Viral Hari Ini
Simak Kisah Haji Karim Oei, Tokoh Bangsa Keturunan Tionghoa yang Bangun Masjid Lautze, Jakarta
Berita viral hari ini - Simak kisah Haji Karim Oei, tokoh bangsa keturunan Tionghoa yang bangun masjid Lautze, Jakarta. Ini Penampakan masjidnya.
Penulis: Dhimas Yanuar Nur Rochmat
Editor: Amirul Muttaqin
TRIBUNSTYLE.COM - Berita viral hari ini - Simak kisah Haji Karim Oei, tokoh bangsa keturunan Tionghoa yang bangun masjid Lautze, Jakarta. Ini Penampakan masjidnya.
Pernahkah Anda mendengar nama Haji Karim Oei atau Yayasannya?
Jika belum pernah, mungkin Anda bisa menyimak kisah tentang Haji Karim Oei, yang menjadi tokoh bangsa Indonesia ini.
Dilansir dari berbagai sumber, pria yang memiliki nama lengkap Haji Abdul Karim Oei Tjeng Hien adalah perintis ajaran Islam dari etnis Tionghoa-Indonesia.
Dia mendirikan organisasi warga etnis Tionghoa Islam yang disebut Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dan juga menjadi salah satu tokoh Muhammadiyah.
• 7 Kuliner Khas Imlek yang Kerap Disantap Jelang Tahun Baru Cina: Ikan, Pangsit, hingga Jeruk
• Masa Lalu Ningsih Tinampi Sebelum Berpenghasilan Rp 72 Juta/Hari, Dulu Hidupnya Susah

Karim Oei juga merupakan salah satu tokoh nasional yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia bersama dengan Soekarno dan Buya Hamka.
Dalam dunia politik, Karim Oei juga dikenal sebagai anggota DPR (1956-1959) yang mewakili kaum Tionghoa, ketua partai Masyumi Bengkulu (1946-1960).
Berawal dari kisah masjidnya, dilansir dari Kompas.com (25/1/2020), terdapat sebuah bangunan berbentuk ruko berlantai empat di Jalan Lautze, Karanganyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Siapa sangka, bangunan itu adalah masjid yang didirikan warga keturunan Tionghoa.
Bentuknya tidak seperti masjid pada umumnya yang dilengkapi kubah dan menara.
Yusman salah satu pengurus masjid mengatakan Masjid Lautze ini pertama kali didirikan oleh Yayasan Haji Karim Oei.
"Sejarah tentang Masjid Lautze ini diawali dengan berdirinya Yayasan Haji Karim Oei dipakai nama yayasan karena seorang tokoh nasional keturunan China," kata Yusman, Jumat (24/1/2020) lalu.
Semasa hidupnya, Haji Karim Oei terus melakukan perjuangan di era Soekarno.
• Kumpulan GIF Milenial Ucapan Selamat Imlek 2020, Gambar Bergerak Asyik Dishare ke WA dan Facebook
• Alasan Suami Wanita Malang Berubah Total Setelah 12 Hari Pernikahan, Ini Kata Psikolog
Selain aktif dalam kenegaraan, Haji Karim juga aktif dalam keagamaan setelah memilih menjadi mualaf.
"Beliau tokoh agama, masuk Islam sebagai mualaf dia jadi tokoh agama kalau enggak salah memimpin Muhammadiyah tahun 1939 di Bengkulu."
"Beliau juga sebagai tokoh bangsa," kata Yusman.
Haji Karim tutup usia pada tahun 1988 yang lalu.
Untuk mengenang semua perjuangan Haji Karim, salah seorang anaknya yakni Alim Karim beserta sahabat-sahabatnya mendirikan yayasan.
Masjid Lautze pun diresmikan pada tahun 1991 oleh yayasan itu.
"Sahabat-sahabat beliau tokoh ormas islam dan tokoh-tokoh China muslim tentu bersama dengan anaknya Pak Alim Kariem Oei mendirikan satu yayasan sebagai dengan nama beliau Yayasan Haji Karim Oei," kaya Yusman.
Lanjut Yusman, pendirian yayasan di kawasan pecinan tersebut untuk menyampaikan dakwah ke warga keturunan Tionghoa.
• Mengapa Make Up Lovely Natasha Bocah Magelang 9 Tahun Ini Viral? Lihat Saja Deretan Hasil Riasannya
• Ramai DJ Wilda Ngaku Jadi Calon Mama Gempi, Intip 5 Potret Keseruan Putri Gading Rayakan Imlek
"Tujuannya Ingin fokus sampaikan informasi Islam, karena memang di Indonesia waktu itu belum ada satu pun ormas Islam yang fokus mendakwahkan Islam ke etnis Tionghoa.
Padahal mereka sangat potensial untuk mengenal tentang Islam sehingga dipilih di daerah pecinan," ucap Yusman.
Arsitektur bangunan yang unik Perpaduan warna merah, kuning, dan hijau sangat banyak terdapat di Masjid Lautze.
Masuk dari pintu depan, pengunjung akan melewati 4 pintu utama yang dicat berwarna merah.
Usai melewati pintu, pengunjung akan menemui mimbar yang jadi satu dengan ruang utama.
Di sini nuansa hijau dan kuning terasa kental sekali. Belum lagi kaligrafi bertuliskan huruf arab dan tulisan cina terjejer rapih di dinding masjid.
Naik kelantai dua, tata letaknya hampir sama seperti di lantai satu yakni terdapat ruangan untuk sholat dan tempat wudhu.
Lain halnya dengan lantai 3 yang dijadikan untuk kantor bagi para pengurus dalam mengurus segala bidang administrasi dan lantai empat yang digunakan sebagai ruang pertemuan.
Meski berada di kawasan pecinan, Masjid Lautze diterima baik di tengah-tengah masyarakat sejak berdiri. (Tribunstyle/Dhimas Yanuar)
• Arti Sebenarnya Gong Xi Fa Cai Bukan Selamat Tahun Baru Imlek, Tapi Doa Agar Jadi Kaya
• 5 Kemeriahan Perayaan Imlek dari Berbagai Negara Seluruh Dunia, dari Indonesia hingga Inggris