Breaking News:

Virus Corona

4 Fakta Pasien Corona Ngamuk & Peluk Warga, Ternyata Kepergok Keluyuran Saat Isolasi Mandiri

Simak 4 fakta lengkap pasien corona ngamuk dan nekat peluk warga sata dijemput paksa petugas.

Editor: Monalisa
Kompas.com/Irwan Nugraha
Pasien corona ngamuk dan coba peluk warga yang menontonnya saat dijemput paksa 

TRIBUNSTYLE.COM - Seorang pasien positif virus corona berinisial AR, warga Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengamuk saat hendak dijemput paksa oleh petugas.

Bahkan pasien positif virus corona ini sempat nekat memeluk warga yang menontonnya saat dijemput paksa oleh petugas.

Bukannya menurut saat digiring ke mobil, pasien yang reaktif virus corona ini justru marah dan mencoba lari untuk memeluk para tetangganya.

Untung aksi nekat AR berhasil dicegah para petugas dan membawanya menuju mobil.

Beberapa petugas yang menjemput AR, pasien Covid-19 ini terlihat lengkap mengenakan APD.

Setelah ditelusuri ternyata pria berusia 40 tahun ini sebelumnya kepergok keluyuran sata sedang melakukan isolasi mandiri.

Indira Kalistha Sepelekan Corona dan Datang ke Perpisahan McD Sarinah, Andhika Pratama: Double Kill

VIRAL VIDEO Bukti Begitu Cepat Penyebaran Virus Corona di Sebuah Restoran, Berawal 1 Tumbuh Seribu

Petugas saat melakukan jemput paksa pada pasien positif corona
Petugas saat melakukan jemput paksa pada pasien positif corona (Kompas.com Irwan Nugraha)

Tak hanya itu, ia merasa sehat dan tidak terpapar virus corona lantaran tidak menunjukkan gejala seperti yang diidap pasien Covid-19.

Berikut empat fakta tentang penjemputan paksa pasien postif virus corona yang ngamuk dan nekat peluk tetangganya.

1. Risih karna Jadi Tontonan

Kemarahan AR hingga nekat memeluk tetangganya saat dijemput paksa para petugas dipicu lantaran menjadi tontonan.

Tak hanya itu, rupanya AR sempat melihat ada warga yang sengaja ingin memvideonya saat dijemput paksa oleh petugas khusus penanganan virus corona.

Lantaran risih dan menjadi tontonan warga di sekitar kediamannya inilah AR lantas nekat mengejar dan memeluk salah seorang warga yang hendak merekamnya menggunakan ponsel supaya ikut tertular.

"Ieu naon (apa sih)? Di mana sih? Saya peluk semua, ODP kamu, ODP," kata AR sambil memeluk warga di dekat para petugas medis yang berpakaian hazmat, Jumat (15/5/2020).

Mengetahui aksi itu, petugas berusaha membujuknya agar bersedia dibawa ke rumah sakit dan menjalani perawatan di ruang karantina.

Sepatu & Tas Mewah Harga Jutaan Jamuran Serta Redupnya Bisnis Bioskop, Potret Pilu Efek Wabah Corona

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved