).

Aksi tidak menyenangkan tersebut viral di media sosial dan mendapatkan tanggapan dari warganet.

Setelah videonya viral, para panitia ospek itu disebut mengalami tekanan karena mendapat cecaran dari warganet.

Viral Video Ospek Online Mahasiswa Unesa, Pihak Kampus Beri Evaluasi, Selesaikan Secara Kekeluargaan

Viral Video Ospek Unesa, Mahasiswa Baru Dibentak Online oleh Senior karena Tak Pakai Ikat Pinggang

Video ospek daring mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Video ospek daring mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa). (Twitter @hendralm)

Kepala Humas Unesa, Vinda Maya, mengungkapkan pihak kampus akan memberi pendampingan psikologis bagi para panitia yang bersangkutan.

"Kami akan fokus memberikan konseling kepada para panitia," ungkap Vinda, Selasa (15/9/2020), dikutip dari Tribunnews.com.

Ia mengatakan para panitia mendapat begitu banyak tekanan dari warganet di media sosial.

"Sejumlah mahasiswa diserbu dan diserang di Twitter, bahkan ada yang diancam.

Mereka juga sangat tidak mengira akan menjadi seperti ini," tuturnya.

Pendampingan psikologis secara online akan diberikan segera kepada para panitia PKKMB tersebut.

"Malam ini para dosen psikologi di Unesa akan memberi terapi online secara kognitif, baik individu ataupun kelompok," ujar Vinda.

Menurutnya, pendampingan akan dilakukan untuk memulihkan kondisi psikis para panitia.

Ia mengaku belajar banyak atas kejadian tersebut dan berharap tak terulang kembali.

"Tapi kami belajar banyak dari kejadian ini, semua pihak berjanji agar kejadian semacam ini tidak terulang," ungkap Vinda.

Kepala Humas Unesa itu juga mengabarkan bahwa panitia yang berada di dalam video viral tersebut rata-rata masih duduk di semester tiga.

Lebih lanjut, Vinda menyebut bahwa pihak kampus sebenarnya ingin menjalankan PKKMB dengan suasana humanis dan edukatif.

"Kami ingin sesuai dengan konsep merdeka belajar," ungkapnya.

tribunnews
Video ospek daring mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. (Twitter @hendralm)

Video Senior Bentak Mahasiswa Baru Viral di Media Sosial

Diberitakan sebelumnya, sebuah potongan video berdurasi 30 detik itu viral di media sosial sejak Senin (14/9/2020) malam.

Tampak logo Unesa serta PKKMB 2020 tertulis pada pojok layar.

Dari tulisan tersebut, diketahui kegiatan itu dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unesa.

Terlihat seorang mahasiswi baru mengenakan atasan batik, kerudung dan rok panjang berwarna hitam.

Sementara 3 senior yang terdiri dari 2 orang laki-laki dan seorang perempuan terdengar berbicara lantang.

Mahasiswi tersebut tampak tegang setelah senior mengecek atribut ikat pinggang.

"Ikat pinggang diperlihatkan," seru senior.

"Gak ada kak," jawab mahasiswa tersebut.

"Gak dibaca tata tertibnya?," tanya senior yang lain.

"Maaf kak," kata mahasiswi.

"Maaf maaf," bentak senior.

Video ospek daring itu langsung menuai beragam reaksi dari warganet.

Bahkan, beberapa kata seperti Maaf Maaf, Ikat Pinggang Diperlihatkan, dan UNESA sempat masuk dalam jajaran trending topic Twitter.

Tak sedikit warganet yang menyayangkan aksi senioritas pada kegiatan ospek tersebut.

Namun ada pula yang justru membuat video parodi dari kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKBM).

Pihak Kampus Beri Evaluasi, Selesaikan Secara Kekeluargaan

Menanggapi hal itu, Rektor Unesa, Nurhasan langsung angkat bicara.

Dilansir dari Tribunnews.com, ia menyayangkan kejadian tersebut dan mengaku ada kesalahan koordinasi.

"Kami menyayangkan kejadian tersebut namun juga mengakui adanya kesalahan dalam koordinasi pelaksanaan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) pada salah satu fakultas di Unesa," ujar Nurhasan melalui keterangan resmi, Selasa (15/9/2020).

Nurhasan mengatakan pihaknya telah mengevaluasi mahasiswa yang melakukan pembentakan tersebut.

Ia menambahkan, Unesa juga akan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan antar semua mahasiswa yang terlibat.

"Tentang langkah penanganan terkait hal ini, saat ini kami bersama pimpinan kemahasiswaan dari Fakultas terkait telah memberikan evaluasi sekaligus bimbingan kepada mahasiswa yang bersangkutan, dan seluruh masalah yang ada akan diselesaikan dengan cara kekeluargaan," tutur Rektor Unesa itu.

Menurutnya, sebenarnya pelaksanaan PKKMB bertujuan menambah wawasan terkait dunia kampus untuk mahasiswa baru.

Kegiatan ini dilaksanakan agar mahasiswa baru cepat beradaptasi dalam pembelajaran di lingkungan kampus.

Nurhasan juga mengucapkan terima kasih atas semua perhatian berupa kritik ataupun saran kepada Unesa.

Ia berharap, setelah dilakukan evaluasi, kejadian ini tak terulang lagi di pelaksanaan PKKMB mendatang.

"Unesa menjadikan ini sebagai catatan evaluasi penting yang diharapkan menjadi masukan untuk perbaikan dalam pengelolaan kegiatan kemahasiswaan ke depan," pungkasnya.

(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh/Febriana)

BACA JUGA:

VIRAL Video Ospek Unesa, Maba Dibentak Online Senior, Rektor Evaluasi Panitia, Sebut Ada Kesalahan

VIDEO Detik-detik Penumpang Tolak Pakai Masker, Bertengkar dengan Pramugari, Diusir dari Pesawat

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
UnesamahasiswaSurabaya
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved