Jarwo Susanto Dulu Jadi Buron Saat Penutupan Gang Dolly, Sekarang Go Internasional Lewat Tempe

Dari semula hanya menghasilkan 3 kg tempe per hari, kini Jarwo Susanto bisa memproduksi 23 kg tempe per harinya.

Jarwo Susanto Dulu Jadi Buron Saat Penutupan Gang Dolly, Sekarang Go Internasional Lewat Tempe
Kolase dari Kompas.com/Ghinan Salman dan Kompas.com/Achmad Faizal
Jarwo Susanto dulu sempat menjadi buron saat peristiwa penutupan Gang Dolly. Namun kini ia berhasil go international setelah menjadi juragan tempe. 

Jarwo Susanto dulu jadi buron saat penutupan Gang Dolly, sekarang go internasional lewat tempe.

TRIBUNSTYLE.COM - Sudah 5 tahun sejak penutupan Gang Dolly di Surabaya, namun lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara tersebut masih saja menyisakan kisah.

Berada di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, penutupan Gang Dolly sempat membuat heboh pemberitaan.

Terutama dari mereka yang kehilangan sumber penghasilan usai dilakukannya penutupan Gang Dolly, termasuk Jarwo Susanto.

Jarwo Susanto adalah salah satu warga di Gang Dolly yang dulu menolak keras penutupan lokalisasi legendaris tersebut.

Sebagaimana diberitakan oleh Kompas.com, Jarwo Susanto merupakan pedagang warung kopi di eks lokalisasi Gang Dolly.

Tak main-main, dalam sehari Jarwo Susanto bisa mendapatkan omzet yang luar biasa dari berdagang kopi.

Ribuan Peserta Ikuti Tes Potensi Akademik PPDB SMP Jalur Zonasi Kawasan Surabaya Hari Ini

Setidaknya, pendapatan sejumlah Rp 500.000 sampai Rp 800.000 selalu masuk ke kantongnya dari warkop yang ia buka di Gang Dolly.

Dengan omzet per hari yang cukup fantastis tersebut, pendapatan per bulan Jarwo Susanto pun tak kalah mencengangkan.

Sebulan, Jarwo Susanto bisa mendapatkan penghasilan sejumlah Rp 45 juta hanya dengan membuka warung kopi.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
Sumber: Grid.ID
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved