Breaking News:

Virus Corona

TANDA CORONA REDA? Lihat Cara Malaysia, Amerika, Thailand, India Longgarkan Lockdown, Semoga!

Sejumlah negara telah melonggarkan aturan lockdown karena tingkat kematian dan kasus baru virus corona sudah mulai menurun.

Tayang:
Penulis: Anggie Irfansyah
Editor: Agung Budi Santoso
AFP/Miguel Medina
Italia mulai buka kembali lockdown secara bertahap. 

TRIBUNSTYLE.COM - Pandemi virus corona yang menyebar di seluruh dunia mengakibatkan beberapa negara menerapkan lockdown, akan tetapi tingkat kematian dan kasus baru virus corona di sejumlah negara sudah mulai melambat.

Pertanda pandemi virus corona mulai reda? Semoga .... 

Sejumlah negara menerapkan kebijakan lockdown untuk menekan laju penularan virus corona di wilayahnya.

Kendati demikian, hingga Selasa (5/5/2020) diketahui tingkat kematian dan kasus baru virus corona sudah mulai melambat.

Kasus baru virus corona paling banyak terjadi di Amerika Utara dan negara-negara Eropa dalam beberapa hari terakhir.

Tetapi, di Amerika Latin, Afrika dan Rusia, penambahan kasus baru jauh lebih kecil.

AKHIRNYA Italia Buka Lockdown Secara Bertahap, Mulai Senin 4 Mei 2020, tapi Masih Ada Pembatasan

Tak Peduli Jalanan Sepi karena Lockdown, Bocah Ini Tetap Jual Sayur Demi Kakek Nenek yang Sakit

Ilustrasi lockdown
Ilustrasi lockdown (Freepik)

Negara di Eropa yang mencatat dampak pandemi terparah adalah Prancis, Italia, dan Spanyol.

Akan tetapi, dalam beberapa pekan terakhir angka kematian di tiga negara tersebut mulai menurun.

Pada Senin (4/5/2020) Italia mulai melonggarkan lockdown yang diterapkan di wilayahnya, dimana lockdown di Italia adalah yang terpanjang di negara-negara Eroopa.

Dengan pelonggaran tersebut, pemerintah setempat mengijinkan 4,5 juta warganya untuk kembali bekerja dan bertemu dengan keluarga setelah selama hampir dua bulan harus berada di dalam rumah.

Selain itu, setengah dari gubernur negara bagian di Amerika Serikat juga mulai membuka kembali perekonomian mereka selama akhir pekan.

Ada berbagai negara lain yang juga mulai melonggarkan kebijakan lockdown terkait pandemi virus corona ini.

Berikut sejumlah negara yang melakukan pelonggaran aturan lockdown.

  • Italia
Sejumlah orang berdoa di gereja Santa Maria delle Grazie alle Fornaci, di Distrik Aurelio di sentral Roma, pada 15 Maret 2020. Peristiwa ini terjadi di tengah lockdown yang diterapkan Italia guna memerangi virus corona.(AFP/ANDREAS SOLARO)
Sejumlah orang berdoa di gereja Santa Maria delle Grazie alle Fornaci, di Distrik Aurelio di sentral Roma, pada 15 Maret 2020. Peristiwa ini terjadi di tengah lockdown yang diterapkan Italia guna memerangi virus corona.(AFP/ANDREAS SOLARO) (AFP/ANDREAS SOLARO)

Dilansir dari Reuters, pada hari Senin (4/5/2020) pagi terlihat kendaraan sudah mulai memadati jalan-jalan di Italia.

Mobil, bus, dan sepeda motor sudah melakukan perjalanan, meski tidak seramai di hari biasanya.

Pemerintah Italia telah melakukan pelonggaran bertahap dan memberi ijin pabrik-pabrik untuk kembali beroprasi.

Selain itu, taman-taman juga mulai dibuka kembali dan banyak masyarakat yang mulai melakukan aktivitas di luar rumah.

Kendati demikian, masih banyak toko yang tutup hingga 18 Mei mendatang.

Sementara itu, restoran dan bar hanya melayani pemesanan makanan yang dibawa pulang.

  • Thailand
Warga Bangkok yang sudah mulai joging di taman
Warga Bangkok yang sudah mulai joging di taman (Strait Times)

Salah satu negara di Asia Tenggara yang mulai melonggarkan aturan lockdown adalah Thailand.

Pemerintah sudah mulai mengijinkan masyarakat untuk keluar rumah sejak hari Minggu 3 Mei lalu.

Pelonggaran lockdown di thailand akan dilakukan dalam 4 tahapan dan dievaluasi selama 14 hari.

Pemerintah juga memperingatkan bahwa mereka akan menghentikan pelonggaran ini jika masih terjadi gelombang infeksi virus corona kedua.

Juru Bicara CCSA Taweesilp Visanuyohin menjelaskan bahwa bisnis-bisnis yang akan dibuka adalah bisnis yang memiliki risiko rendah penularan penyakit.

  • India
Keadaan India setelah lockdown diberlakukan.
Keadaan India setelah lockdown diberlakukan. (ISTIMEWA / TOI)

Lockdown di India mulai diterapkan pertama kali pada 25 Maret lalu dan telah diperpanjang sebanyak dua kali hingga 17 Mei mendatang.

Setelah lockdown selama 40 hari, pada Senin (4/5/2020) beberapa kantor di New Delhi diizinkan untuk kembali beroperasi dengan jumlah staf yang lebih sedikit.

Selain itu, lalu lintas juga sudah mulai ramai dan masyarakat sudah mulai diizinkan untuk keluar rumah.

Meski demikian, polisi masih berjaga dan memastikan bahwa tidak ada lebih dari dua orang didalam mobil.

Menurut keterangan Reuters, antrean lebih dari 500 orang mengular di sebuah toko miras di Kalyan Puri, wilayah timur New Delhi.

  • Selandia Baru
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern (Shutterstock/photocosmos1)

Selandia Baru juga sudah mulai melonggarkan aturan lockdown pada Senin (27/4/2020) dengan dibukanya kembali sejumlah sekolah dan bisnis.

Pemerintah melaporkan hanya lima kasus dan PM Jacinda Ardern mengatakan pihak berwenang akan terus menanganani penularan baru.

Selandia Baru mencatat jumlah kasus sebanyak 1.100 kematian akibat Covid-19.

“Tidak ada penularan di tengah masyarakat yang meluas dan tidak terdeteksi di Selandia Baru,” kata Ardern. “Kita telah memenangkan pertempuran itu.”

Dalam pelonggaran lockdown tersebut, setidaknya sekitar 400 ribu orang akan kembali bekerja.

  • Malaysia
Dampak Miris Lockdown Malaysia
Dampak Miris Lockdown Malaysia (The Star via Tribunnews)

Dilansir dari Channel News Asia, Malaysia mulai melonggarkan kebijakan lockdown pada Senin 4 Mei lalu.

Hal ini menimbulkan keramaian di beberapa titik di kota Melaka, salah satunya di pusat perbelanjaan dan pasar.

Pemerintah Malaysia telah menerapkan kebijakan yang diberi nama Perintah Kontrol Gerakan Bersyarat (PKGB) untuk mengganti Perintah Kontrol Gerakan (PKG).

Aturan ini membolehkan toko dibuka kembali dan wagrga diijinkan untuk keluar rumah, masyarakat juga dierbolehkan untuk mengendarai mobil pribadi dengan batas maksimal 4 orang.

Dirjen Kesehatan Malaysia Noor Hisyam Abdullah mengatakan bahwa kebijakan baru ini merupakan upaya pelonggaran lockdown.

“Salah jika masyarakat berpikir pemerintah telah mengangkat PKG dan mereka dapat merayakannya,” ujarnya, seperti dilansir dari Malaysia Mail.

  • Amerika Serikat
Demonstran berkumpul di depan gedung Colorado State Capitol untuk memprotes kebijakan virus corona untuk tinggal di rumah di Denver, Colorado, pada (19/4/2020). Ratusan warga protes di kota-kota di seluruh Amerika Serikat terkait lockdown dan didukung oleh Presiden Donald Trump karena mempengaruhi perekonomian yang kini dianggap telah lumpuh.
Demonstran berkumpul di depan gedung Colorado State Capitol untuk memprotes kebijakan virus corona untuk tinggal di rumah di Denver, Colorado, pada (19/4/2020). Ratusan warga protes di kota-kota di seluruh Amerika Serikat terkait lockdown dan didukung oleh Presiden Donald Trump karena mempengaruhi perekonomian yang kini dianggap telah lumpuh. (Jason Connolly / AFP)

Sebanyak 39 negara bagian di Amerika Serikat juga mulai melonggarkan aturan lockdown.

Salah satu negara bagian yang melonggarkan adalah Georgia.

Setelah dilonggarkan, sejumlah warga mulai keluar rumah, bahkan berjemur di pantai.

Sedangkan Gubernur New York Andrew cuomo memilih untuk tetap melakukan lockdown.

Menurutnya, pelongaran lockdown itu masih terlalu prematur.

“Perlu lebih dulu pemahaman mengenai virus corona baru ini,” katanya mengutip Reuters.

"Gunakan informasi untuk menentukan tindakan, bukan emosi, bukan politik, bukan apa yang dipikirkan atau dirasakan orang, tetapi apa yang kita ketahui dari fakta," tuturnya.

(TribunStyle.com/Anggie)

Ramadhan Di Tengah Pandemi Corona, Zaskia Mecca Ambil Hikmah: Nikmat Terbesar Selama Lockdown

Rayakan Berakhirnya Lockdown, Wanita Pemandu Wisata Ini Tewas Saat Berpose Minta Difoto Temannya

Stres Gara-gara Lockdown, Pria Ini Lempar Istrinya dari Lantai 7 Apartemen, Terekam Lakukan Hal Ini

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
virus coronaCovid-19lockdown
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved