Kebakaran Pabrik Mancis

Fakta Baru Kebakaran Pabrik Mancis, Pekerja Digaji Rp 500 Ribu, Bos Sebut Produknya Kerajinan Tangan

Fakta baru kebakaran pabrik mancis di Jalan Tengku Amir Hamzah, Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Langkat Sumatera Utara mulai terkuak.

Fakta Baru Kebakaran Pabrik Mancis, Pekerja Digaji Rp 500 Ribu, Bos Sebut Produknya Kerajinan Tangan
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Bos pabrik korek api gas (mancis), Indramawan selaku Direktur Utama PT Kiat Unggul operasi perakitan mancis berbahan kimia yang mudah meledak sebagai kerajinan tangan di Mapolres Binjai, Senin (24/6/2019) 

Pekerja lepas di pabrik mancis, Binjai, hanya diberi upah sebesar Rp 500 ribu - Rp 700 ribu. Beberapa fakta baru terkuak. 

TRIBUNSTYLE.COM - Fakta baru kebakaran pabrik mancis di Jalan Tengku Amir Hamzah, Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Langkat Sumatera Utara mulai terkuak.

Melansir dari Kompas.com, pabrik korek api tersebut juga memperkerjakan anak di bawah umur.

Terungkap pula bayaran yang diperoleh para pekerja di pabrik mancis yang ternyata jauh dari UMR.

Kapolres Binjai Binjai AKBP Nugroho Tri Yulianto, kepada wartawan, Senin (24/6/2019) mengatakan, puluhan pekerja yang meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran di lokasi perakitan mancis atau korek gas hanya digaji Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu per bulan.

Pemilik Pabrik Mancis yang Kebakaran di Binjai Telah Ditangkap, Ini Sosok Bos Pabrik Ilegal Tersebut

Selain memberi upah sangat minim, pabrik mancis tersebut juga diketahui tak mengantongi izin usaha.

Bahkan Direktur Utama PT Kiat Unggul yang menaungi pabrik korek api, Indramawan, membuat statement mengejutkan.

Indramawan mengatakan kalau operasi perakitan mancis (korek api) berbahan kimia yang mudah meledak dianggap sebagai kerajinan tangan.

Melansir dari TribunMedan, Indramawan juga mengaku kalau dirinya jarang datang ke lokasi pabrik mancis yang terbakar di Binjai tersebut.

7 Orang Korban Kebakaran Pabrik Mancis di Binjai Berhasil Diidentifikasi, 5 di Antaranya Anak-anak

Bos PT Kiat Unggul, Indramawan, ditangkap Polres Binjai, Sabtu (22/6/2019).
Bos PT Kiat Unggul, Indramawan, ditangkap Polres Binjai, Sabtu (22/6/2019). (Dok. Polres Binjai)

"Pengerjaan sistem pengerjaan rumah-rumah ini kan kerajinan tangan saja. Saya gak tahu, saya jarang di lokasi. Itu yang tahu manajer lah," ujar Indramawan ketika disinggung dugaan motif hindari pajak, jaminan sosial ketenagakerjaan karyawan, sistem operasi dan perizinan.

Pemilik Utama Pabrik Mancis yang Terbakar di Binjai Jadi Tersangka, Ditangkap Sembunyi di Hotel

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: ninda iswara
Editor: Irsan Yamananda
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved