Breaking News:

Lebaran 2019

Bolehkah Sholat Idul Fitri Sendirian / Tidak Berjamaah? Ini Penjelasannya

Inilah penjelasan mengenai boleh tidaknya melaksanakan sholat Idul Fitri sendirian atau tidak berjamaah.

Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Sholat Idul Fitri 

TRIBUNSTYLE.COM - Inilah penjelasan mengenai boleh tidaknya melaksanakan sholat Idul Fitri sendirian atau tidak berjamaah.

Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menetapkan 1 Syawal 1440 Hijriah jatuh pada Rabu, 5 Juni 2019 melalui sidang isbat yang digelar pada Senin (3/6/2019) malam.

Itu berarti, besok umat muslim akan melaksanakan sholat Idul Fitri 1440 H / 2019.

Saat Hari Raya Idul Fitri tiba, umat muslim tidak hanya dianjurkan untuk memperbanyak mengumandangkan kalimat takbir saja, melainkan juga melaksanakan salat sunah pada pagi harinya, yakni sholat Idul Fitri atau Sholat Ied.

Sholat Idul Fitri hukumnya sunah muakkadah yakni sunah yang sangat dianjurkan.

Sholat Idul Fitri disyariatkan untuk dikerjakan secara berjamaah.

Tempatnya lebih afdhol (utama) di tanah lapang, kecuali jika ada udzur seperti hujan.

Imam Abu Hamid Al Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumuddin berkata, "Disukai melaksanakan salat Id di tanah yang luas, kecuali di Mekah dan Bautul Maqdis.

Sekiranya hari itu hujan, tidak apa-apa melaksanakannya di masjid.

Dan dibolehkan pada hari yang sangat panas berdebu, imam menyuruh seorang laki-laki untuk sholat Id bersama orang-orang lemah di masjid, sementara ia keluar ke tanah lapang bersama orang-orang yang kuat seraya bertakbir."

Sedangkan dalam Fikih Manhaji Mazdhab Syafii dijelaskan, tempat sholat id terbaik adalah di tempat yang banyak menampung jamaah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sholat ied di tanah lapang karena waktu itu masjid Nabawi sempit tidak bisa menampung seluruh jamaah yang terdiri dari kaum laki-laki, perempuan dan anak-anak.

Instagram/riung.adventure
Instagram/riung.adventure ()

Kemudian bolehkan sholat Idul Fitri dilaksanakan sendirian?

Mungkin tidak semua umat muslim bisa melaksanakan sholat Idul Fitri berjamaah karena sejumlah alasan, misal karena sakit, musafir, sedang berada di negara non muslim sehingga kesulitan mendapat jamaah sholat Ied, atau mungkin sedang bekerja.

Dikutip TribunStyle.com dari konsultasisyariah.com, wajib bagi mereka untuk berpuasa dan berhari raya sebagaimana manusia pada umumnya.

Hendaklah pula mereka melaksanakan shalat Ied bersama dengan kaum muslimin yang lainnya yang berada di negeri mereka.

Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ والإِفْطَارُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ

“Awal puasa adalah hari yang kamu semua memulai puasa. Idul fitri adalah hari yang kamu semua merayakan idul fitri. Idul Adha adalah hari yang kamu semua merayakan idul adha.” (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah. Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 224)

Penjelasan Boleh Tidaknya Melaksanakan Sholat Ied Sendirian

Jika berhalangan untuk shalat berjamaah, shalat Ied boleh dilaksanakan sendirian.

Abu Hasan Ali al-Bagdadi dalam kitab al-Iqna’ fil fiqh asy-Syafi’i mengatakan:

وَيُصلي العيدان فِي الْحَضَر وَالسّفر جمَاعَة وفرادى

Dan hendaklah melaksanakan shalat dua hari raya dalam keadaan hadir maupun bepergian, baik dengan berjamaah maupun sendiri-sendiri.

Namun para ulama berbeda pendapat perihal qadha sholat Ied sendiri atau perihal cara mengqadhanya.

Dikutip TribunStyle.com dari Serambinews, Selasa (4/6/2019), Al-Imam As-Syafi'i (w. 150 H) sebagai pendiri dan guru para ulama di dalam mazhab Asy-Syafi'iyah di dalam kitab Al-Umm menuliskan sebagai berikut:

"Tidak mengapa bila suatu kaum yang musafir melaksanakan salat Ied atau salat Gerhana, dan salah seorang mereka menyampaikan khutbah, baik dalam perjalanan atau pun di suatu kampung yang tidak ada salat Jumatnya."

Kemudian, Asy-Syairazi (w. 476 H) salah satu ulama kenamaan di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah abad kelima hijriyah di dalam kitabnya Al-Muhadzdab menukilkan salah satu riwayat dari Al-Imam Al-Muzani yang menyebutkan dibolehkannya orang salat Ied sendirian.

Asy-Syarazi menjelaskan bahwa di kalangan para ulama mazhab Asy-Syafi'iyah sendiri masih ada perbedaan pendapat, antara mereka yang membolehkan dan tidak membolehkan.

Kelompok yang tidak membolehkan berhujjah bahwa belum pernah Rasulullah SAW mengerjakan salat Ied kecuali berjamaah bersama-sama dengan seluruh penduduk Madinah.

Kalau kita pakai pendapat ini maka tidak perlu mengerjakan salat Ied, kalau dikerjakan sendirian atau dalam rumah tapi lebih dari satu orang.

Namun kelompok yang kedua berpendapat bolehnya salat Ied dilakukan secara sendirian, atau oleh bertiga dan berlima saja.

Alasannya karena salat ied termasuk salat tambahan (nafal) yang dibolehkan dikerjakan seperti juga salat gerhana.

Juga imam An-Nawawi (w. 676 H) salah satu ulama besar dalam mazhab Asy-Syafi'iyah abad ketujuh hijriyah merajihkan pendapat yang membolehkan salat id dilakukan seorang diri.

Berikut petikan ibarahnya sebagaimana tertuang di kitabnya, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzddzab :

“Sedangkan hukum apakah disyariatkan salat Ied bagi budak, musafir, wanita dan orang yang sendirian di rumahnya atau di tempat lainnya, ada dua pendapat. Tetapi yang lebih sahih dan lebih masyhur kepastian bahwa itu memang disyariatkan bagi mereka.”

Kesimpulannya, ada yang memperbolehkan sholat Ied sendirian, ada yang tidak. 

Namun dianjurkan untuk melaksanakan sholat Idul Fitri secara berjamaah. Wallahu a’lam.

Instagram/remajafisabillilah.id
Instagram/remajafisabillilah.id ()

Bolehkah Mandi Sunah Idul Fitri Waktu Malam Hari Menjelang Lebaran? Ini Penjelasannya

Jangan Lupa Mandi Sunah Sebelum Melaksanakan Sholat Idul Fitri 1440 H / 2019, Ini Bacaan Niatnya

Jangan Lupa Melafalkan Niat sebelum Melaksanakan Sholat Idul Fitri, Ini Bacaan Latin Serta Artinya

Tata Cara Shalat Idul Fitri Lengkap dengan Bacaan Niat dan Tempat yang Dianjurkan

8 Sunnah Nabi di Hari Raya Idul Fitri, Termasuk Makan Sebelum Melaksanakan Sholat Ied

Niat Sholat Idul Fitri

1. Niat sholat Idul Fitri (Makmum)

اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

(usholli sunnatan ‘iidil fithri rok’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa)

Artinya: Saya niat sholat sunnah idul fitri dua raka’at sebagai ma’mum karena Allah Ta’ala.

2. Niat sholat Idul Fitri (Imam)

اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا للهِ تَعَالَى

(usholli sunnatan ‘iidil fithri rok’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa)

Artinya: Saya niat sholat sunnah idul fitri dua raka’at sebagai imam karena Allah Ta’ala.

(TribunStyle/Listusista)

Yuk Subscribe Channel YouTube TribunStyle :

Like Facebook TribunStyle :

Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved