Breaking News:

Pacar Kabur, Sutinah Nekat Masukkan Bayinya ke Mesin Cuci Hingga Tewas, Sempat Diajak Tobat Majikan

Ditinggal kekasih gelap kabur, ibu ini nekat masukkan bayi yang baru dilahirkannya ke mesin cuci. ternyata sempat diajak tobat majikan

TribunSumsel/Shinta Dwi Anggraini, Daily Mail
Sutinah (kiri) ibu yang tega masukkan bayinya ke mesin cuci 

TRIBUNSTYLE.COM - Malu lantaran lahirkan bayi dari hubungan gelapnya, seorang ibu nekat masukkan anaknya ke mesin cuci hingga tewas mengenaskan.

Sutinah, ibu yang memasukkan bayinya ke mesin cuci hingga tewas hanya mampu menangis saat tuntutan penjara dijatuhkan.

Atas perbuatannya yang telah memasukkan bayinya di mesin cuci hingga tewas, Sutinah dituntut 12 tahun penjara.

Dalam persidangan terungkap fakta bahwa sebelum bayi malang itu ditemukan tewas di dalam mesin cuci, Sutinah sempat diajak bertobat oleh sang majikan.

Sayang, baru dalam hitungan detik mengiyakan ajak majikan, suara tangisan bayi Sutinah terdengar begitu kencang.

Menyusul suara tangisan itu, sang majikan bersama Sutinah dan pembantu yang lain melihat bayi yang baru saja dilahirkan ini berputar-putar di dalam mesin cuci.

Viral! Curhatan Seorang Anak yang Ibunya Diduga Suspect Corona & Nekat Kabur dari Ruang Isolasi

Diejek Miskin oleh Pacar Karena Tak Punya Motor, Pria Nekat Gasak 8 Motor Agar Ceweknya Senang

Sutinah terus menangis dalam persidangan saat mendengar tuntutan 12 tahun penjara
Sutinah terus menangis dalam persidangan saat mendengar tuntutan 12 tahun penjara (TribunSumsel.com/Shinta Dwi Anggraini)

Saat dikeluarkan kondisi bayi sudah meninggal dunia dan dalam keadaan mengenaskan.

Kini atas perbuatannya Sutinah dijerat pasal 76 C jo Pasal 80 ayat (3), ayat (4) UU RI 17 tahun 2016.

Tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melaksanakan kekerasan terhadap anak, dalam hal ini mati (ayat 3) yang melakukan penganiayaan tersebut orang tuanya (ayat 4)," ujar JPU membacakan tuntutan pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (18/3/2020).

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Monalisa
Sumber: Tribun Sumsel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved