Breaking News:

Aulia Kesuma Kini Hadapi Vonis Mati Setelah Bunuh Suami & Anak Tiri, Ini Kata Pengacara

Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Aulia Kesuma terhadap suami dan anak tirinya, Pupung dan Dana, memasuki babak baru.

Editor: Galuh Palupi
Kolase Tribunnews
Pembunuhan terhadap Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili dan anaknya, M Adi Pradana alias Dana, direncanakan Aulia Kesuma alias AK karena motif ekonomi. 

"Yang paling penting Ibu Aulia dengan almarhum itu ada kehidupan yang namanya anak. Anak yang berusia 4 tahun yang sekarang tidak tahu akan asuh oleh siapa. Anak yatim dan mungkin sekarang akan piatu. Kalau ibu Aulia sendiri dihukum sangat berat sekali," jelasnya.

Aulia Kesuma Ngaku Pembunuhan Pada Suami dan Anak Terinspirasi Sinetron, KPI Diminta Bertindak Tegas

Lebih lanjut, dia menambahkan, pihaknya tidak mengerti kenapa Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak memasukkan alasan tersebut sebagai pertimbangan untuk meringankan hukuman Aulia dan putranya.

"Kami tidak tahu Jaksa tidak memasukkan hal hal ini untuk sebagai ringankan dan kemudian majelis hakim tidak memasukkan hal itu sebagai hal yang meringankan. Ada apa?," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan istri Edi Candra Purnama alias Pupung Sadili, Aulia Kesuma dan putranya, Geovanni Kelvin divonis hukuman mati.

Hal tersebut dibacakan saat sidang putusan kasus pembunuhan suami dan anak tiri dengan terdakwa Aulia Kesuma dan putranya, Geovanni Kelvin yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (15/6/2020).

Dalam putusannya, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Suharno mengatakan kedua terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana dalam kasus tersebut.

"Mengadili menyatakan bahwa Terdakwa I Aulia Kesuma dan Terdakwa II Geovanni Kelvin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Suharno saat membacakan surat putusan di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Senin (15/6/2020).

Lebih lanjut, majelis hakim juga memutuskan kedua terdakwa divonis hukuman mati.

"Mengadili terhadap Terdakwa I Aulia Kesuma dan Terdakwa II Geovanni Kelvin. Masing-masing pidana hukuman mati," jelasnya.

Dalam pertimbangannya, kedua terdakwa dinilai telah melakukan perbuatan yang tercela dan tidak manusiawi. Selain itu, perbuatan kedua pelaku dinilai sangat sadis dan tidak beradab.

"Menimbang perbuatan terdakwa sangat tercela dan tidak manusiawi. Perbuatan terdakwa sangat sadis dan tidak berperi kemanusiaan dan perbuatan terdakwa membuat kesedihan keluarga korban. Hal meringankan tidak ada," tutupnya.

Kronologi Pembunuhan

Aulia Kesuma Membakar Jasad Pupung Sadili & M Adi Pradana Ternyata Terinspirasi Adegan Sinetron Ini

Aulia berniat membunuh Pupung dan Dana lantaran suaminya tidak memenuhi permintaan untuk menjual rumah.

"Saksi Aulia Kesuma menceritakan masalah utangnya dan meminta jasa saksi Karsini alias Tini, yang dahulu pernah bekerja sebagai pembantu infal, agar mencarikan dukun untuk menyantet korban Edi Candra supaya meninggal dunia," kata Jaksa Sigit Hendradi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved