Gempa Banten
Gempa Banten 7,4 SR Malam Ini, Ini 18 Wilayah Potensi Tsunami Status Peringatan SIAGA dan WASPADA
Dikutip TribunStyle.com dari Instagram BMKG @infobmkg, sebanyak 18 wilayah mendapat peringatan dini tsunami.
Penulis: galuh palupi
Editor: Desi Kris
TRIBUNSTYLE.COM - Gempa dengan kekuatan cukup besar mengguncang Sumur, Banten, Jawa Barat pada Jumat malam (2/8/2019).
Gempa berkekuatan 7,4 SR ini bisa dirasakan di banyak wilayah pulau Jawa.
Berikut informasi awal mengenai gempa yang dikeluarkan BMKG:
Mag:7.4, 02-Aug-19 19:03:21 WIB, Lok:7.54 LS,104.58 BT (147 km BaratDaya SUMUR-BANTEN), Kedalaman:10 Km, Potensi tsunami utk dtrskn pd msyrkt
BMKG bahkan mengeluarkan peringatan dini tsunami kepada masyarakat yang tinggal berdekatan dengan lokasi gempa.
• Info BMKG Terjadi Gempa 7.4 Skala Richter Berpusat di Banten, Berpotensi Timbulkan Tsunami
Rilis BMKG tersebut menyebar secara cepat melalui media sosial.
Dikutip TribunStyle.com dari Instagram BMKG @infobmkg, sebanyak 18 wilayah mendapat peringatan dini tsunami.
Ke-18 wilayah itu terbagi menjadi status peringatan SIAGA dan WASPADA.
Berikut daftarnya:
TELAH TERJADI GEMPA BUMI DENGAN PARAMETER SEBAGAI BERIKUT:
• BREAKING NEWS: BMKG Deteksi Gempa 7.4 Skala Richter Potensi Tsunami Jumat (2/8/2019)
Kekuatan : 7.4 SR
Tanggal : 02-Aug-2019
Waktu Gempa : 19:03:21 WIB
Garis Lintang : 7.54 LS
Garis Bujur : 104.58 BT
Kedalaman : 10 Km
Lokasi:
Southwest of Sumatra, Indonesia
Keterangan:
147 km BaratDaya SUMUR-BANTEN
164 km BaratDaya MUARABINUANGEUN-BANTEN
190 km BaratDaya LABUAN-BANTEN
237 km BaratDaya SERANG-BANTEN
292 km BaratDaya JAKARTA-INDONESIA
Evaluasi:
BERPOTENSI TERJADI TSUNAMI (Lihat Peta)
-----------------------------------------------
Propinsi Lokasi Status
-----------------------------------------------
BANTEN PANDEGLANG BAGIAN SELATAN SIAGA
BANTEN PANDEGLANG PULAU PANAITAN SIAGA
LAMPUNG LAMPUNG-BARAT PESISIR-SELATAN SIAGA
BANTEN PANDEGLANG BAGIAN UTARA WASPADA
BANTEN LEBAK WASPADA
LAMPUNG TANGGAMUS PULAU TABUANWASPADA
JABAR SUKABUMI UJUNG-GENTENGWASPADA
LAMPUNG TANGGAMUS BAGIAN TIMURWASPADA
LAMPUNG LAMPUNG-SELATAN KEP. KRAKATAU WASPADA
LAMPUNG LAMPUNG-SELATAN KEP. LEGUNDI WASPADA
LAMPUNG LAMPUNG-BARAT PESISIR-TENGAH WASPADA
LAMPUNG LAMPUNG-BARAT PESISIR-UTARA WASPADA
BENGKULU BENGKULU-UTARA PULAU ENGGANO WASPADA
BENGKULU KAUR WASPADA
LAMPUNG LAMPUNG-SELATAN KEP. SEBUKU WASPADA
BENGKULU BENGKULU-SELATAN WASPADA
BANTEN SERANG BAGIAN BARAT WASPADA
BENGKULU SELUMA WASPADA ----------------------------------------------- WAKTU TIBA GELOMBANG DAPAT BERBEDA.
GELOMBANG YANG PERTAMA BISA SAJA BUKAN YANG TERBESAR.
• Pernyataan BMKG Terkait Ancaman Gempa dan Tsunami 20 Meter di Pantai Selatan Jawa
Karenanya untuk penduduk di sekitar sumber gempa agar segera bisa mengambil langkah evakuasi.
(TribunStyle.com/Galuh Palupi)
Akhir-akhir Ini Gempa Bumi Kerap Guncang Wilayah Indonesia, BMKG Bagikan Info soal Tsunami & Gempa
Belakangan ini, sejumlah wilayah di selatan Pulau Jawa dan Bali serta wilayah Indonesia lainnya kerap diguncang gempa.
Beberapa gempa yang terjadi berkekuatan di atas 5 Skala Richter (SR).
Pada Sabtu (27/7/2019) lalu misalnya, wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, diguncang gempa 4.9 SR.
Pusat gempa terletak pada koordinat koordinat 8.41 LS - 108.43 BT, tepatnya berada di Laut pada jarak 78 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran, dengan kedalaman 12 Kilometer.
• Peringatan Dini BMKG Gelombang Tinggi Laut Indonesia 29-31 Juli 2019, Daftar Terdampak Gempa Banten
Informasi dari BMKG, ditinjau dari lokasi epicenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempabumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas Zona Subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyelusup menunjam kebawah Lempeng Eurasia.
Gempa ini dirasakan di wilayah Pangandaran dengan Skala Intensitas III MMI.
Sementara di Cilacap, Jawa Tengah dengan Skala Intensitas II MMI.
Setelah Pangandaran, gempa terjadi di Blitar Jawa Timur pada hari ini Minggu (28/7/2019) dengan magnitudo 4.5
Gempa ini dirasakan di Blitar, Tulungagung dan Trenggalek dengan skala II MMI.
Sehari kemudian, giliran Bali yang diguncang gempa dengan kekuatan 4,7.
• Pernyataan BMKG Terkait Ancaman Gempa dan Tsunami 20 Meter di Pantai Selatan Jawa
Gempa dirasakan dengan skala (MMI) II-III di Kuta, skala (MMI) II di Nusa Dua, Ungasan, hingga Lombok Tengah.
Beruntung gempa-gempa itu tidak berpotensi tsunami.
Terkait dengan adanya gempa, Humas Badan Meteorologi Klimatologi (BMKG) memberikan informasi soal gempabumi dan tsunami.
Informasi itu mulai dari soal hal-hal yang perlu dilakukan sebelum gempa terjadi hingga hal-hal yang dilakukan setelah gempa terjadi berikut kemungkinan adanya tsunami.
Berikut informasi yang disampaikan melalui akun Twitter Humas BMKG, @infoHumasBMKG, Senin (29/7/2019):
1. Hai #SobatBMKG ! Tau gak sih, gempabumi itu belum bisa diprediksi lho. Tapi, Indonesia sudah bisa memonitor, memprediksi, dan memberikan peringatan dini tsunami yang bersumber dari gempabumi tektonik. Keren kan?
2. Peringatan dini tsunami yang dikeluarkan oleh BMKG sudah melalui tahap analisis oleh tim Pusat Gempabumi dan Tsunami (InaTEWS) BMKG.
3. Jika gempabumi berpotensi tsunami, maka tim Pusat Gempabumi dan Tsunami akan mengeluarkan peringatan dini melalui berbagai saluran, baik melalui aplikasi InfoBMKG dan wrs-BMKG, media sosial, website, email, serta menghubungi stakeholder yg berkaitan.
4. Nah, untuk mengantisipasi dampak gempabumi, mimin mau kasih tau langkah-langkah yang harus #SobatBMKG lakukan sebelum terjadinya gempabumi. Yuk simak gambar berikut ini!
5. Ketika gempabumi terjadi, tetap tenang dan ikuti langkah-langkah berikut ini ya Sobat!
6. Setelah gempabumi terjadi, kamu juga perlu melakukan 7 langkah berikut ini ya Sobat.
7. Kamu juga perlu tau nih tingkatan intensitas dari gempabumi yang biasa disebut Skala Mercalli, yaitu satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yg bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902.
8. Skala Mercalli terbagi menjadi 12 pecahan berdasarkan informasi dari orang2 yang selamat dari gempa tersebut dan juga dengan melihat serta membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut.
9. Skala Mercalli yang dimodifikasi, pada tahun 1931 oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann masih sering digunakan terutama apabila tidak terdapat peralatan seismometer yang dapat mengukur kekuatan gempa bumi di tempat kejadian.
Skala Gempa
Berdasarkan Skala MMI (Modified Mercalli Intensity), beginilah gambaran keadaan yang dirasakan seseorang terhadap guncangan gempa, dikutip dari situs BMKG:
I MMI
Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.
II MMI
Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
III MMI
Getaran dirasakan nyata dalam rumah.
Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
IV MMI
Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
V MMI
Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI MMI
Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI
Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik.
Sementara pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat.
Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.
IX MMI
Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI MMI
Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri.
Jembatan rusak, terjadi lembah.
Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.
XII MMI
Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah.
Pemandangan menjadi gelap.
Benda-benda terlempar ke udara. (TRIBUNNEWS/DARYONO)