BMKG Beri Peringatan Dini Senin, 3 Agustus 2020, Waspada Cuaca Ekstrem & Hujan Lebat di 13 Wilayah
Peringatan dini cuaca ekstrem yang dirilis BMKG, waspada hujan lebat di 13 wilayah ini.
Editor: Ika Putri Bramasti
TRIBUNSTYLE.COM - Berikut informasi peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk hari Senin, 3 Agustus 2020.
Berdasarkan keterangan resmi BMKG, 13 wilayah di Indonesia diperkirakan akan mengalami cuaca ekstrem.
Dilansir dari laman resmi BMKG, sejumlah wilayah seperti Sumatera Utara hingga Sulawesi Tengah berpotensi hujan lebat.
Sedangkan daerah lain seperti Aceh hingga Sumatera Barat berpotensi hujan petir disertai angin kencang.
• Waspada! BMKG Ingatkan Masyarakat Hindari Sinar UV Hari Ini, Ternyata Ini Segudang Bahayanya
• Viral Suara Dentuman di sekitar Bandung, Apa Kata BMKG?
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
BMKG mengungkapkan, daerah pusat tekanan rendah terpantau di Teluk Cendrawasih.
Hal ini membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin yang memanjang dari Papua bagian tengah hingga bagian barat, dan memanjang dari perairan utara Papua hingga Samudera Pasifik utara Papua.
Daerah konvergensi juga terpantau memanjang dari perairan timur Sulawesi Utara, Sulawesi Utara bagian barat hingga Brunei Darussalam.
Hal ini dapat memberikan potensi pembentukan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.
Wilayah yang berpotensi hujan lebat:
Sumatera Utara
Bengkulu
Kalimantan Tengah
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Maluku Utara
Maluku
Papua Barat
Papua
Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang/puting beliung:
Aceh
Riau
Sumatera Barat
Jambi
Sumatera Selatan
Kalimantan Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Udara Dingin Dikeluhkan di Berbagai Daerah hingga jadi Trending Twitter, Inilah Penjelasan BMKG
Udara dingin jadi keluhan di berbagai daerah hingga jadi trending Twitter. BMKG beri penjelasan.
Keluhan tentang udara dingin ramai disuarakan melalui media sosial Twitter.
Kata Dingin, Lawu, Dieng dan Hipotermia sempat menjadi trending topic pada Minggu pagi.
Ada banyak warganet yang mengeluhkan udara dingin.
Salah satunya adalah akun Twitter @ezawjinnie95L yang mengunggah terkait suhu dingin yang terjadi di lokasi tempat tinggalnya di Bandung, Jawa Barat.
Berdasarkan unggahannya, di tempat tinggalnya suhu yang tercatat dalah 16 derajat celcius.
• Penyebab Kita Tidak Bisa Tidur Tanpa Pakai Selimut Bahkan saat Cuaca sedang Panas, Apakah Normal?
• Cegah Penularan Covid-19 Melalui Udara di Ruang Tertutup, Ini Tips dari dr. Reisa Broto Asmoro
"Di kalian sekarang dingin gak? Disini dingin," tulis akun Twitter tersebut, seperti dilansir dari Kompas.com.
Ternyata, unggahan terkait suhu dingin ini juga banyak disampaikan oleh warganet lainnya.
Hal ini membuat suhu dingin sempat menjadi trending topic di Twitter.
Lalu, mengapa suhu dingin bisa terjadi di berbagai daerah?
Penjelasan BMKG
Dilansir dari Kompas.com, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal menjelaskan bahwa udara dingin yang terjadi pada malam menjelang pagi di beberapa daerah merupakan tanda dari puncak musim kemarau akan datang.
Menurut Herizal, beberapa wilayah di Indonesia kini sedang memasuki puncak musim kemarau.
"Semakin cerah langit di musim kemarau akan semakin dingin udara dirasakan pada malam dan menjelang pagi hari," kata Herizal saat dihubungi Kompas.com, Minggu (26/7/2020).
Saat menjelang musim kemarau, langit umumnya akan cerah sepanjang hari.
Kondisi inilah yang menyebabkan radiasi matahari tidak terhalang untuk masuk ke permukaan bumi, sehingga suhu di siang hari akan menjadi hangat.
Sedangkan di malam hari, radiasi bumi yang lepas ke angkasa akan maksimal karena langit yang cerah.
"Akibatnya, ketika malam hari radiasi yang diterima dari Matahari nol, sedangkan radiasi Bumi yang lepas ke angkasa maksimal.
Pada kondisi seperti ini kondisi udara pada malam hari menjelang dan pada puncak kemarau lebih dingin dibanding kondisi udara malam hari di musim hujan," papar Herizal.
Uap air di atmosfer dan kecepatan angin
Selain itu, prakirawan cuaca BMKG Nanda Alfuadi menyebutkan bahwa udara dingin yang terjadi di malam hari dipengaruhi oleh dua hal.
Dua hal tersebut adalah kandungan uap air di atmosfer dan kecepatan angin.
"Kandungan uap air di atmosfer yang cukup rendah di wilayah Indonesia bagian selatan dalam beberapa pekan ini menyebabkan radiasi gelombang panjang dari Bumi,
yang dapat menghangatkan atmosfer Bumi lapisan bawah, terlepas ke angkasa," kata Nanda, seperti dilansir dari Kompas.com.
Sehingga, energi yang digunakan untuk menghangatkan atmosfer bumi akan lebih kecil dibandingkan uap air di atmosfer.
Hal ini bisa terlihat secara kasat mata, dimana berkurangnya tutupan awan dalam beberapa pekan ini dibandingkan pekan sebelumnya.
"Kondisi atmosfer yang cukup kering tersebut diperkuat dengan kecepatan angin dari selatan Indonesia yang cukup kuat sehingga seolah udara di Indonesia bagian selatan terasa semakin dingin," terang Nanda.
Meski demikian, saat ini merupakan belum puncak dari kemarau, sehingga kondisi ini bukanlah kondisi paling signifikan.
Menurut Nanda, pada bulan Agustus dan awal September nanti kondisi dingin akan lebih terasa di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Jawa, Bali, NTB, dan NTT.
(TribunWow.com/Vintoko).
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Peringatan Dini BMKG Besok, Senin 3 Agustus 2020: 13 Daerah Waspada Cuaca Ekstrem Hujan Lebat dan "Warganet Ungkapkan Udara Dingin di Twitter, Begini Analisis BMKG".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/prakiraan-cuaca-dari-bmkg.jpg)