Praktik Kawin Kontrak Terjadi di Kalimantan Barat, Remaja dijual Rp 400-800 Juta ke Luar Negeri

Gubernur Sutarmidji Ungkap Tarif Pengantin Pesanan di Kalbar Rp 400-800 Juta, Korbannya Gadis Belia

Praktik Kawin Kontrak Terjadi di Kalimantan Barat, Remaja dijual Rp 400-800 Juta ke Luar Negeri
durhamcollege.ca/Shanelle Somers
Ilustrasi Penjualan Manusia 

TRIBUNSTYLE.COM - Kasus kawin kontrak masih terjadi di beberapa kota Indonesia.

Korban kawin kontrak ini biasanya menyasar wanita masih belia.

Satu daerah yang mengungkap kasus kawin kontrak ini adalah Kalimantan Barat.

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), H Sutarmidji, mengungkap tarif 'pengantin' pesanan atau kawin kontrak pada kasus Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) antar-negara, yang melibatkan warga Kalbar.

Setelah Kawin Kontrak 1 Tahun, Bella Luna Akan Menikah Ketiga Kalinya, Maharnya Rp 2 Miliar

Saat menerima pengembalian korban TPPO dari Menlu Retno Lestari Priansari Marsudi, Sutarmidji mengungkapkan, saat ini masih ada tiga warga Kalbar yang masih berada di luar negeri dalam proses untuk pemulangan karena menjadi korban.

Setelah melakukan wawancara dan berbincang-bincang dengan korban yang telah diselamatkan, Midji menegaskan adanya korban TPPO yang bermula dari perkawinan pesanan.

"Setelah kita berbicara dengan korban yang menjadi TPPO, ada beberapa hal yang mendasari mengapa kasus ini terjadi,pertama kemiskinan dan pendidikan," ucap Midji saat memberikan keterangan di Mapolda Kalbar, Kamis (25/7/2019).

Kasus TPPO di Kalbar menjadi perhatian serius, karena sudah beberapa kali berhasil diungkap.

Midji meminta pihak terkait untuk menelusuri sebab ada indikasi pemalsuan dokumen dengan meningkatkan umur korban.

Melalui akun Instagram-nya, @bang.midji, sang Gubernur bahkan mengungkap tarif pengantin pesanan tersebut.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Archieva Nuzulia Prisyta Devi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved