Gempa Hari Ini
BREAKING NEWS! Gempa Mengguncang Bantul Yogyakarta Berkekuatan 5,1 SR, Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi bermagnitudo 5,1 mengguncang Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (10/8/2019) sekitar pukul 20:26 WIB.
Penulis: Listusista Anggeng Rasmi
Editor: Delta Lidina Putri
TRIBUNSTYLE.COM - Gempa bumi bermagnitudo 5,1 mengguncang Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (10/8/2019) sekitar pukul 20:26 WIB.
Berdasarkan info yang diberikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa Bantul terletak pada koordinat -8,81 Lintang Selatan (LS) dan 110,08 Bujur Timur (BT) atau 105 km arah barat daya Bantul pada kedalaman 10 km.
Pusat gempa berada di laut 105 km Barat Daya Bantul.
Diinfokan BMKG, gempa bumi yang mengguncang Bantul tidak berpotensi tsunami.
Diinfokan BMKG, Gempa dirasakan daerah Bantul, Yogyakarta, Giri Mulyo, Maguwoharjo, Sleman, Cilacap, Ponorogo, Pacitan, Puworejo.
• GEMPA HARI INI - Gempa Berkekuatan Magnitudo 4,3 Guncang Wilayah Maluku Utara
• Update Terbaru Dampak Gempa Banten, BNPB Bagikan Data Korban Meninggal & Bangunan Rusak
• Dampak Pasca Gempa Banten, Sejumlah Bangunan di Sukabumi, Pandeglang dan Lebak Alami Kerusakan
Sebelumnya, BMKG juga menginformasikan terjadinya gempa di beberapa wilayah Maluku sejak pukul 20:32:50 hingga 21:01:33 WIT.
Gempa pertama dengan magnitudo 3.5 Skala Richter (SR) mengguncang Namrole-Ambalau, Buru Selatan pukul 20:32:50 WIT.
Titik koordinatnya gempa terjadi di 4.43 derajat Lintang Selatan (LS) dan 125.95 derajat Bujur Timur (BT).
Atau 111 km barat daya Namrole dan 152 barat daya Ambalau, Buru Selatan.
Gempa terjadi di kedalaman 417 km dan tidak berpotensi tsunami.
Setelah itu, terjadi lagi gempa susulan 5.1 SR pada pukul 21:01:33 WIT.
Berdasarkan titik koordinatnya, gempa terjadi di 5.51 derajat LS dan 129.64 derajat BT atau 113 km selatan Banda dan 226 km tenggara Nusalaut, Maluku Tengah.
Gempa terjadi di kedalaman 10 km dan tidak berpotensi tsunami.
Kemudian terjadi gempa lagi 4,7 SR pada pukul 21:26:01 WIT.
• Dampak Gempa Banten 6,9 SR, Ratusan Bangunan Rusak, 1 Warga Meninggal hingga 4 Orang Luka-luka
• UPDATE Gempa Banten 7,4 SR Malam ini, BMKG Mengakhiri Peringatan Dini Tsunami, Ini Pertimbangannya
Berdasarkan titik koordinatnya, gempa terjadi di 6.55 derajat LS dan 130.08 derajat BT.
Atau 137 km timur laut Tepa, Maluku Barat Daya dan 193 km barat Larat, Kepulauan Tanimbar.
Gempa terjadi di kedalaman 205 km dan tidak berpotensi tsunami. (TribunStyle/Listusista)

7 Fakta Gunung Slamet Naik Level Waspada, Gempa Tremor, Suhu Mata Air Meningkat, Pendaki Dievakuasi
Terjadi peningkatan aktivitas, status gunung slamet naik ke level waspada Jumat (9/8/2019).
Aktivitas Gunung Slamet di Kabupaten Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal dan Purbalingga naik dari status normal (level 1) menjadi waspada (level 2), Jumat (8/9/2019).
Berikut TribunStyle lansir dari berbagai sumber, 7 fakta Gunung Slamet naik ke level waspada, mulai dari dominasi gempa tremor di rekam gerak tanah, suhu mata air meningkat, para pendaki dievakuasi hingga belum ada kenaikan status awas atau siaga.

• Aktivitas Gunung Slamet Naik ke Level Waspada, Jalur Pendakian Ditutup dan 80 Pendaki Dievakuasi
• Status Gunung Slamet Naik, Normal ke Waspada, Warga & Wisatawan Dihimbau Tidak Berada di Radius 2 Km
• Cerita Yuki Kato Berhasil Taklukkan Gunung Slamet, Persiapan Singkat dan Dapat Pengalaman Berharga
1. Dominasi gempa tremor di rekam gerak tanah

Sejak ditetapkan statusnya menjadi waspada Jumat (9/8/2019), Gunung Slamet mulai mendominasi sejak Sabtu (10/8/2019) pagi.
Petugas Pengamat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) Sukedi, yang melakukan pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, mengatakan adanya gempa tremor di rekam gerak tanah.
“Status waspada Gunung Slamet ditetapkan Jumat lalu pukul 09.00 WIB. Dari rekaman gerak tanah pagi ini, gempa tremor mulai mendominasi,” ujar Sukedi, dilansir TribunStyle dari Tribunjateng.com, Sabtu (10/8/2019).
Selain itu pada akhir Juli 2019 juga terekam getaran tremor dengan amplitudo maksimum 0,5-2mm.
"Getaran Tremor ini masih terjadi hingga saat pelaporan. Energi kegempaan terdeteksi meningkat,secara gradual, " ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kasbani dilansir TribunStyle dari Tribunnews.
2. Suhu mata air meningkat
Serta terjadi peningkatan suhu mata air panas di tiga lokasi sekitar Gunung Slamet.
"Pengukuran suhu mata air panas pada tiga lokasi juga menunjukkan nilai 44,8 hingga 50,8 derajat Celsius. Nilai ini pada pengamatan jangka panjang berfluktuasi dan menunjukkan kecenderungan naik dibandingkan dengan pengukuran sebelumnya," ujar Kasbani, dilansir TribunStyle dari Tribunnews.
3. Aktivitas gempa dan awan putih

Peningkatan aktivitas terlihat dari asap kawah putih intensitas tipis hingga tebal dengan ketinggian 300 meter dari atas puncak.
Selain itu rekaman kegempaan periode Juni hingga 8 Agustus 2019 tercatat 51.511 kali gempa hembusan, 5 kali gempa tektonik lokal dan 17 kali gempa tektonik jauh.
4. 80 pendaki dievakuasi

Tercatat sebanya 80 orang mendaki Gunung Slamet sejak Rabu (7/8/2019).
Manajer Bisnis Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, Sugito mengatakan, pihaknya telah mengirimkan tim untuk melakukan evakuasi.
"Masing-masing pengelola pos pendakian sudah menerjunkan tim untuk melakukan evakuasi. Informasi yang kami terima hingga pukul 13.00 WIB, baru tiga pendaki yang sudah turun via Pos Bambangan," kata Sugito saat dihubungi Jumat, dilansir TribunStyle dari Kompas.com.
Sementara itu pendaki yang sudah terlanjur naik dievakuasi sejak Jumat (9/8/2019) pagi.
Jalur pendakian Gunung Slamet melalui jalur Bambangan, Purbalingga, Jawa Tengah ditutup menyusul kenaikan status dari normal ke waspada, Jumat (9/8/2019).
"Penutupan ini merespon informasi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menaikkan status Gunung Slamet dari status normal menjadi waspada," kata Sugito dilansir TribunStyle dari Kompas.com.
69 orang diantaranya naik melalui jalur Bambangan, 8 orang dari jalur Gunung Malang dan jalur Baturraden 3 orang.
5. Jalur pendakian ditutup
Pos pendakian ditutup mulai pukul 11.00 WIB, pada Jumat (9/8/2019).
Sebelumnya, jalur pendakian Gunung Slamet juga pernah ditutup sebelumnya dan baru dibuka kembali pada Kamis (8/8/2019).
Jalur pendakuan Gunung Slamet ditutup sejak 22 Juli 2019 silam untuk tujuan pembersihan jalur dan pemulihan ekosistem.
6. Tidak berada di radius 2 km
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG menghimbau kepada warga ataupun wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah puncak Gunung Slamet.
Kepala PVMBG, Kasbani menyebutkan dapat terjadi potensi muntahan lava pijar dan material yang mendadak tanpa ada tanda-tanda signifikan sebelumnya.
"Potensi ancaman bahaya Gunung Slamet saat ini adalah erupsi magmatik menghasilkan lontaran material pijar yang melanda daerah di sekitar puncak di dalam radius 2 km, atau erupsi freatik dan hujan abu di sekitar kawah berpotensi terjadi tanpa ada gejala vulkanik yang jelas," ujar Kasbani Jumat (9/8/2019)dilansir TribunStyle dari Tribunnews.
Meskipun begitu masyarakat di sekitar Gunung Slamet masih bisa beraktivitas namun tidak boleh mendekat di jarak radius 2 km.
7. Belum naik ke level siaga
Sampai saat ini status Gunung Slamet masih dalam tingkat waspada belum naik ke awas ataupun siaga.
Meskipun begitu ada potensi terjadinya erupsi Gunung Slamet.
"Ada potensi untuk terjadi erupsi. Namun acamannya hanya dalam radius 2 km dari kawah aktif. Belum sampai awas, masih waspada," ujar Kasbani dilansir TribunStyle dari Tribunnews. (TribunStyle.com/Yuliana Kusuma)
Yuk Subscribe Channel YouTube TribunStyle :
Like Facebook TribunStyle :