Kaleidoskop 2019

Kaleidoskop Maret 2019, Teriakan Satu Keluarga Nyaris Putus Asa Terjebak Banjir di Ruas Tol Ngawi

kaleidoskop Maret 2019. Kisah pilu satu keluarga berhasil selamat dari kepungan banjir di ruas tol Ngawi. Nyaris putus asa & hanyut.

Kompas.com / Facebook
Kisah keluarga terjebak banjir di ruas tol Ngawi-Kertosono, teriakan tak didengar menangis putus asa. 

Tak lama kemudian, seorang pria yang mengemudikan mobil itu keluar dan langsung masuk ke parit pembatas jalan tol dengan sawah. Arif tidak mengetahui kalau pria yang menolongnya itu adalah seorang anggota polisi Polres Kediri bernama Aiptu Sujadi.

Mengetahui Sujadi bersedia menolong, Arif langsung meminta agar anggota Satlantas Polres Kediri yang kesehariannya bekerja di Samsat Katang itu menolong putri adiknya terlebih dahulu.

"Saya minta bapak itu untuk mengambil Sifa dulu. Setelah itu saya langsung berenang menjemput Khamim," ungkap Arif.

Setelah Khamim selamat, Arif kembali berenang menjemput Arina yang jaraknya sekitar 20 meter karena adiknya itu tidak bisa berenang. Setibanya di kawat pembatas jalan tol, Arif membegang dua kawat berduri pembatas agar Arina bisa keluar menuju jalan tol.

Di pinggir jalan tol, Sujadi membantu dengan mengulurkan bambu agar Arina bisa ditarik keluar dari jebakan banjir.

 Viral Video Penyelamatan Pasutri dan 2 Anaknya Terombang Ambing Banjir di Madiun Jawa Timur

 Berencana mengungsi

 Arina Fitroh (35), warga Dusun Sumberejo, Desa Kersikan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur menjelaskan tentang kronologis saat dia terjebak banjir di pinggir ruas tol Ngawi-Kertosono pada Kamis (7/3/2019).

Arina Fitroh (35), warga Dusun Sumberejo, Desa Kersikan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur menjelaskan tentang kronologis saat dia terjebak banjir di pinggir ruas tol Ngawi-Kertosono pada Kamis (7/3/2019). (KOMPAS.com/MUHLiS AL ALAWI )

Sebelum terjebak banjir di pinggir ruas tol Ngawi-Kertosono, Arif bersama adiknya dan dua keponakannya sebenarnya ingin mengungsi ke Dusun Klumpit yang memiliki dataran tinggi lewat underpass tol.

 Mereka mengungsi setelah tempat tinggalnya sudah digenangi air banjir setinggi lutut orang dewasa sejak Kamis (7/3/2019) pukul 09.00 WIB.

Namun, air banjir besar sudah memenuhi underpass tol. "Untuk sampai ke dusun Klumpit kami harus melewati jalan tol. Karena dusun kami dan dusun Klumpit dipisahkan oleh jalan tol," kata Arif.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Monalisa
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved