Pemudik Tewas Kecelakaan Saat Jarak Rumah Tinggal Sejengkal, Tulis Pesan Haru di Belakang Motor

Devit tertabrak truk di Jalan Raya Ngawi, Mantingan pada Kamis (30/5/2019). Tubuh Devit sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Dr Soeroto, Ngawi.

Pemudik Tewas Kecelakaan Saat Jarak Rumah Tinggal Sejengkal, Tulis Pesan Haru di Belakang Motor
Facebook Ndha Thok
Unggahan Facebook yang viral 

Pemudik tewas kecelakaan saat jarak rumah tinggal sejengkal, tulis pesan haru di belakang motor.

TRIBUNSTYLE.COM - Jelang Lebaran 2019, tradisi mudik menjadi salah satu yang dinantikan banyak orang.

Para pemudik rela menempuh jarak ratusan kilometer untuk dapat bertemu dengan keluarga dan sanak saudara.

Namun, ada pula perjalanan mudik yang berakhir menyedihkan karena pemudikmeninggal dunia di jalan raya.

Dikutip dari Motor Plus, peristiwa nahas itu dialami oleh Devit Aryanto, pemudik asal Karawang yang berniat pulang ke Ngawi, Jawa Timur.

Shireen Sungkar Umumkan Kabar Duka, Sahabatnya Meninggal Kecelakaan saat Hendak Antar Sedekah

Saat sudah berjarak 27 km dari kampung halamannya, Devit mengalami kecelakaan hingga merenggut nyawanya.

Devit tertabrak truk di Jalan Raya Ngawi, Mantingan pada Kamis (30/5/2019).

Tubuh Devit sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Dr Soeroto, Ngawi.

Namun sayang, nyawanya tidak bisa tertolong.

Setelah insiden meninggalnya Devit, beredar foto Devit sebelum melakukan perjalanan.

Ia telah bersiap dengan aman di atas motor Vixion merahnya sebelum pulang kampung.

Devit juga menuliskan pesan di belakang motornya, memberi informasi pada pengendara lain bahwa dirinya merupakan pemudik.

 
Kecelakaan seorang pemudik pengendara motor
Kecelakaan seorang pemudik pengendara motor (Facebook.com/Kabar Ngawi)


Dalam tulisannya tersebut, Devit menuliskan niatnya untuk pulang demi bertemu orang tuanya.

"Karawang - Ngawi, Sak adoh-adohe lunga tetep eling wong tuo. Wong tuo ora butuh bondo nanging butuh anake teko, (Sejauh-jauhnya pergi tetep ingat orangtua. Orangtua tak butuh harta, tapi butuh anaknya pulang)," tulis Devit.

Tak ayal, kecelakaan tersebut membuat keluarga dan orang-orang terdekat Devit terpukul, termasuk sang kekasih.

Mengetahui kekasih yang dicintainya mengalami kecelakann nahas saat berada jauh darinya, seseorang menuliskan kepiluan hatinya di akun Facebook bernama Rista Devi Wulandari.

 
Unggahan kekasih pemudik tewas
Unggahan kekasih pemudik tewas ()


Perempuan yang diduga kekasih Devit itu mencoba pervaya dan mengikhlaskan kepergiannya.

"Mencoba sabar dan percaya bahwa Allah Maha Baik .. akan ada keindahan di balik segala Rencananya," tulis Devit.

Ia juga menuliskan doa supaya Devit diberi jalan yang lapang.

"Semoga doa" kami dapat menerangi jalanmu, mempermudah hisabmu, dan dapat mengantarmu ke tempat yg dirindukan semua makhluk Allah ya sayang ..," tambah Rista.

Meski mengaku ikhlas, Rista mengungkapkam kerinduannya pada sang kekasih yang kini telah tiada.

"Tapi jujur, aku rindu. Rindu vit," tutupnya.

Tak Terima Dibangunkan untuk Salat Ashar, Wanita di Mataram Tega Tusuk Ayahnya Sendiri Hingga Tewas

Sementara itu, jumlah angka kecelakaan lalu lintas selama musim mudik 2019 diketahui turun drastis hingga 88 persen.

"Seputar data kecelakaan dibandingkan data tahun 2018 di hari yang sama, menurun tajam. Selama 2019 ini yang tercatat kecelakaan sejumlah 220 kasus dengan korban meninggal dunia 90 orang. Ini terjadi penurunan tajam sampai 88 persen," ucap Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Senin (3/6/2019) dikutip dari Kompas.com.

Pada tahun sebelumnya, jumlah kecelakaan saat mudik Lebaran mencapai 1.911 kejadian dan menelan 690 korban jiwa.

Angka kecelakaan ini menurun meskipun jumlah pemudik sepeda motor diakui Budi justru mengalami peningkatan.

Misalhnya pada H-7 Lebaran 2018 jumlah sepeda motor yang digunakan untuk mudik sebanyak 42.556 unit.

Pada yang sama pada tahun ini naik 127 persen menjadi 96.627.

Meskipun begitu, Budi tetap mengimbau kepada segenap masyarakat untuk tidak memaksakan diri melakukan perjalanan mudik yang jauh menggunakan sepeda motor.

"Sepeda motor jadi moda transportasi paling berbahaya dan rawan kecelakaan, jadi diharapkan masyarakat tidak ada lagi yang memaksakan diri naik motoruntuk mudik," ujar Budi. (*)



menit ke 14

// // //

Ikuti kami di
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved