Breaking News:

Ponsel Jadi Salah Satu Media Penularan Covid-19, Pelindung Layar Ini Diklaim Bisa Bunuh Virus Corona

Smartphone bisa menjadi salah satu media penularan virus corona, pelindung layar ini diklaim bisa membunuh Covid-19

modernshopee.com
Ilustrasi pelindung layar 

TRIBUNSTYLE.COM - Pelindung layar ini diklaim bisa bunuh virus corona dari ponsel.

Ponsel disebut-sebut menjadi salah satu media penularan Covid-19.

Oleh sebab itu, banyak anjuran untuk rajin membersihkan layar dan seluruh bodi ponsel.

Namun kini ada opsi yang berbeda selain rajin membersihkan ponsel.

Salah satu produsen aksesoris gadget, ZAGG memperkenalkan produk barunya yakni pelindung layar.

Produknya ini bernama InvisibleShield, diklaim sebagai anti-mikroba dan tahan terhadap virus.

Pelindung layar InvisibleShield buatan ZAGG berkolaborasi dengan Kastus yang diklaim mampu membunuh virus corona yang menempel di layar ponsel.
Pelindung layar InvisibleShield buatan ZAGG berkolaborasi dengan Kastus yang diklaim mampu membunuh virus corona yang menempel di layar ponsel. (InvisibleShield/ZAGG)

Dalam pembuatannya, ZAGG menggandeng perusahaan nanoteknologi Kaktus.

Dalam uji lab independen, pelindung layar ini diklaim bisa membunuh hingga 95 persen virus corona setelah 30 menit.

Serta bisa membunuh 99,99 persen bakteri di permukaan layar.

"Melalui kerja sama kami dengan Kastus, produk anti-mikroba kami tidak hanya memberikan kesehatan digital terbaik, tapi juga melindungi konsumen melawan virus corona," kata Patrick Keenan, wakil presiden produk global ZAGG.

ZAGG mengatakan, pelindung layar buatannya akan terus diproduksi mulai 2020 dan seterusnya dengan menggunakan teknologi Kaktus.

Tak hanya di smartphone, pelindung layar ini juga tersedua untuk tablet dan smartwatch.

Menggunakan tempered glass.
Menggunakan tempered glass. (YouTube)

Sejatinya, penyebaran virus corona tersebut bukan dari ponsel melainkand ari tangan si pengguna.

Di tempat umum, Covid-19 bisa menyebar melalui bersin, batuk, dan berbicara tanpa menggunakan masker.

Virus akan menempel ke benda di sekitar yang tak sengaja kita pegang, salah satunya ponsel.

Namun, lamanya virus bertahan tergantung material barang.

Merangkum dari Phone Arena via KompasTekno, Kamis (3/9/2020) ang merujuk pada jurnal Aerosol and Surface Stability of HCov-19 (SARS-CoV-2 compared to SRAS-CoV-1, benda dengan material kaca, metal, dan keramik bisa bertahan 2-3 hari dalam suhu 68 derajat fahrenheit.

Xiaomi Mi dengan perlindungan layar Corning Gorilla Glass
Xiaomi Mi dengan perlindungan layar Corning Gorilla Glass (Compsmag)

Pada bahan plastik, virus ini bisa bertahan hingga lima hari.

Sedangkan pada bahan kayu bisa bertahan hingga empat hari lamanya.

Namun, di atas permukaan bahan latex, virus corona bisa bertahan kurang dari 8 jam.

Sementara itu, di benda berbahan alumunium, virus bisa bertahan 2-8 jam.

Virus ini juga tahan selama 13 jam di atas bahan baja serta 16 jam di benda dengan material polypropylene.

Dalam penelitian berbeda yang dipublikasikan di Journal of Hospital Infection, peneliti menganjurkan agar ponsel dibersihkan dengan pembersih yang mengandung 0.1% sodium hypochlorite (pemutih), atau 62% hingga 71% ethanol.

Pembersih juga lebih disarankan disemprotkan langsung ke permukaan ponsel ketimbang menggunakan kain.

Airlangga Hartarto Sebut 30 Juta Vaksin Virus Corona Siap Diproduksi Indonesia pada Akhir 2020

Indonesia akan memproduksi 30 juta vaksin Virus Corona pada akhir tahun 2020 ini.

"Ini vaksin yang kita dapatkan bahannya. Kita akan 'manufactur' lewat PT Biofarma," ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Perekonomian, saat berkunjung ke redaksi Tribunnetwork, Selasa (1/9/2020).

Menurut Airlangga Hartarto, bahan vaksin Virus Corona atau vaksin untuk mencegah Covid-19 berasal dari perusahaan Sinovac Biotech Ltd. 

Sinovac Biotech Ltd adalah perusahaan biofarmasi yang berfokus pada penelitian, pengembangan, pembuatan, dan komersialisasi vaksin yang melindungi dari penyakit menular manusia.

Wikipedia menulis, perusahaan tersebut berbasis di Beijing, China. Vaksin komersial Sinovac termasuk Healive, Bilive, Anflu, Panflu dan PANFLU.1.   

 Sempat Dikira Antivaksin Covid-19 hingga Namanya Trending di Twitter, Tara Basro Beri Klarifikasi

 UPDATE Virus Corona Nasional 1 Septemnber 2020, Bertambah 2.775, Total 177.571 Kasus Covid-19

Menko Perekonomian Airlangga Hartato.
Menko Perekonomian Airlangga Hartato. ()

Menurut Airlangga Hartarto, vaksin Virus Corona adalah salah satu upaya dalam mengatasi atau menyelesaikan krisis kesehatan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

"Krisis terkait kesehatan bisa diselesaikan, lewat pelayanan kesehatan seperti RS, obat diproduksi, stok ditambah. Selain itu juga dengan vaksin untuk memotong penyakit," ujar Airlangga Hartarto.

Airlangga mengatkan, pemerintah berencana melakukan imunisasi massal. 

"Target imunisasi massal itu satu juta per hari mulai tahun 2021. Kita harapkan satu tahun, target orang yang divaksin akan tercapai," ujar Ketua Umum Partai Golkar ini.

Ketika ditanya apakah vaksin tersebut akan diproduksi di Indonesia atau diimpor dari China, Airlangga mengatakan akan diproduksi akhir tahun 2020 di Indonesia.

Diharapkan, awal Januari 2021 sudah tersedia 30 juta vaksin yang siap diinjeksikan kepada warga Indonesia. 

"Vaksin ini sama dengan vaksin produksi Sinovac. Tapi diproduksi di Indonesia oleh Biofarma," kata Airlangga yang juga Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Biofarma adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang kesehatan.

 UPDATE Corona Dunia Selasa 1 September 2020: 25,6 Juta Kasus, 855 Ribu Meninggal, & 17,9 Juta Sembuh

 KABAR GEMBIRA 5 NEGARA Sukses Kembangkan Vaksin Anti Virus Corona, Terungkap Kemanjurannya, Cespleng

Petugas medis memberikan vaksin virus Ebola
Petugas medis memberikan vaksin virus Ebola. (WHO/L. Mackenzie)

290 Juta Vaksin

Sebelumnya diberitakan, Indonesia telah memperoleh komitmen penyediaan 290 juta dosis vaksin Covid-19 hingga tahun 2021 mendatang.

"Tadi saya sudah mendapat laporan dari Bu Menlu dan Pak Menteri BUMN, sampai 2021 kita sudah kurang lebih mendapatkan komitmen 290 juta."

"Itu sebuah jumlah yang sangat besar," ujar Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas membahas laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2020).

Dalam siaran pers Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Presiden Jokowi mengatakan komitmen tersebut merupakan buah kesepakatan awal antara pemerintah melalui Bio Farma dengan pihak-pihak lain yang bekerja sama ditambah dengan kapasitas produksi sendiri milik Bio Farma yang tengah ditingkatkan.

Sampai akhir tahun 2020 ini, Indonesia diketahui memiliki komitmen pengadaan vaksin sebanyak 20 hingga 30 juta dosis vaksin Covid-19.

Saat ini, negara-negara lain juga berupaya untuk memperoleh komitmen pengadaan vaksin Covid-19 apabila nantinya ditemukan.

Indonesia termasuk salah satu negara yang berupaya memperoleh ketersediaan vaksin tersebut baik bekerja sama dengan pihak luar maupun mengupayakan produksi di dalam negeri.

"Negara lain mungkin sejuta dua juta saja belum dapat kita sudah dapat komitmen 290 juta baik yang diproduksi di sini maupun nanti yang diproduksi di luar."

"Saya kira ini berita yang sangat bagus," tuturnya.

Selain komitmen tersebut, Indonesia juga memiliki kandidat vaksin Covid-19 yang dikembangkan sendiri.

Sejumlah institusi riset di dalam negeri diketahui tengah melakukan pengembangan vaksin "Merah Putih" tersebut.

"Nanti vaksin Merah Putih kita ketemu, kita bisa memproduksi lebih banyak. Kalau memang apa yang kita miliki ini berlebih dari yang ingin kita gunakan, ya tidak apa dijual ke negara lain. Negara lain ini di ASEAN saja saya lihat belum ada yang siap dengan vaksin yang sebanyak yang saya sampaikan," tandasnya.

Sebelum ditemukannya vaksin tersebut, Kepala Negara mengingatkan jajarannya dan masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Menurutnya, hal tersebut merupakan upaya utama yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19.

"Perlu saya ingatkan bahwa kunci sebelum vaksinnya disuntikkan ke masyarakat paling penting adalah pemakaian masker," kata Presiden. (TribunStyle.com/Nafis,Wartakota)

Sebagian artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul BREAKING NEWS: Airlangga Hartarto Pastikan 30 Juta Vaksin Corona Diproduksi Biofarma Akhir 2020

 JANGAN Takut Resesi, Begini 5 Cara Jitu Bertahan Saat Krisis Akibat Pandemi Covid-19

 WASPADA! Meski Pakai Masker Ternyata Bagian Ini Jadi Penyebab Besar Penularan Covid-19 di Pesawat

Ikuti kami di
Penulis: Nafis Abdulhakim
Editor: Amirul Muttaqin
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved