Virus Corona

VIRAL Pemuda Terkapar di Pinggir Jalan, Petugas Medis Sigap Datang Duga Corona, Ternyata Putus Cinta

Viral pemuda diduga terkena corona terkapar di tepi jalan. Saat ditanya petugas medis yang memakai APD lengkap, pemuda itu mengaku sedang patah hati.

TribunStyle.com/ Twitter @magetanbanget
Pemuda putus cinta disangka kena corona. 

TRIBUNSTYLE.COM - Viral pemuda diduga terkena corona terkapar di tepi jalan. Saat ditanya petugas medis yang memakai APD lengkap, pemuda itu mengaku sedang patah hati.

Peningkatan jumlah kasus virus corona di Indonesia tak dapat dipungkiri membuat banyak orang khawatir.

Berdasarkan update pemerintah pada Jumat (3/4/2020), telah ada 1986 kasus di Indonesia.

Sementara itu jumlah pasien meninggal telah mencapai 181 jiwa.

Masifnya penyebaran corona di Indonesia wajib diwaspadai oleh masyarakat dengan tidak menyepelekan atau meremehkan gejala ringan dari virus yang menyerang saluran pernapasan ini.

Namun kepanikan dan tindakan buru-buru juga tidak dibenarkan ketika kita merasakan suatu gejala.

Baru-baru ini seorang pemuda menjadi viral di media sosial lantaran diduga terkena virus corona.

Apa Itu Herd Immunity yang Disebut Bisa Hentikan Pandemi, Seberapa Efektif untuk Jadi Solusi Corona?

UPDATE Virus Corona Nasional Jumat 3 April 2020, Bertambah 196 Kasus, Total 1.986 Kasus

pemuda terkapar di pinggir jalan diduga kena corona
pemuda terkapar di pinggir jalan diduga kena corona (Twitter @magetanbanget)

Hal itu terlihat pada unggahan @magetanbanget di Twitter pada Jumat (3/4/2020).

Pemuda tersebut ditemukan warga terkapar di tepi jalan raya.

Ia sempat memarkirkan kendaraannya sebelum menjatuhkan diri di atas rumput.

Pemuda berkaos putih itu nampak terbaring diatas rumput dekat sawah dan jalan raya.

"Nek pingger ratan mau pas lewat rame enek cah lanang kiro-kiro umure 18 tahun.

(Di pinggir jalan tadi lewat ramai ada pemuda kira-kira umur 18 tahun).

Numpak motor ujug-ujug mandek njagang motore teros tibo nyungsep nek pingger sawah, ora enek sing wani nulungi wedi nek kenek viris corona.

(Naik motor tiba-tiba berhenti, memarkir motornya terus menjatuhkan diri di pinggir sawah, tidak ada yang berani menolong karena takut kena virus corona)," tulis @magetanbanget.

Siapa Saja yang Lebih Berisiko Terinfeksi Virus Corona? Simak Penjelasannya Berikut Ini

Kenali Masa Inkubasi Virus Corona di Dalam Tubuh, Rata-rata Gejala Covid-19 Muncul Pada Hari ke-5

Petugas medis dengan Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap pun langsung mendatangi pemuda tersebut.

Saat dilakukan pengecekan, petugas medis ternyata kecele.

Pemuda itu ternyata sedang patah hati setelah diputus oleh pacarnya.

"Sigap ambulan teko nganggo klambi khusus nyedaki cah lanang mau, durong sampe ndemek bocah e tangi gek kaget akeh sing ndelok

(Ambulan pun datang dengan petugas medis berpakaian khusus mendekati pemuda tersebut, belum sampai memegang, pemuda itu langsung bangun dan kaget sudah banyak yang melihatnya)

Ditakoni jebule mari diputus pacare pas lg sayang-sayange (ngomong karo mbrebes mili eluhe)

(Ditanya ternyata baru saja diputus pacarnya ketika sedang sayang-sayangnya, dia ngomong sambil menangis)," lanjutnya.

Pemuda patah hati disangka kena corona
Pemuda patah hati disangka kena corona (TribunStyle.com/Twitter @magetanbanget)

Warganet pun memberikan beragam reaksi atas kejadian tersebut.

@icetarolattee
ambyare wong siji, gegere sak bumi.

@hiyemastuti
Perlu dimotivasi mas iki ben ga ambyar nemen2. Seng uwes yo uwes to mas wkwk

@azizardianp
Gara" corona wong patah hati diarani positif

@widiyapl
Mantannya habis liet ini pasti gak mau kenal atau gak diakuin kalau itu mantannya

@ElmitaDianova
Susah-susah pake baju ABD taunya yg dihadapin virus cinta (TribunStyle.com/Febriana)

Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona(Shutterstock)
Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona(Shutterstock) (Shutterstock)

Kenali Masa Inkubasi Virus Corona di Dalam Tubuh, Rata-rata Gejala Covid-19 Muncul Pada Hari ke-5

Coronavirus memang telah mewabah hampir di seluruh berbagai belahan dunia terkhusus di Indonesia.

Hal itulah yang membuat masyarakat mulai dilanda rasa khawatir dengan merebaknya virus ini. 

Masih banyak yang belum diketahui dengan pasti mengenai virus SARS-CoV2, varian baru dari keluarga coronavirus ini.

Salah satu hal yang masih diteliti para peneliti adalah terkait masa inkubasi virus.

Masa inkubasi adalah waktu antara seseorang terpapar hingga dirinya menunjukkan gejala awal.

 300 Siswa Calon Perwira Polisi Positif Corona, Awalnya 1 Orang DBD, Kini Seribu Lainnya Dipulangkan

 5 Doa Agar Dijauhkan dari Marabahaya dan Penyakit-penyakit Seperti Virus Corona

Ilustrasi tes Covid-19
Ilustrasi tes Covid-19 (Freepik)

“Biasanya akhir masa inkubasi ditandai dengan timbulnya gejala seperti batuk dan demam. Mencari tahu berapa lama waktu yang diperlukan sampai gejala itu muncul sangat relevan bagi Anda untuk berpikir mengenai berapa lama Anda harus benar-benar memantau orang untuk memastikan mereka tak terinfeksi,” ujar Lauren Ancel Meyers, seorang profesor biologi integratif dari Universias Texas, seperti diberitakan Business Insider, 10 Maret 2020.

Melansir Worldometers, WHO dan Pusat Pengendalian Pencegahan Penyakit Amerika Serikat meyakini bahwa masa inkubasi virus adalah 2 hingga 14 hari.

Sementara itu, studi lain menyebutkan, periode inkubasi penyakit bisa lebih lama, yakni sampai 24 hari.

 

Waktu inkubasi rata-rata 5 hari

Sejumlah peneliti dari Johns Hopkins University melakukan penelitian, yang kemudian diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine.

Dari penelitian tersebut, diketahui bahwa masa inkubasi rata-rata dari virus corona adalah 5 hari.

Para peneliti Johns Hopkins menganalisis dari 181 kasus virus corona yang terdeteksi pada 4 Januari 2020 hingga 24 Februari 2020 di luar Provinsi Hubei, China.

Mereka fokus pada kasus-kasus di mana pasien sakit setelah melakukan perjalanan ke sebuah provinsi dengan diagnosis dikonfirmasi di tempat lain. Tujuannya, agar lebih memudahkan untuk mengurai periode inkubasi tiap pasien.

Hasil dari analisis para peneliti tersebut menunjukkan, rata-rata masa inkubasi virus corona adalah 5,1 hari.

Penelitian lainnya, seperti dituliskan Worldometers, sebuah studi di China yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pada 30 Januari 2020 menemukan bahwa periode inkubasi rata-rata 5,2 hari.

Tim China yang melakukan penelitian itu menyebutkan, temuan mereka mendukung periode pengamatan medis 14 hari untuk orang yang terpapar patogen.

Perkiraan tersebut selaras dengan periode inkubasi pada virus corona jenis lain seperti SARS yang juga memiliki masa inkubasi 5 hari.

“Ini memberi Anda gambaran mengenai seberapa cepat virus akan menyebar, jika Anda ingin memproyeksikan berapa banyak pasien yang Anda temui,” ujar Stephen Morse, seorang ahli epidemiologi Universitas Columbia.

Ini juga membantu menginformasikan kepada Departemen Kesehatan mengenai berapa lama mereka perlu memantau orang yang berisiko tanpa kehilangan kasus.

Apakah karantina 14 hari cukup?

Amerika Serikat dan banyak negara lain telah merumuskan kebijakan karantina berdasarkan masa inkubasi 14 hari.

Meski demikian, terdapat sejumlah kekhawatiran bahwa periode 2 minggu tidak cukup.

Penelitian yang diterbitkan Journal of American Medical Association menunjukkan, masa inkubasi pasien adalah 19 hari.

Studi lain juga menyebut masa inkubasi hingga 24 hari.

Akan tetapi, para peneliti Johns Hopkins berpandangan, berdasarkan perhitungan yang mereka lakukan, untuk 10.000 orang yang dikarantina selama 14 hari, hanya 101 orang yang mengalami gejala setelah menjalani masa karantina.

“Berdasarkan analisis kami terhadap data yang tersedia untuk umum, rekomendasi saat ini yaitu 14 hari untuk pemantauan aktif atau karantina masuk akal, meskipun dengan periode itu, beberapa kasus akan terlewatkan dalam jangka panjang,” ujar Justin Lessler dari Asosiasi  Professor di Departemen Epidemiologi Bloomberg. (Kompas.com/Nur Rohmi Aida).

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Masa Inkubasi Virus Corona 14 Hari, Rata-rata Gejala Muncul pada Hari Ke-5"

Ikuti kami di
Penulis: Febriana Nur Insani
Editor: Dhimas Yanuar
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved