Roy Kiyoshi Terjerat Narkoba
Ditangkap Karena Narkoba, Roy Kiyoshi Terbukti Positif Pakai Zat Psikotropika Jenis Benzodiazepine
Roy Kiyoshi tertangkap karena dugaan penyalahgunaan narkotika, hasil tes urine terbukti positif menggunakan benzodiazepine.
Penulis: Anggie Irfansyah
Editor: Delta Lidina Putri
TRIBUNSTYLE.COM - Roy Kiyoshi tertangkap karena dugaan penyalahgunaan narkotika, hasil tes urine terbukti positif menggunakan benzodiazepine.
Dari haril tes urine Roy Kiyoshi, Kasat Narkoba Polres Jakarta Selatan, Kompol Vivick Tjangkung mengatakan hasilnya Roy positif menggunakan zat psikotropika jenis benzodiazepine.
Selain itu, barang bukti obat jenis psikotropika juga diamankan dari tangan Roy Kiyoshi.
"Barang buktinya kurang lebih 21 butir jenis psikotropika," kata dia Vivick di Jakarta, Jumat (8/5/2020), seperti dilansir dari Kompas.com.
• Ditangkap Atas Kasus Narkoba, Inilah 4 Kontroversi Roy Kiyoshi yang Ramai Jadi Sorotan
• Roy Kiyoshi Ditangkap Rabu Sore, Polisi Temukan 21 Butir Psikotropika, Hasil Tes Urine Menguatkan

Ia menjelaskan, pihaknya langsung melakukan tes urine kepada yang bersangkutan saat penggerebekan di kediamanya di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.
Berdasarkan hasil tes urine tersebut, Roy Kiyoshi dinyatakan positif menggunakan psikotropika jenis benzodiazepine.
Namun, ia belum bersedia menjelaskan detail kasus tersebut, pihaknya akan menyampaikan pada jumpa pers siang nanti.
"Nanti akan dijelaskan lebih lanjut oleh bapak Kapolres," ucap dia.
Sebelumnya, Roy Kiyoshi ditangkap pada Rabu (6/5/2020) sekitar pukul 17.00 WIB.
Kabar ditangkapnya Roy Kiyoshi ini menyebar sejak hari Kamis (7/5/2020) sore.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Budi Sartono membenarkan hal tersebut.
Ia juga akan menjanjikan akan menggelar jumpa pers terkait kasus tersebut hari ini.

Obat jenis psikotropika yang sering disalahgunakan
Ada berbagai obat berjenis psikotropika yang seringkali disalahgunakan.
Bahkan beberapa artis juga terjerat kasus narkoba karena penyalahgunaan beberapa obat ini.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa obat berjenis psikotropika yang sering disalahgunakan.
- Obat antidepresan

Obat ini sebenarnya dikonsumsi untuk meringankan dan mengobati gejala gangguan depresi mayor.
Banyak obat antidepresan yang dapat ditemukan di pasaran termasuk golingan SSRI yang merupakan obat yang berpengaruh pada serotonin otak.
Meskipun digunakan sebagai obat, obat antidepresan jika disalahgunakan bisa menyebabkan efek yang berbahaya.
Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah memberikan peringatan keras untuk obat antidepresan golongan SSRI.
Obat antidepresan bahkan bisa meningkatkan risiko keinginan untuk bunuh diri jika disalahgunakan.
Selain itu, obat antidepresan juga bisa menyebabkan gangguan tidur, agitasi, perubahan nafsu makan dan disfungsi seksual.
- Obat antipsikotik

Obat antipsikotik bisa memblokir reseptor dopamin di otak yang terlalu aktif dan digunakan dalam pengobatan pasien psikosis yang menunjukkan gejala delusi dan halusinasi.
Obat antipasikotik banyak disalahgunakan dan dijual secara ilegal, padahal obat ini adalah salahsatu obat keras yang harus disertai dengan resep dokter.
Efek dari obat antipsikotik adalah tremor, kejang otot, dan kegelisahan.
Efek lainnya adalahar dive dyskinesia, gerakan tak terkendali pada lidah, bibir, mulut, lengan, dan kaki secara permanen.
Selain memengaruhi otak, obak antipsikotik juga bisa memengaruhi metabolisme tubuh
Obat ini bisa menyebabkan kenaukan berat badan yang signifikan dan meningkatkan risiko diabetes.
- Obat anti ansietas

Obat anti ansietas biasanya digunakan untuk pasien yang mengalami gangguan kecemasan abnormal.
Secara umum, ada lima tipe gangguan kecemasan yaitu gangguan obesif kompulsif, serangan panik yang berulang dan tak terduga (panic disorder), fobia sosial dan gangguan stres pascatrauma.
Selain antidepresan, obat untuk gangguan kecemasan seperti jenis benzodiazepine sering digunakan untuk pasien gangguan kecemasan.
Tetapi, penggunaan obat jenis benzodiazepin harus digunakan dalam waktu yang singkat karena memiliki risiko ketergantungan yang sangat tinggi.
Efek samping dari benzodiazepine adalah rasa kantuk, pengelihatan kabur dan gangguan tidur seperti mimpi buruk.
- Obat ADHD

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan mental yang sering terjadi pada anak-anak.
Gejalanya adalah peningkatkan aktivitas motorik yang berlebihan, emosi yang meluap dan kesulitan mengendalikan perilaku.
Obat untuk pengobatan ADHD, obat yang digunakan adalah jenis stimulan yag bisa meningkatkan dopamin, yaitu zat terkait dengan kesenagan, gerakan dan perhatian.
Efek dari obat ini adalah gangguan tidur dan penurunan nafsu makan. (TribunStyle.com/Anggie)
• Jenguk Vitalia Sesha di Penjara, Ibunda Tak Tahu Selama Ini Anaknya Konsumsi Narkoba
• 5 Jenis Obat Depresi dan Imsomnia yang Dijual di Apotek Ini Ternyata Termasuk Golongan Psikotropika