Breaking News:

Virus Corona

Heboh Pemakaman Ditolak Warga, Ini Cara Aman Mengurus Jenazah Pasien Corona dari Kemenag

Ramai warga menolak pemakaman pasien corona di daerahnya, ini cara mengurus jenazah agar tidak menularkan virus menurut Kemenag.

Tayang:
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Amirul Muttaqin
Kompas.com/Garry Lotulung
Ilustrasi pemakaman jenazah pasien virus corona. 

TRIBUNSTYLE.COM - Ramai warga menolak pemakaman pasien corona di daerahnya, ini cara mengurus jenazah agar tidak menularkan virus.

Pandemi virus corona yang telah banyak memakan korban jiwa dan bisa menular secara cepat menjadi momok bagi masyarakat.

Mirisnya, terjadi beberapa kasus penolakan pemakaman jenazah korban Covid-19 di sejumlah daerah.

Warga menolak jenazah tersebut dimakamkan di tempat pemakaman di lingkungannya.

Sebelumnya beredar kabar bahwa jenazah pasien Covid-19 masih bisa menyebarkan virus.

Terkait hal itu, kemenag sebelumnya telah memberikan pedoman mengurus jenazah Covid-19.

Badan Demam dan Takut Kena Corona? Ini Tanda-tanda Kamu Wajib Rapid Test Covid-19

TERPOPULER Kemewahan Rumah Hengky Kurniawan yang Dijadikan Tempat Istirahat Dokter & Relawan Corona

Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah (indiatvnews.com)

Menteri Agama, Fachrul Razi, mengatakan jenazah pasien corona nantinya akan diurus oleh tim medis dari rumah sakit yang telah ditunjuk resmi oleh pemerintah.

Fachrul juga menjelaskan bahwa pengurusan jenazah juga tetap diperhatikan sesuai ketentuan agama yang berlaku dan menyesuaikan dengan petunjuk rumah sakit rujukan.

Dilansir dari situs Bimas Islam Kemenag, berikut petunjuk cara menguburkan jenazah pasien virus corona yang aman.

Pertama, sebelum memandikan/semayamkan jenazah, petugas perlu melindungi diri dengan memastikan keamanan dan kebersihan dirinya terlebih dahulu.

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Mengenakan pakaian pelindung, sarung tangan, dan masker.

Semua komponen pakaian pelindung harus disimpan di tempat yang terpisah dari pakaian biasa.

2. Tidak makan, minum, merokok, maupun menyentuh wajah saat berada di ruang penyimpanan jenazah, autopsi, dan area untuk melihat jenazah.

3. Menghindari kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh jenazah.

4.Selalu mencuci tangan dengan sabun atau sanitizer berbahan alkohol.

Jika memiliki luka, menutupnya dengan plester atau perban tahan air.

5. Sebisa mungkin, mengurangi risiko terluka akibat benda tajam.

Kedua, apabila petugas terkena darah atau cairan tubuh jenazah, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:

1. Jika petugas mengalami luka tertusuk yang cukup dalam, segera bersihkan luka dengan air mengalir.

2. Jika luka tusuk tergolong kecil, cukup biarkan darah keluar dengan sendirinya.

3. Semua insiden yang terjadi saat menangani jenazah harus dilaporkan kepada pengawas.

Ketiga, perawatan jenazah ketika terjadi wabah penyakit menular umumnya juga melibatkan desinfeksi.

Desinfeksi biasanya dilakukan dengan menyemprotkan cairan klorin pada jenazah serta petugas medis yang akan menangani jenazah.

Namun, desinfeksi saja tidak cukup untuk menghalau penyakit infeksi. Petugas medis tetap harus menggunakan pakaian dan alat pelindung, sering mencuci tangan, serta mandi dengan sabun khusus setelah menangani jenazah.

Keempat, pengurusan jenazah dengan penyakit menular biasanya diakhiri dengan penguburan atau kremasi, tergantung kondisi.

Apabila jenazah dikubur, lokasi penguburan harus berjarak setidaknya 50 meter dari sumber air tanah yang digunakan untuk minum.

Lokasi penguburan juga harus berjarak setidaknya 500 meter dari pemukiman terdekat.

Kelima, jenazah harus dikubur setidaknya pada kedalaman 1,5 meter, lalu ditutup dengan tanah setinggi satu meter.

Tanah perkuburan pun harus diurus dengan hati-hati. Jika terdapat jenazah lain yang hendak dikubur, jenazah tersebut sebaiknya dikubur di area terpisah.

Keenam, bila keluarga ingin jenazah dikremasi, lokasi kremasi setidaknya harus berjarak 500 meter dari pemukiman terdekat.

Kremasi sebaiknya tidak dilakukan pada beberapa jenazah sekaligus untuk mengurangi polusi asap.

Ketujuh, setelah seluruh prosedur perawatan dilakukan, semua bahan, zat kimia, ataupun benda lainnya yang tergolong limbah klinis harus dibuang di tempat yang aman.

Desinfeksi pun dilakukan kembali pada petugas medis dan semua barang yang digunakan dalam perawatan jenazah.

Kedelapan, perawatan jenazah dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular.

Namun, selama dilakukan sesuai prosedur keamanan dan kebersihan, perawatan jenazah justru dapat membantu mencegah penularan penyakit lebih lanjut. (TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)

Videonya Ingatkan Bahaya Corona Viral, Bintang Emon Jadi Sorotan Media Luar Negeri

TERUNGKAP! Ini Dampak Mengerikan Lockdown, Itu Sebabnya Presiden Jokowi Menolak Mentah-mentah

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
virus coronaKemenagjenazahCovid-19
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved