Breaking News:

Manfaat Puasa Syawal, Tanda Diterimanya Puasa Ramadhan hingga Menyehatkan Pencernaan

Manfaat Puasa Syawal tidak hanya baik bagi kesehatan, tetapi juga sebagai pertanda diterimanya puasa Ramadhan seseorang.

Tayang:
Instagram @rumahkhodee
Ilustrasi 

TRIBUNSTYLE.COM - Manfaat Puasa Syawal bagi kesehatan, hingga penyempurna pahala puasa Ramadhan.

Puasa Syawal adalah puasa sunnah 6 hari yang dilaksanakan di bulan Syawal dan mendatangkan banyak manfaat.

Manfaat Puasa Syawal tidak hanya baik bagi kesehatan, tetapi juga sebagai pertanda diterimanya puasa Ramadhan seseorang.

Berikut manfaat Puasa Syawal dikutip TribunStyle.com dari bersamadakwah.net, Senin (10/6/2019).

Disebutkan dalam kitab Latha’if Al-Ma’arif Fima Lil Mawasim Min Wazha`if karya Ibnu Rajab, adapun manfaat Puasa Syawal sebagai berikut.

1. Menyempurnakan Pahala Puasa

Puasa Syawal setelah Ramadhan dapat menyempurnakan pahala puasa selama setahun penuh.

Hal ini seperti yang dijelaskan dalam beberapa hadits berikut ini:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun” (HR. Muslim)

مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ

“Barangsiapa berpuasa enam hari setelah Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh” (HR. Ibnu Majah, shahih)

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ بِسِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصَوْمِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan, lalu mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, ia seperti puasa setahun” (HR. Ibnu Majah, shahih)

2. Menyempurnakan Kekurangan Puasa Ramadhan

Puasa Syawal dan Sya’ban seperti shalat sunnah rawatib yang dilakukan sebelum dan sesudah shalat fardhu sehingga bisa menyempurnakan kekurangan yang terjadi pada puasa Ramadhan.

Amalan-amalan fardhu kelak pada hari Kiamat disempurnakan dengan amalan sunnah sebagaimana yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dari berbagai jalur.

Sebagian kaum muslimin melaksanakan puasa Ramadhan mengalami kekurangan dan celah, maka mereka memerlukan sesuatu yang bisa menutup, menambal, dan menyempurnakannya.

Umar bin Abdul Aziz Rahimahullah pernah mengatakan, “Siapa saja yang tidak mendapatkan sesuatu untuk ia sedekahkan, maka hendaknya ia berpuasa.”

3. Tanda Diterimanya Puasa Ramadhan

Puasa Syawal menjadi pertanda diterimanya puasa Ramadhan seseorang.

Pasalnya, ketika Allah SWT meneima amalan hambaNya, maka Allah akan menuntun hambaNya untuk melakukan amalan shalih lainnya.

4. Bentuk Rasa Syukur

Puasa Ramadhan itu mengharuskan adanya ampunan atas dosa-dosa seseorang yang lampau sebagaimana telah dijelaskan bahwa orang-orang yang berpuasa Ramadhan akan dipenuhi pahalanya kelak pada hari raya.

Oleh karena itu, membiasakan diri dengan puasa sesudah hari raya adalah sebagai bentuk syukur atas nikmat tersebut, tidak ada nikmat yang lebih besar daripada terampuninya dosa-dosa.

5. Menyehatkan Pencernaan

Manfaat Puasa Syawal untuk kesehatan adalah memperpanjang waktu penyehatan pencernaan.

Umumnya, banyak orang yang tadinya telah menjaga kesehatan pencernaannya tiba-tiba kembali banyak makan.

Orang yang tidak puasa, ia terus berada pada pola lama tersebut.

Namun bagi yang mengerjakan puasa syawal, polanya dikembalikan ke pola yang lebih sehat.

Waktu istirahat bagi pencernaan kembali lebih lama seperti puasa Ramadhan, sehingga ia menjadi lebih sehat.

6. Pengelolaan Emosi

Puasa Syawal juga mendatangkan manfaat untuk pengelolaan emosi dan membersihkan jiwanya (tazkiyatun nafs).

Adapun cara melaksanakan puasa Syawal adalah sebagai berikut, dikutip TribunStyle.com dari rumaysho.com, Senin (10/6/2019).

1. Puasanya dilakukan selama enam hari.

2. Lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fitri, namun tidak mengapa jika diakhirkan asalkan masih di bulan Syawal.

3. Lebih utama dilakukan secara berurutan namun tidak mengapa jika dilakukan tidak berurutan.

4. Usahakan untuk menunaikan qadha puasa terlebih dahulu agar mendapatkan ganjaran puasa setahun penuh.

Dan ingatlah puasa Syawal adalah puasa sunnah sedangkan qadha Ramadhan adalah wajib.

Sudah semestinya ibadah wajib lebih didahulukan daripada yang sunnah.

(TribunStyle.com / Salma Fenty)

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
TribunStyle.compuasaSyawalRamadhanAllah SWT
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved