Virus Corona

Pemakaman Kilat Korban Corona di China, Kantong Jenazah Dilarang Dibuka Hingga Lewati Jalur Khusus

Terus bertambahnya korban tewas akibat virus corona, Pemerintah China lakukan proses pemakaman secara cepat. Ini sederet prosesnya.

Anthony WALLACE / AFP
Personel medis mengenakan pakaian pelindung berada di dekat pintu masuk blok di tanah perumahan, di Hong Kong, pada (11/2/2020). setelah dua orang dikonfirmasi telah mengontrak virus korona menurut laporan surat kabar setempat. 

Kasus ke-48

Pria berusia 34 tahun yang tinggal di Bukit Batok dan bekerja di gereja 'Grace Assembly of God', dilaporkan menunjukkan gejala virus corona pada 1 Februari 2020.

Dia mendapatkan perawatan di empat klinik privat lebih dari satu minggu.

Sebelum dirawat di NCID, dia sempat mengunjungi pusat perbelanjaan Plaza Singapura dan Fusionopolis di One North. 

Kasus ke-49

Pria berusia 46 tahun yang juga bekerja di gereja 'Grace Assembly of God' menunjukkan gejala virus corona pada 3 Februari 2020.

Dia baru dirawat lima hari kemudian.

Pada hari itu juga, dia pergi ke departemen darurat di National University Hospital (NUH) dan telah dipulangkan.

Namun dua hari kemudian, dia kembali dirawat di NUH. 

Kasus ke-50

Pria berusia 62 tahun, karyawan DBS dikonfirmasi positif virus corona pada Rabu (12/2/2020) pagi.

Pada hari yang sama, DBS menyatakan salah satu karyawannya terinfeksi dan membuat bank melakukan langkah pencegahan.

Di mana karyawan di Marina Bay Financial Centre diperbolehkan bekerja dari rumah. 

Penjelasan Kemenkes soal WM China positif virus corona usai dari Bali

Hingga saat ini wabah virus corona yang disebut berasal dari Wuhan China, masih menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat dunia.

Di negara Indonesia sendiri Pemerintah telah mengatur segala bentuk pencegahan virus agar tak menginfeksi masyarakat.

Dan hingga kini belum ada satupun orang Indonesia yang disebut terinfeksi virus corona.

Namun diberitakan baru-baru ini seorang warga negara China dikabarkan telah dinyatakan positif mengidap virus corona Wuhan atau Covid-19 juga disebut telah mengunjungi Bali akhir bulan lalu.

Dilansir dari Kompas.com, informasi itu disebut berasal dari otoritas provinsi Anhui, China dan dimuat dalam unggahan resmi administrasi Anhui di Weibo pada Kamis (6/2/2020).

Unggahan tersebut menuturkan bahwa Pusat Pengendalian Penyakit Huainan melaporkan mengenai seorang pasien bernama Jin yang ditemukan telah terinfeksi virus corona pada hari Rabu (5/2/2020).

Jin disebut telah terbang menggunakan Lion Air JT2618 dari Wuhan ke Bali pada 22 Januari 2020, berlibur selama hampir seminggu di Bali, dan kembali ke Shanghai pada 28 Januari 2020.

Terkait kabar ini, Kompas.com menghubungi Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Anung Sugihantono.

Anung menyatakan bahwa hingga saat ini, Kemenkes belum mendapat konfirmasi dari The National IHR Focal Points (NFP) China terkait persoalan ini.

"Secara formal NFP IHR China belum menotifikasi," kata Anung kepada Kompas.com via pesan singkat, Rabu (12/2/2020).

Pada prinsipnya, terkait orang yang suspect atau hanya terduga terinfeksi Covid-19, dengan faktor risiko perjalanan dari dan ke Wuhan, akan ada komunikasi atau laporan antar-negara.

"Kalau benar yang memberitahu antar-negara adalah NFP IHR-nya, bukan media," tegasnya.

Selain itu, hingga artikel ini diterbitkan dan dari konfirmasi lanjutan dari Anung pada Kamis (13/2/2020), tidak ada pasien, baik itu warga negara asing dan warga negara Indonesia, yang positif terinfeksi Covid-19 di Indonesia.

"Di Indonesia enggak ada pasien Covid-19," ujarnya.

Sebagian artikel ini sudah tayang di Tribunnews.com dengan judul Korban Tewas Akibat Virus Corona Tembus 1.300 Jiwa, Begini Pemakaman Jenazah Dilakukan di China

Ikuti kami di
Editor: Monalisa
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved