Breaking News:

Fakta Meninggalnya Paskibraka Tangsel Aurellia, Disuruh Makan Kulit Jeruk, Buku Diary Jadi Petunjuk

Aurellia Qurratuaini (16), anggota Paskibraka Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meninggal dunia setelah usai latihan.

Kolase TribunStyle
Aurellia Qurrota Ain Paskibraka calon pembawa baki meninggal 

Sebelum meninggal dunia, Aurellia diketahui menjalani latihan yang cukup berat.

Selama latihan, Aurellia dan para anggota lainnya disuruh untuk push up dengan tangan dikepal.

Selalu Menjadi Pusat Perhatian, Begini Sistem Pemilihan Paskibraka 2018 yang Bertugas Membawa Baki

Tak hanya itu, mereka juga diminta untuk memakan jeruk berserta kulitnya dan menulis buku diary.

"Kemudian senior memberikan tugas tambahan tugas tambahan ini yang membuat psikologis makin drop. Seperti dia harus membuat buku diary setiap hari, dia harus ngisi padahal dia sudah capek kegiatan pagi sampai malam," tambah Farid.

Kendati nyawa putrinya tak tertolong, ayah Aurellia tak akan membawa kasus ini ke ranah hukum.

Farid mengaku ikhlas dengan kepergian putri kesayangannya.

Pria yang Pernah Jadi Anggota Paskibraka Ini Bertransformasi Jadi Sutradara Kondang, Siapa Dia?

Namun Farid berharap semoga kasus yang menimpa putrinya bisa menjadi pelajaran bagi pihak terkait.

"Secara langkah hukum ini tidak akan kita lakukan prosedur tindakan. Akan tetapi tindakan untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh itu sudah kita sampaikan ke Ibu Wali Kota Tangsel bahwa harus dilakukan evaluasi," ujar Farid.

Farid juga mengaku sudah memberikan masukan kepada Wali Kota Tangeran Selatan, Airin Rachmi Diany, terkait sistem pelatihan paskibraka.

"Alhamdulillah mulai tadi sudah ditindak lanjutin oleh Bu Wali Kota, Bu Airin. Saya sudah dapat laporan dari orangtua anggota paskibra yang lain bahwa sudah standby petugas medis di lokasi," kata dia.

Pesona 5 Paskibraka yang Dipercaya Sebagai Pembawa Bendera Pusaka, Siapa Favoritmu?

"Kami harapkan dengan adanya kejadian ini sebagai pengalaman sebagai hal yang wajib mereka (pihak pelatih Paskibraka) evaluasi bawah tindakan seperti ini akan berakibat sangat fatal. Baik dari peserta sendiri maupun bagi keluarga yang ditinggalkan," kata Farid. (TribunStyle.com/Ninda)

Subscribe kanal YouTube dan Like fanpage Facebook TribunStyle.com berikut ini:

Ikuti kami di
Penulis: ninda iswara
Editor: Amirul Muttaqin
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved