Ramadhan 2020
Berbeda dengan Nuzulul Quran, Ini Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar, Amalkan Dzikir dan Doa
Berbeda dengan Nuzulul Quran, ini tanda-tanda Malam Lailatul Qadar, malam Ramadhan yang lebih baik dari seribu bulan. Amalkan doa dan dzikir.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: vega dhini lestari
TRIBUNSTYLE.COM - Berbeda dengan peringatan Nuzulul Quran, ini tanda-tanda Malam Lailatul Qadar, malam Ramadhan yang lebih baik dari seribu bulan.
Malam Lailatul Qadar disebut sebagai malam di bulan Ramadhan yang lebih baik dari seribu bulan.
Banyak umat muslim yang mengaitkan peristiwa turunnya Al-Quran dengan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar.
Namun, sebenarnya keduanya adalah peristiwa yang berbeda.
Melalui program Tanya Ustaz di kanal YouTube Tribunnews, Ketua Prodi Ilmu Al Quran dan Tafsir IAIN Surakarta, Tsalis Muttaqin, memberikan penjelasan.
Tsalis mengatakan, Al-Quran itu turun tidak dalam satu waktu, melainkan dua waktu.
• 35 Kebaikan yang Terhimpun Dalam Dzikir, Amalan Ringan yang Bisa Dilakukan Sepanjang Ramadhan 2020
• Pada Ramadhan ke Berapa Terjadi Malam Lailatul Qadar? Ini Bedanya dengan Nuzulul Quran
Pertama, Al-Quran diturunkan Allah dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia yang bernama Baitul 'Izzah (Malam Lailatul Qadar).
Proses turunnya Al-Quran ke langit dunia ini pun dijelaskan dalam Al-Quran surah Al-Qadr.
Kedua, baru Allah menurunkan Al-Quran dari langit dunia kepada Rasulullah secara berangsur atau bertahap (Nuzulul Quran).
Turunnya Al-Quran yang kedua ini adalah pada saat Nabi Muhammad menerima wahyu pertama di Gua Hira.
Jatuh pada Malam-Malam Ganjil
Allah tidak menyebutkan secara jelas kapan Malam Lailatul Qadar jatuh, melainkan hanya memberikan tanda-tanda melalui surah Al-Qadr.
"Malam Lailatul Qadar ini malam yang dirahasiakan oleh Allah," kata Tsalis.
Menurutnya, ada ulama-ulama yang mengatakan bahwa Malam Lailatul Qadar jatuh pada malam-malam ganjil.
Ada pula yang mengatakan bahwa jika ingin mendapatkan Malam Lailatul Qadar, maka haruslah bersungguh-sungguh melaksanakan ibadah Ramadhan pada malam pertama hingga akhir.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah IAIN Surakarta, Dr. H. Baidi, tayangan Tanya Ustaz di Kanal YouTube Tribunnews.com, memberikan penjelasan soal tanda-tanda Malam Lailatul Qadar.
Adapun tanda-tanda secara alamiah terkait terjadinya Malam Lailatul Qadar sebagaimana dijelaskan oleh Baidi, yakni sebagai berikut.
Suasana pagi atau malam hari sangat tenang dan udaranya segar.
Selain itu, sinar matahari ketika pagi hari cukup cerah dan tidak panas, dan lain sebagainya.
Amalan Doa dan Dzikir Menyambut Malam Lailatul Qadar
Baidi menjelaskan bahwa pahala yang didapatkan ketika orang melaksanakan ibadah di waktu Lailatul Qadar itu lebih baik dibanding seribu bulan atau kurang lebih 84 tahun.
Berikut adalah bacaan doa saat malam Lailatul Qadar.
Diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah Radhiyallahu ‘anha, Aisyah berkata : “Aku bertanya, “Ya Rasulullah. Apa pendapat engkau jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), apa yang harus aku Dzikir kan/baca?” Nabi Muhammad SAW menjawab, “Ucapkanlah/berdoalah :
اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني
Allahumma innaka ‘Afuwwun tuhibul ‘afwa fa’fu ‘anni.
Artinya: ”Ya Allah sungguhnya Engkau Maha Pengampun. Engkau suka memberi ampunan, maka ampunilah daku.” (HR.Tirmidzi 3760 dan HR.Ibnu Majah 3850)
Dalam riwayat Imam Syafi'i doa yang juga sering dipanjatkan Nabi Muhammad di malam 10 hari terakhir bulan Ramadan adalah:
Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar.
Artinya: "Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka."

Oleh karena Malam lailatul Qadar tidak diketahui kapan jatuhnya, maka melakukan amalan doa dan dzikir sepanjang Ramadhan akan lebih baik.
Berikut ini bacaan dzikir yang paling utama dan bisa diamalkan sehari-hari, terutama pada bulan Ramadhan.
1. Kalimat Dzikir 1
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhaanallaahi wa bihamdih.
Artinya: "Maha Suci Allah, aku memujiNya."
(HR. Al-Bukhari 7/168, Muslim 4/2071.)
2. Kalimat Dzikir 2
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيْمِ
Subhaanallaahi wa bihamdih, subhaanallaahil ‘azhiim.
Artinya: "Maha Suci Allah, aku memujiNya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung."
(HR. Al-Bukhari 7/168 dan Muslim 4/2072)
3. Kalimat Dzikir 3
سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subhaanallaah, wal hamdulillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar.
Artinya: "Maha Suci Allah, Segala Puji bagi Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Maha Besar." (HR. Muslim 3/1685.)
4. Kalimat Dzikir 4
سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
Subhaanallaah, wal hamdulillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.
Artinya: "Maha Suci Allah, Segala Puji bagi Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Maha Besar, Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah".
5. Kalimat Dzikir 5
لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamd, wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir.
Artinya: "Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu." (HR. Al-Bukhari 7/167, Muslim dengan lafazh yang sama 4/2071.)
(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh/Anggie)
• Bacaan Dzikir dan Doa yang Diamalkan Ketika Berbuka Puasa Ramadhan 2020
• Kumpulan Dzikir & Doa Amalan Malam Lailatul Qadar pada 10 hari terakhir Ramadhan 2020