viral hari ini

VIRAL Tetangga Cium Bau Busuk, Terkuak Kelakuan Jorok Keluarga Sebelah, 3 Tahun Kencing di 300 Botol

Viral kisah keluarga melakukan tindakan menjijikkan hingga membuat tetangganya resah.

kolase TribunStyle.com/daily mail
Keluarga menyimpan air kencing 3 tahun di 300 botol 

TRIBUNSTYLE.COM - Viral kisah keluarga melakukan tindakan menjijikkan hingga membuat tetangganya resah.

Kejadian tersebut terjadi di Kazakhstan, sebuah keluarga ditangkap polisi karena melakukan tindakan yang menjijikan dan terungkap oleh tetangganya.

Menurut Daily Mail pada Jumat (20/3/2020) kisahnya berawal dari kecurigaan tetangga ketika kerap mencium aroma busuk.

Setelah melakukan penelusuran untuk mencari tahu sumber bau busuk tersebut, mereka mengarah pada sebuah rumah yang ditinggali satu keluarga berisi 3 orang.

Setelah itu mereka melaporkan temuan itu kepada polisi.

Karena dianggap meresahkan warga, polisi kemudian bergegas untuk menyelidiki keluarga tersebut.

Dua Gadis Ini Ternyata Orang yang Sama, Viral Kisahnya Dulu Dibully Dekil, Kini Dipuji-puji

Viral Pesan Gadis 22 Tahun yang Positif Tertular Corona, Mulai Curiga di Hari Keempat Flu

Botol tempat mereka menyimpan urin.
Daily Mail
Botol tempat mereka menyimpan urin.

Keluarga itu diketahui beranggota tiga orang, orang tua ayah dan ibu dan putranya yang sudah dewasa bernama Zhenya.

Saat polisi menggerebek rumah itu awalnya mereka enggan untuk diperiksa sampai polisi harus membobol rumahnya dengan linggis.

Setelah digeledah polisi menemukan sumber bau busuk tersebut ternyata berasal dari botol-botol yang disimpan oleh keluarga itu.

Selama ini keluarga itu ternyata kencing di dalam botol dan menyimpannya selama bertahun-tahun.

Mereka tak sanggup untuk membayar utilitas di kota Aktau, Kazakhsatan, hingga terpaksa kencing di dalam botol.

Keluarga itu menimbun botol berisi air kencing itu selama tiga tahun, setelah mereka tak sanggup membayar utilitas seperti air dan listrik.

Selama itu setidaknya sudah 300 botol berisi air kencing disimpan di dalam rumah mereka.

Saat masuk ke dalam rumah itu polisi sampai tertegun melihat ratusan botol plastik berisi air kencing manusia.

Gambar yang ditangkap petugas menunjukkan botol-botol menggunung bersama dengan pakaian kotor di satu ruangan.

pakaian kotor juga ditemukan bersama urin dalam botol.
Daily Mail
pakaian kotor juga ditemukan bersama urin dalam botol.

Penduduk sekitar juga kaget setelah mengetahui selama ini keluarga itu menyimpan air kencingnya di dalam rumah hingga menyebabkan bau busuk menyeruak.

Sementara jumlah urin yang terkumpul dalam botol tersebut mencapai 1.300 liter, menurut laporan media setempat.

Setelah penemuan itu, keluarga itu diamankan dan dibawa untuk diperiksa ke fasilitas mental setempat.

Tetangganya menyebut keluarga tersebut telah mengubah rumahnya menjadi tempat pembuangan sampah.

Mereka juga tinggal di rumah yang dipenuhi dengan kecoak.

Seorang tetangga bernama Svetlana Nenastyeva mengatakan pada media, "Kami pikir orang tua Zhenya merusak hidupnya dan memberikan pengaruh buruk padanya." 

 

"Sekitar dua tahun lalu dia berhenti dari pekerjaanya dan beralih ke kehidupan yang tertutup," katanya.

"Keluarga ini adalah masalah besar bagi kami. Selama ini kami mengeluhkan bau busuk yang datang dari rumah mereka," imbuhnya.

Setelah penemuan itu tetangga itu kemudian membersihkan apartemen milik keluarga itu.

Sementara keluarga itu masih ditahan oleh polisi untuk diperiksa kesehatan mental mereka. (Intisari-online.com/Afif Khoirul M).

Sebagian artikel ini telah tayang di Intisari-online.com dengan judul Bau Busuk Menyeruak, Tetangga Terkejut Selama 3 Tahun Keluarga Ini Kencing dalam Botol dan Menyimpannya Hingga 300 Botol, Setelah Ditakar Jumlah Urinnya Mencengangkan

VIRAL! Pasien Kritis Terlantar Hingga Meninggal di Parkiran RSUD Jepara, Sempat Disumpahi Petugas

Pasien bernama Mbah Lukita warga Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji, Jepara meninggal dunia di parkiran RSUD Jepara tanpa penanganan.

Belum sempat mendapat perawatan, kakek berusia 62 tahun ini akhirnya berpulang dalam kondisi di dalam ambulans di parkiran RSUD Jepara, Senin (16/3/2020).

Kakek yang akrab disapa Mbah Lukita ini meninggal dunia saat menantikan perawatan dari RSUD Jepara.

Parahnya dalam kondisi yang sudah kritis Mbah Lukita tak kunjung mendapat perawatan.

Tak hanya itu, keluarga Mbah Lukita juga mengaku mendapat perlakuan tak baik dari salah satu orang perawat RSUD Jepara.

Diceritakan oleh sopir ambulans, Mbah Lukita di bawa ambulans sekitar pukul 12.15 WIB dari rumahnya ke Puskesmas Pakis Aji.

 Ingat Bule Cantik yang Viral Dinikahi Pria Muntilan? Kini Gaya Penampilan Terbarunya Jadi Sorotan

 POPULER Viral Artis Cecilia Cheung Cekcok dengan Pramugari, Berujung Diusir dari Pesawat


Pasien dan keluarga menunggu di dalam ambulans desa di parkiran RSUD RA Kartini Jepara, Senin (16/3/2020).
Pasien dan keluarga menunggu di dalam ambulans desa di parkiran RSUD RA Kartini Jepara, Senin (16/3/2020). (Istimewa)

Namun karena kondisinya yang sudah kritis, sopir ambulans lantas membawa pasien ke RSUD Jepara.

"Karena memang keadaan almarhum sudah payah berangkatlah kami ke rumah sakit menggunakan ambulans sekitar 30 menit," kata dia, saat dihubungi Tribunjateng, Selasa (17/3/2020).

Begitu sampai, satu orang penumpang meminta 'gledek' atau brankar yang biasa dipakai untuk mengangkut pasien.

Bukannya segera menolong, seorang petugas justru bersikap tak baik.

Perkataan sang petugas RSUD Jepara justru seolah menyumpahi pasien.

"Tapi sama petugas berbaju putih memakai masker jawabnya 'gledek gledek, opo wes orak ono'," tirunya.

(didorong pakai brankar apa (mbah Lukita) sudah tidak ada (meninggal)

Dengan terpaksa, keluarga menunggu bersama pasien di dalam ambulan desa.

 5 Unggahan Viral Soal Pencegahan Corona Ini HOAKS, dari Rebusan Bawang Putih hingga Jemur Pakaian

Karena tak tega menunggu terlalu lama, cucu almarhum memberanikan diri masuk minta petugas memeriksa.

"Alhmdulilah petugas kesehatan datang meskipun hanya di dulek-dulek (memeriksa) dada pasien dan masuk kembali tanpa keterangan apapun," jelas dia.

Sekitar lima menit, pihaknya didatangi satpam di data untuk antrian mendapatkan nomor antrean 19 dan disuruh daftar dulu di kantor.

‎"Karena pasien belum mendapat gledek (ranjang pasien), kami pun menunggui pasien di dalam ambulan yang terparkir di UGD lalu kami di datangi pak satpam agar tidak parkir di sini," jelas dia.

Akhirnya dia bersama pasien ke tempat parkir karena kondisi pasien memang sudah tidak mungkin untuk diturunkan dari ambulan.

"Sekitar dua jam kami menunggu di parkiran hingga pasien akhirnya meninggal tanpa penanganan apapun dari petugas kesehatan," ujar dia.

Saat ini Tribunjateng masih berusaha mengonfirmasi keluarga pasien.

Pasien Telantar RSUD Jepara
Pasien Telantar RSUD Jepara (Istimewa)

Sebelumnya telah viral di sosial media tentang pelayanan rumah sakit yang isinya sebagai berikut :

POTRET BURUK PELAYANAN RSUD JEPARA, PASIEN MENINGGAL DUNIA SI TEMPAT PARKIR.

Alm mbah LUKITA warga desa Mambak kec pakis aji kab Jepara meninggal dunia di tempat parkir..

Senin 16 Maret 2020 kami mengantarkan pasien dari rumah nya ke puskesmas pakis aji pukul 12.15 mnt

dan dari sini kami di beri rujukan ke Rumah sakit Umum jepara krn memang keadaan alm sudah payah berangkatlah kami ke rumah sakit menggunakan ambulan desa Mambak.

30 menit sampailah kami di RSU begitu turun solah satu penupang tak suruh turun dulu utk minta "gledek" pak minta gledek katanya ke salah satu petugas berbaju putih memakai masker gledej gledek opo wes orak ono begitu jawab petugasnya..

Dengan trrpaksa kami menunggu bersama pasien di dalam ambulan desa, krn tak tega melihat pasien cucu alm memberanikan diri msk ke minta petugas memeriksa dan alhmdllah petugas kesehatan datang meskipun hnya di dulek2 dada pasien dan msk kembali tanpa keterangan apapun.

Sekitar 5 menit kami di datngi pak satpam di data antrian dpt nmr antrian 19 dan di suruh daftar dulu di kantor dan melakukan saran pak satpam

 Viral Petani di Sulawesi Punya Mobil Mahal Seperti Raffi Ahmad Langsung Ditangkap Polisi Gegara Ini

Karena pasien ( alm mbah Lukita ) blm mendpat Gledek kami pun menunggui pasien di dalam ambulan yang terparkir di UGD lalu kami di datangi pak satpam dan berkata BOLEH MENUNGGU TAPI TIDAK BOLEH PARKIR DI SINI

akhirnya kamipun membawa pasien ke tempat parkir krn pasien memang sudah tidak mungkin utk di turunkan dari ambulan..

Sekitar 2 jam kami menunggu di parkiran hingga pasien akhirnya meninggal tanpa penanganan APAPUN dari petugas kesehatan nangis hati ini

Ya Allah.....kami maaaarah kpd pihak rumah sakit dan tak satu pun yg menjawab apalagi bertanggung jawab..

Kami hanya ingin di kemudian hari tidak ada mbah LUKITA LUKITA yang lain yang di perlakukan seperti ini,

kemana kami harus mengadu selain kepadamu ya Robb..

Maaf bila ada pihak2 yg tidak berkenan dan tidak menerinya

Abdul Rosyid

Jepara, 16 Maret 2020

Dihubungi terpisah,  Direktur RSUD RA Kartini Jepara, Dwi Susilowati menjelaskan, pasien tersebut datang saat ruangan IGD dalam kondisi penuh semuanya.

Semua tempat tidur berjumlah 13 unit, dan tambahan 12 brankar ‎(alat bantu membawa pasien) sudah terpakai seluruhnya.

"‎Memang kondisinya 25 unit tempat tidur dan brankar saat itu sudah terpakai semua, sehingga kami juga tidak bisa memberikan brankar itu untuk pasien," jelas dia, Selasa (17/3/2020).

Selain itu, dia juga menolak rujukan ke rumah sakit yang lainnya.

Sehingga keluarga pasien lain lebih memilih ‎untuk mengantre.

Pasien mendapatkan antrean nomor 19, sampai sekitar pukul 15.00 petugas medis mencari keberadaan pasien.

Ternyata pasien menunggu di lokasi yang jauh berada di parkiran sehing‎ga petugas juga tidak mengetahuinya.

"Memang sempat diingatkan petugas keamanan untuk tidak parkir di ruang IGD."

"Tapi tidak perlu jauh-jauh juga nggak apa," jelas dia.

Dia menjelaskan, pasien yang dalam kondisi gawat darurat itu diharapkan bersedia untu‎k dirujuk ke rumah sakit lainnya.

Apalagi pasien yang datang bersama keluarganya itu tanpa surat rujukan, atau berangkat sendiri sehingga harus melalui proses antrean.

"‎Kami sudah berusaha untuk merujuk ke rumah sakit lain tapi pasien tidak bersedia, padahal kami sudah menganjurkannya," jelasnya. (TribunJateng.com/raka f pujangga)

Sebagian artikel ini sudah tayang di TribunJateng.com dengan judul Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun! Mbah Lukita Meninggal di Tempat Parkir RSUD Jepara, Telantar 2 Jam

Ikuti kami di
Editor: Ika Putri Bramasti
Sumber: Intisari
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved