Viral Hari Ini

Viral Kisah Mbah Sadinah: Hidup Sebatangkara, Jual 3 Sendok Demi Beli Beras, Donasi Capai Rp 37 Juta

Berita viral hari ini - Kisah mbah Sadinah, hidup sebatangkara hingga jual 3 sendok demi beli beras, donasi capai Rp. 37 juta.

Viral Kisah Mbah Sadinah: Hidup Sebatangkara, Jual 3 Sendok Demi Beli Beras, Donasi Capai Rp 37 Juta
Kompas.com: Sukoco//Kitabisa.com
Berita viral hari ini - Kisah mbah Sadinah, hidup sebatangkara hingga jual 3 sendok demi beli beras, donasi capai Rp. 37 juta. 

Berita viral hari ini - Kisah mbah Sadinah, hidup sebatangkara hingga jual 3 sendok demi beli beras, donasi capai Rp. 37 juta.

TRIBUNSTYLE.COM - Hidup sebatang kara dalam kemiskinan bisa membuat siapa saja putus asa.

Namun, Mbah Sadinah masih memiliki semangat hidup tinggi, ia tetap berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa meminta-minta.

Mbah Sadinah tak mendapat bantuan sembako dari siapapun, bahkan Mbah Sadinah sampai menjual 3 buah sendok demi bisa makan.

Kisah pilunya itu didengar orang-orang, salah satunya oleh Paguyuban Wong Magetan (PWM) dan Kompas Group yang membuatkan donasi untuk Mbah Sadinah.

Mbah Sadinah (75) warga Desa Kleco, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terlihat terharu menerima kembali 3 buah sendok yang sempat dijual kepada tetangganya.

BERITA TERPOPULER Kisah Seorang Ibu Pengganti yang Lahirkan Anak ke 16, Dibayar 260 Juta per Lahiran

BERITA TERPOPULER Kisah Suami yang Sering Pulang Dini Hari, lalu Kapok Saat Lihat Rumah Berantakan

Tak memiliki uang untuk membeli beras, janda sebatangkara di Kabupaten Magetan ini terpaksa menjual 3 sendok kepada tetangganya untuk membeli beras. Meski sebatang kara dan miskin, Mbah Sadinah tak prnah mendapat bantuan raskin dari pemerintah
Tak memiliki uang untuk membeli beras, janda sebatangkara di Kabupaten Magetan ini terpaksa menjual 3 sendok kepada tetangganya untuk membeli beras. Meski sebatang kara dan miskin, Mbah Sadinah tak prnah mendapat bantuan raskin dari pemerintah (KOMPAS.COM/SUKOCO)

Mbah Sadinah yang hidup sebatang kara mengaku tak ngin merepotkan orang lain meski hidup di bawah garis kemiskinan.

Dalam kesehariannya, Mbah Sadinah bekerja mencari sisa hasil panen padi atau kacang di sawah milik warga.

“Berangkat pagi pulang sore setiap hari. Baru bisa menjual hasil ngasak kalau sudah terkumpul. Kadang seminggu sekali jualnya,” kata Mbah Sadinah.

Mbah Sadinah menceritakan, selama 35 tahun terakhir dia hidup sebatang kara, setelah suaminya meninggal dan tanpa mempunyai anak.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Dhimas Yanuar Nur Rochmat
Editor: Irsan Yamananda
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved