Breaking News:

Virus Corona

WHO Jelaskan Bahaya Semprot Disinfektan ke Tubuh, Bagaimana Cara Menggunakannya dengan Tepat?

Terlanjur marak bilik sterilisasi, WHO jelaskan bahaya semprot disinfektan ke tubuh. Ini cara yang yang lebih tepat dalam menggunakan disinfektan.

Pixabay
Ilustrasi menggunakan disinfektan. 

TRIBUNSTYLE.COM - Akhir-akhir ini, banyak sekali warga yang menyemprotkan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Tak hanya ke benda mati, disinfektan juga disemprotkan ke tubuh manusia.

Cara tersebut diyakini dapat mematikan virus yang ada di pakaian atau badan seseorang.

Bahkan, bilik sterilisasi sebagai upaya membunuh virus agar COVID-19 menjadi marak di masyarakat.

Lalu, apakah penyemprotan disinfektan ke tubuh ampuh menangkal virus corona?

Merespons hal itu, WHO melalui akun Twitter resminya memberikan penjelasan terkait penggunaan disinfektan secara langsung ke tubuh manusia.

Pemerintah Siapkan Program Relaksasi Kredit, Jubir Presiden Prioritaskan Untuk yang Positif Corona

VIRAL VIDEO Kekacauan Setelah Putusan Lockdown, Warga Berdesakan Pergi dari Kota, PM India: Maaf

Bilik disinfeksi di Vietnam, untuk mencegah penyebaran virus corona.
Bilik disinfeksi di Vietnam, untuk mencegah penyebaran virus corona. (Twitter @LunaOi_VN)

"#Indonesia, jgn menyemprot disinfektan langsung ke badan seseorang, karena hal ini bisa membahayakan. Gunakan disinfektan hanya pd permukaan benda-benda. Ayo #LawanCOVID19 dgn tepat!" tulis WHO di Twitter.

WHO menjelaskan bahwa penyemprotan disinfektan ke seluruh tubuh tidak akan membunuh virus yang terlanjur masuk.

Sebaliknya, penyemprotan disinfektan dengan cara tersebut justru berbahaya jika terkena pakaian atau selaput lendir seperti mata dan mulut.

Alkohol dan klorin yang terkandung dalam disinfektan memang bisa berguna pada permukaan.

Namun, harus sesuai dengan petunjuk penggunaannya.

Cairan Disinfektan yang Disemprotkan ke Tubuh Tidak akan Melindungi Diri dari Virus Corona

Dilansir dari laman covid19.go.id, virus berpindah melalui percikan batuk atau bersin orang sakit yang kemudian terhirup oleh orang lain.

Selain itu, virus juga bisa berpindah jika percikan batuk itu menempel di permukaan benda dan disentuh orang.

Halaman
123
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved