Breaking News:

Aulia Kesuma Kini Hadapi Vonis Mati Setelah Bunuh Suami & Anak Tiri, Ini Kata Pengacara

Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Aulia Kesuma terhadap suami dan anak tirinya, Pupung dan Dana, memasuki babak baru.

Kolase Tribunnews
Pembunuhan terhadap Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili dan anaknya, M Adi Pradana alias Dana, direncanakan Aulia Kesuma alias AK karena motif ekonomi. 

"Kita akan menyurati ke presiden, komisi III bahwa tolong hukuman mati itu harus segera dihapuskan karena sudah melanggar deklarasi universal hak asasi manusia," lanjutnya.

Di sisi lain, ia menuturkan sejumlah permintaan yang diminta kliennya untuk menghadirkan saksi yang meringankan kerap ditolak selama persidangan. Padahal, saksi tersebut bisa jadi pertimbangan majelis hakim.

"Jadi ada unsur ketidakadilan kenapa request kami dari menghadirkan saksi meringankan. padahal kita sudah menyediakan dua saksi yang meringankan dan kenapa tidak diamini dan tidak disetujui oleh majelis hakim," jelasnya.

Tak hanya itu, hukuman mati dinilainya sadis karena kliennya Aulia Kesuma memiliki anak yang masih berusia 4 tahun bernama Reyna. Anak tersebut disebutkannya hasil buah hati dari suami yang telah dibunuh oleh Aulia.

"Yang paling penting Ibu Aulia dengan almarhum itu ada kehidupan yang namanya anak. Anak yang berusia 4 tahun yang sekarang tidak tahu akan asuh oleh siapa. Anak yatim dan mungkin sekarang akan piatu. Kalau ibu Aulia sendiri dihukum sangat berat sekali," jelasnya.

Aulia Kesuma Ngaku Pembunuhan Pada Suami dan Anak Terinspirasi Sinetron, KPI Diminta Bertindak Tegas

Lebih lanjut, dia menambahkan, pihaknya tidak mengerti kenapa Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak memasukkan alasan tersebut sebagai pertimbangan untuk meringankan hukuman Aulia dan putranya.

"Kami tidak tahu Jaksa tidak memasukkan hal hal ini untuk sebagai ringankan dan kemudian majelis hakim tidak memasukkan hal itu sebagai hal yang meringankan. Ada apa?," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan istri Edi Candra Purnama alias Pupung Sadili, Aulia Kesuma dan putranya, Geovanni Kelvin divonis hukuman mati.

Hal tersebut dibacakan saat sidang putusan kasus pembunuhan suami dan anak tiri dengan terdakwa Aulia Kesuma dan putranya, Geovanni Kelvin yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (15/6/2020).

Dalam putusannya, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Suharno mengatakan kedua terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana dalam kasus tersebut.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Galuh Palupi
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved